Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Cinta Yang Sebenarnya


__ADS_3

" Saya sudah menikah lagi, Saya sudah punya istri." Ucap Galih yang masih duduk di kursi nya.


" Nggak percaya."


" Baik kalau nggak percaya, saya tunjukkan photo pernikahan kami."


Galih pun menunjukkan photo nya saat menikah dengan Puspita, dan nampak Gladis sedikit kesal dengan apa yang di tunjukkan oleh Galih.


" Sudah tahu kan, kalau saya ini pria beristri."


" Tapi dia kan nggak disini Galih, kita bisa saja menjalin hubungan di belakang dia."


" Cukup Gladis, kamu jangan samakan saya yang dulu dan sekarang. Saya memang dulu sangat mencintai kamu, bahkan menggilai kamu. Tapi sekarang beda, kita tidak seperti yang dulu lagi. "


" Saya jujur sampai sekarang belum menikah lagi, karena Saya belum menemukan orang yang seperti kamu. Saya menyesal telah melepaskan kamu, Saya menyesal."


" Gladis, penyesalan kamu tidak membuat kita bersama. Saya sudah tidak memiliki rasa yang seperti dulu lagi, rasa itu telah hilang saat kamu menolak Saya beberapa kali untuk kita balikan."


" Maaf kan saya, tapi apakah kamu juga melupakan apa yang dulu pernah kita lakukan hal gila itu? "


" Cukup Gladis, jangan kamu ungkit - ungkit masalah itu, saya sudah melupakan nya tapi kini malah kamu ungkit."


" Saya hanya melakukan nya sama kamu."


Galih menatap ke arah Gladis, dan tersenyum kecut padanya.


" Saya kira anak kecil yang kamu bisa bohongi, saya sudah dewasa. "


" Demi Tuhan pernikahan Saya dengan nya tidak seperti yang kamu kira. Saya menyesalinya memilih dia, dan meninggalkan kamu, dia hanya membuat Saya sebagai bahan taruhan hingga menikah, lalu dia pergi dan mentalak saya."


" Maaf semua nya sudah terlambat."


******


Saat melepaskan seragam nya, Galih melamparkan nya ke arah tempat tidur, lalu mengusap wajah nya dengan kasar.


Saat itu terlihat sebuah panggilan dari nomer yang tak di kenal, dan Galih mengangkat nya.


" Hallo Assalamualaikum." Sapa Galih.


" Walaikumsalam. " Balas dari seberang.


" Maaf ini siapa? "


" Papah nak, Papah mertua kamu."


" Papah, Gimana Pah? "


" Maaf kan Papah."


" Nggak pah, papah nggak salah. Papah wajar seperti itu, karena awal masalah Galih lah yang salah."

__ADS_1


" Papah sebagai orang tua seharusnya tidak seperti itu, Papah bagai orang yang jahat terhadap anaknya."


" Sudah ya Pah, lupakan maaf kan Galih juga."


" Nak Papah bantu urus pernikahan kamu secara hukum, semua nya sudah Papah kumpulkan berkas - berkas nya untuk disini .Kamu disana urus pernikahan kalian agar di akui secara hukum militer."


" Iya Pah, makasih. Nanti kalau sudah sembuh, Puspita Saya bawa ke tempat tugas Saya Pah, untuk menyelesaikan semua nya, dia juga kan belum perpisahan dengan teman - teman nya disini."


" Papah hanya minta jangan sakiti anak papah satu - satu nya, karena dia belum pernah merasakan bahagia sejak kecil."


******


" Alhamdulilah Operasi pengangkatan pen nya lancar, kamu sudah bisa beraktifitas seperti dulu lagi." Ucap Ibu Eva saat berada di kamar rawat Puspita.


" Makasih Mah, sudah nungguin Puspita."


" Sama - sama sayang."


" Mas Galih telepon belum Mah? "


" Suami kamu belum menelepon."


