
" Bu Tini, gimana? " Tanya Ibu Eva.
" Saya tinggal saja, lihat sendiri mereka saling diam." Jawab Tante Tini.
" Ssttt anak itu, sok jaim."
Lalu seseorang memberikan sebuah kode, meminta untuk menaik ke atas panggung.
" Mohon perhatian nya, Saya sebagai MC di acara pernikahan nya Galuh dan Alexa, ingin memberikan sebuah kata - kata romantis atau sebuah ungkapan hati. Mungkin ungkapan hati ini mewakili sebuah perasaan sang pemilik nya."
Suara musik pun mengalun, dimana sang MC yang berbicara pun mulai membacakan tulisan di balik kertas tersebut.
Hanya satu cinta yang tulus, diantara cinta yang beberapa. Hanya hati ini yang bisa memilih, memiliki cinta yang berujung, hingga cinta ini membawa sampai keabadian.
Bahkan bahasa tubuh ini pun akan memberikan jawaban, tidak dengan lidah ini yang hanya berucap.
Kita sama - sama tahu isi kita masing - masing, namun apalah daya,kita tidak untuk di takdirkan bersama.
Tapi.....
Jujur apa yang di katakan oleh bahasa tubuh, lidah berucap tak sesuai dengan hati yang di rasakan, sebenarnya kita masih sama - sama cinta.
Apakah masih ada secuil harapan, menemukan kembali cinta selain kamu...??
Saya rasa itu tidak....!!!
Karena kamu sudah mengoyak hati ini, menaruh bekas yang tak terlupakan.
Galih terdiam, dan terus menatap ke arah keluarganya, entah dari mana mereka mendapatkan kata - kata itu, yang pernah dia tulis di sebuah buku.
Lalu Pak Anwar pun menaiki panggung, dengan mengambil alih mix yang berada di tangan MC tersebut.
" Mohon perhatian nya, maaf mungkin ini menyimpang dari acaranya Galuh dan Alexa, saya berdiri disini ingin mengutarakan ke niatan hati sebagai orang tua, ingin membantu menyampaikan isi hati dari anak saya."
" Seperti ada yang tak beres dengan saya." Ucap Galih dalam hati.
" Apa mereka ingin menjodohkan saya, atau mau menikahkan saya hari ini juga?
" Disini saya sebagai seorang Ayah, ingin melihat anak nya bahagia, apalagi dia pernah mencintai seorang wanita namun karena sesuatu hal, mereka berpisah. Cinta mereka sebenarnya, masih ada walau secuil, namun karena masing - masing punya pendirian untuk tetap tidak bersama, tapi hati nya berbeda. Saya hanya ingin melihat kebahagiaan untuk anak Saya, dia mungkin karena ego yang tinggi memutuskan masa lalu, nyatanya hati nya masih menyimpan rasa. "
Galih dari jauh memberikan isyarat pada Galuh, namun Galuh menaikan kedua bahu nya ke atas menandakan tidak tahu.
Puspita hanya diam, tetap fokus ke arah Pak Anwar sedangkan Galih yang sudah terlihat tidak nyaman.
" Ibu Tini, Saya Papah dari Galih Heksa ingin meminta ijin mengungkapkan isi hati anak saya, bahwa dia masih menaruh hati sama ponakan Ibu, dan bila mengijinkan hari ini Saya ingin melamar Puspita untuk Galih."
Deg
Puspita dan Galih saling melirik, dan mata mereka pun langsung menatap ke arah keluarga yang berdiri di samping panggung.
__ADS_1
" Apa - apaan ini? " Tanya Puspita.
" Pah, kenapa nggak bilang sama Galih, ini akh..!! " Galih berdiri sambil menatap ke arah Papah nya.
" Nak, kami semua tahu sebenarnya kamu masih sayang dan cinta dengan Puspita, kami ingin melihat kamu bahagia dengan cinta yang sebenarnya, cinta yang yang dulu membuat kalian tidak bersatu, kami semua hari ini ingin menyatukan kembali kalian."
Tiba - tiba Heru datang menghampiri mereka berdua, dan itu pun membuat keterkejutan Galih dan Heru.
" Kakak..!! "
Heru tersenyum ke arah Puspita, berjalan mendekati nya.
" Kaget ya? " Ucap Heru.
" Kenapa kakak bohong? " Ucap Puspita kesal.
