Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Akibat Kisah Lama


__ADS_3

Hati seorang wanita paruh baya terasa bimbang saat seorang anak kecil berada di rumah nya, dan gadis kecil berusia 8 tahun itu tersenyum puas saat setelah menelepon seseorang yang sangat dia rindukan.


" Oma apakah Papah bersama mamah disana?"


" Iya Papah kamu dekat dengan Mamah kamu."


" Boleh kan Berlin mengunjungi mereka? "


" Tidak, biar Mamah kamu yang menemui Papah kamu, dan membawa Papah kamu kembali. "


" Mamah suka bohong, katanya akan menemui Berlin tapi Mamah nggak pernah datang hanya uang dan uang."


" Berlin, Mamah kamu mungkin ada sesuatu hal yang tidak mungkin mamah kamu cerita, biar mamah kamu melakukan dengan caranya."


" Kenapa Mamah Papah meninggal kan Berlin bersama Bi Narti, Berlin seakan anak dari bi Narti bukan anak mereka."


" Maaf Bu, apakah alangkah baik nya Ibu membawa nya kesana? " Ucap Bi Narti.


" Nggak, saya nggak bisa menunjukkan Berlin sekarang, biar Mamah nya sendiri yang melakukan nya. "


" Oma... Berlin ingin menyusul saja kesana."


" Bu, lebih baik Berlin harus tahu sekarang, benar yang di katakan Berlin Mamah nya hanya janji - janji saja."


******


Sebuah photo gadis kecil berusia 8 tahun tampak tersenyum dengan gaun putih rambut panjang di kepang.


" Wajah mu mirip sekali dengan Papah mu nak, Mamah janji kamu akan bertemu dengan Papah kamu. Dan Mamah akan bongkar rahasia selama 8 tahun tersimpan rapih. Maaf kan Mamah sayang karena Mamah lakukan bukan berarti mamah tak sayang kamu, mamah hanya demi keselamatan kamu dari wanita berhati iblis."


******


" Hi Gladis, Mau kemana? " Tanya Puspita.


" Apa urusan kamu? " Jawab Gladis ketus.


" Saya kan baik - baik nanyanya kenapa kamu jawab nya begitu."


" Kamu tahu hati saya sakit, sakit selalu mengalah kamu tahu seharusnya saya bahagia tapi apa saya tidak bisa memiliki nya. Dan kamu harus tahu saya akan merebut kembali apa yang saya harus miliki, karena dia milik saya."

__ADS_1


Tiba - tiba Gladis menangis, Puspita yang melihat nya dengan tatapan bingung.


" Maaf kalau kamu mempunyai masalah kamu bisa cerita sama saya? "


******


Puspita duduk sambil mengusap perutnya dan sesekali menyeka air mata nya. Galih saat itu baru pulang Dinas melihat istri nya yang tengah terisak.


" Sayang kamu kenapa? " Tanya Galih mendekati Puspita.


" Mas, saya jadi ikut sedih mungkin bawa an ibu hamil ya. " Jawab Puspita.


" Memang nya kenapa? "


" Tadi Gladis cerita banyak, tentang masa lalu yang sangat menyakitkan."


Deg


Jantung Galih terasa berdetak sangat kencang, keringat dingin tiba - tiba keluar dari tubuh nya.


" Dia bilang apa saja? "


" Dia punya kekasih, dia rela melepaskan karena suatu ancaman, dan dia memutar balik kan Fakta agar dirinya yang di salahkan oleh kekasih nya. Dan Mas tahu dia pacaran sejak SMA, malah sempat putus terus nyambung lagi saat kekasih nya baru pulang tugas satgas, hubungan mereka semakin serius malah mereka sudah seperti suami istri, dan Mas tahu apa yang dia katakan, dia hamil dan punya anak. "


" Iya, punya anak dia sembunyikan status anak nya karena ancaman yang harus dia mengalah dan dia sekarang ingin merebut kembali kekasih nya. "


" Terus kamu jawab apa? "


" Ya dukung dong, hak Gladis pacarnya juga harus tahu kalau dari hasil hubungan mereka punya anak."


******


" Kamu bicara apa sama Puspita? " Bentak Galih saat menyeret keluar Gladis menjauh dari rumah Pak Willy.


" Saya bicara Fakta." Ucap Gladis.


" Fakta apa sampai bilang punya anak? "


Gladis memberikan sebuah photo seorang anak kecil perempuan yang sangat cantik sambil tersenyum.

__ADS_1


" Dia namanya Berlin Heksa, dia anak kamu hasil hubungan kita. Kamu tahu saya menyembunyikan semua nya karena Rena. Karena dia menyukai kamu dia selalu mengancam saya, dan dia tahu saya hamil, dengan ancaman akan membunuh anak yang saya kandung. Jalan satu - satu nya saya memutuskan mu dengan memilih Leon menjadi suami saya, walau saya tahu dia hanya menjadikan saya bahan taruhan, dimana di malam pertama kami dia mentalak saya. Dan saat itu saya pergi jauh, dan menyembunyikan anak saya, saat tahu kabar Rena meninggal dunia saya kembali merebut kamu dari Puspita, saya nggak akan biarkan dia memiliki kamu, kamu harus kembali pada kami."


" Kamu jangan mengada - ngada, jangan pakai alasan yang tidak masuk akal."


" Kamu boleh tes DNA kalau ragu, dan kamu ingat kita melakukan nya tidak hanya sekali."


" Nggak mungkin, kamu pasti bohong. "


" Saya akan suruh dia kemari, kalau kamu tidak percaya. "


******


Aaarrgghhh


" Ya Allah, kenapa harus sekarang kalau memang itu kenyataan nya."


Galih menundukkan kepala nya, sambil meremas dada nya yang sangat sakit menahan sesak nya.


" Seandainya benar anak saya, bagaimana dengan Puspita yang akan mengetahui kebenarannya. "


******


" Mas, lusa saya pulang Papah juga sudah di pesawat hari ini."


" Sayang. " Galih memeluk tubuh Puspita.


" Kenapa Mas? "


" Apakah kita akan bisa seperti ini terus? "


" Mas, kalau bukan karena tugas masing - masing mungkin Saya akan selalu ikut kemana pun kamu tugas. "


" Sayang kamu harus tahu, suami kamu ini bukan orang yang setia, bukan orang yang seperti yang kamu kira, suami kamu banyak berdosa."


" Tak hanya Mas, Saya pun juga sama."


Puspita berbalik menghadap ke arah Galih, dengan mengalungkan kedua tangan nya.


" Mas, makasih ya. Kamu sudah selama ini masih tetap menyimpan Saya di hati kamu, walau sempat untuk belajar melupakan Saya, tapi kamu masih memiliki rasa sama saya."

__ADS_1


" Mas sungguh sangat mencintai kamu, mas sungguh nggak Mau kehilangan kamu." Galih memeluk erat tubuh Puspita.


" Mas mohon, apa pun yang terjadi jangan tinggalkan Mas. "


__ADS_2