" Mungkin sinyal, sabar saja." Tiba - tiba Galuh datang bersama Alexa dan Bagas serta Panji.


" Iya mba Puspita, tunggu saja. Saya juga waktu ke tempat Mas Galuh begitu, sinyal sudah nya minta ampun."


" Kalian kan di hutan, suami nya malah tinggal di tempat lumayan ada sinyal walau naik turun."


" Tante sakit apa? " Tanya Bagas saat melihat Puspita yang terbaring dengan infus yang menancap.


Alexa yang sedang menggendong panji pun tak tinggal diam, Panji yang kini sudah mulai merangkak selalu ingin turun dari gendongan Alexa.


" Panji sudah besar ya, Ayah kamu kalau pulang nanti sudah besar saja."


" Papah nya setiap hari tak pernah absen nanya Panji. " Ucap Alexa.


" Saya harap kamu jangan marah sama Galih, kalau Galih selalu memberikan perhatian terhadap Panji." Ucap Galuh .


" Nggak apa - apa Mas, Saya nggak pernah melarang, karena itu tanggung jawab nya, Saya juga menyayangi Panji, Saya juga sudah anggap sebagai anak sendiri."


******


" Maaf sayang, maaf banyak kegiatan disini."


" Sebegitu sibuk nya? " Tanya Puspita kesal saat suami nya menelepon nya.


" Ya maaf kan Mas, jangan marah gitu dong." Jawab Galih.


" Iya Saya maafkan."


" Ada yang di rasakan setelah operasi? "

__ADS_1


" Bekas sayatan nya aja yang sakit."


" Maaf ya mas nggak ada disisi kamu sayang."


" Iya mas nggak apa - apa."


" Yank, tadi Papah menelepon, dia sudah merestui hubungan kita."


" Alhamdulilah ya Allah, serius Mas? "


" Mas serius nggak Bohong, tanya sendiri saja sama Papah."


" Kenapa Papah nggak dari kemarin merestui pernikahan kita."


" Sudah jangan di bahas lagi yank, kita jangan ingat - ingat lagi ya."


" Tapi Mas.. "


" Sudah sayang, jangan bahas lagi ya."


*****


" Bagaimana Pah, sudah menghubungi Galih? "


" Sudah Mah, Papah lega rasanya." Ucap Pak Anto.


" Mereka itu saling mencintai Pah, kita sebagai orang tua hanya perlu mendukung dan mendoakan mereka agar selalu bahagia."


" Papah memang jahat sekali sama Puspita, papah seharusnya tidak melakukan seperti itu pada Puspita. "


" Sekarang Papah jangan bahas yang kemarin, penyesalan datang nya memang terakhir datang nya."


" Iya Mah, Astaghfirullah aladzim."


*******


" Sejak kapan kamu merokok? " Tanya Pak Erik.


" Sejak merasakan patah hati." Jawab Ikbal.


" Patah hati sama siapa? "


" Puspita menikah sama mantan nya yang dulu hampir tunangan sama dia gagal."


" Lantas kamu ingin di pilih Puspita juga seperti mantan nya, sekarang menikah dengan nya, kamu mau jadi suami nya agar Puspita Poliandri."


" Saya jatuh cinta lagi sama dia Pah, memang dari dulu juga Saya masih menyimpan rasa itu tapi Saya mencoba menutupi nya untuk Sintia."


" Ikbal, buka mata kamu. Kepergian Sintia bukan untuk kamu bisa kembali pada Puspita, dia nggak akan bakal mau sama kamu, kalau kamu nya seperti itu. Awal saja sudah main belakang, apalagi kamu minta balik an saat seperti ini. "


" Semua nya salah Ikbal Pah, Ikbal nyesel sudah menyiakan wanita seperti dia."

__ADS_1


" Sekarang buka pikiran kamu, jangan hanya wanita itu Puspita saja, masih banyak wanita yang lebih cantik dari Puspita."


" Ikbal akan coba, kalau tidak bisa maaf kan anak mu Pah. "


__ADS_2