" Maaf, kakak lakukan ini demi kalian."
" Kamu sudah merencanakan ini semua dengan keluarga ? " Tanya Galih menyelidik.
" Iya, sebenarnya kami sudah bekerja sama."
Flashback On
" Tante apakah bisa mencari nomer pria yang bernama Galuh di ponselnya Puspita? "
" Bisa saja, kalau nggak di password."
" Kamu serius, kamu sadar apa yang kamu katakan? "
" Saya serius Tante, apalagi kejadian di rumah sakit, saya sudah bisa menilai mereka masih saling mencintai."
" Heru, apa kamu benar - benar mundur nak? "
" Heru bahagia dan lega dengan hati yang seperti ini, dan Heru ingin orang yang Heru sangat cintai bahagia dengan apa yang di hati nya, tolong Tante bantu Saya, jangan sampai Puspita tahu."
Tante Tini pun memasuki kamar Puspita, saat itu Puspita sedang tidur. Ponsel Puspita pun tergeletak di meja rias nya, lalu menyalin nomer ponsel Galuh setelah mencari di kontak.
" Ini nomer nya."
Heru pun lalu mencatat nomer ponsel Galuh, dan menelepon nya, panggilan pun tersambung."
" Halo. " Sapa Galuh dari seberang.
" Saya Heru, teman Puspita boleh minta waktu nya? "
#
#
__ADS_1
#
#
#
" Baik Saya akan bantu, Saya juga sebagai saudara kembarnya memang dia masih mencintai Puspita, dari cara menatap saat Puspita Pulang ke jawa. " Ucap Galuh.
Galuh pun memikirkan rencana yang Heru utarakan untuk saudara kembarnya, dan saat itu dirinya tengah berada di rumah Galih. Dia melihat sebuah buku catatan warna coklat, lalu dia berjalan ke arah meja yang tergeletak di atas nya sebuah buku catatan.
Galuh pun membaca isi catatan tersebut, dan tersungging sebuah senyuman.
" Sok melepaskan."
Flashback Off
"Heru menarik tangan Galih dan Puspita, tangan itu disatukan.
" Jalin hubungan yang pernah gagal, jangan pernah lepas kembali."
" Kak. "
" Ini yang kakak maksud, kakak akan membawa kamu sampai ke tangan yang benar - benar membawa kamu sampai surga nanti, di keabadian nanti kalian bersama. Dia tidak membawa harapan palsu, dia sebenarnya membawa cinta namun tak pernah sampai."
" Apa kakak akan segera pergi sehingga melakukan ini semua? "
" Kamu tahu, kakak nggak akan mungkin selalu di samping kamu, kita akan tetap jadi sahabat tapi tidak untuk selalu di Sisi kamu terus. " Ucap Heru sambil mengusap kepala Puspita.
" Galih, jaga Puspita, jangan sakiti hati nya, Saya kembali kan Puspita sama kamu, dia wanita bagaikan sebuah berlian yang sangat Mahal, hati nya tulus mencintai, jangan bikin kedua kalinya dia rapuh."
Galih hanya diam, dan menundukkan kepala nya, lalu menatap ke arah Puspita yang masih menunduk.
" Terima kasih, kamu sudah menjaga Puspita untuk Saya selama ini, terima kasih."
" Pakai kan nak, cincin ini pada Puspita." Ucap Ibu Eva.
Galih menatap kotak warna merah kecil, lalu Galih mengambil nya kotak merah kecil di tangan Ibu Eva.
" Kamu masih ingat kan cincin itu, dimana kamu dulu mempersiapkan nya untuk melamar Puspita."
" Mamah masih menyimpan nya, Saya sendiri sudah lupa."
" Pakai kan nak, kami semua menjadi saksi bahwa kamu melamar Puspita."
Galih berjongkok di hadapan Puspita, dengan membuka cincin tersebut.
" Saya Galih Heksa, ingin mengungkapkan isi hati Saya kembali, hati yang tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang, hati yang selalu ingin mencintai kamu sehidup semati. Apakah mau, kamu menjadi pendamping hidup Saya, menjadi Ibu dari anak - anak Saya..? "
Puspita hanya diam, dan terus menundukkan kepala nya, sedangkan Galih masih terus menatap ke arah nya.
__ADS_1
" Bagaimana Puspita..? "