Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Hanya Cinta Sejati


__ADS_3

" Kamu...!!! " Gladis menatap tak percaya siapa lelaki yang ada di depan nya yang sedang bersama dengan Berlin.


" Apa kabar sayang? " Sapa Leon dengan senyuman nya.


" Berlin kamu masuk dulu nak. " Ucap Gladis.


" Mau apa kamu datang kemari? " Tanya Gladis.


" Saya hanya ingin membongkar kebusukan kamu. " Jawab Leon.


" Kebusukan apa hah.. jangan sok tahu kamu, kita sudah nggak ada ikatan apapun."


" Berlin anak Saya, kita masih punya ikatan tapi tidak dengan kamu tapi dengan Berlin."


" Dia anak Galih bukan kamu Leon."


" Kamu jangan membodohi Saya dengan akal busuk kamu. Apa kamu lupa siapa Saya, apa kamu tak tahu siapa Saya."


"Seorang pria yang taruhan memenangkan menikahi Saya, di saat saya menerima Cinta kamu, di saat saya berada di bawah ancaman Rena, di saat saya untuk meninggalkan Galih karena Rena selalu mengancam saya."


" Ya kamu ingat rupanya, tapi dari hasil pernikahan itu kita memiliki anak. Saat tahu hamil, saya berubah mungkin pernikahan ini tidak untuk main - main, tapi apa kamu menggunakan kehamilan kamu dengan akal licik kamu untuk balas dendam pada Rena, dan ternyata takdir berpihak Sama kamu, kematian Rena kamu manfaatkan untuk menghancurkan pernikahan Galih. "


" Jangan sok tahu kamu."


" Lupakan Galih, jangan kamu capek - capek dengan obsesi kamu, bukan Cinta yang kamu lakukan sekarang, tapi obsesi. Dan kamu mendapatkan Galih juga percuma hanya Cinta keterpaksaan."


" Diam kamu Leon, saya nggak akan biarkan kamu menggagalkan rencana saya."


" Sadar kamu Gladis, kembalilah sama saya, akan ada Cinta yang terbalas karena Berlin itu anak saya."


*******


" Maaf kan saya. " Ucap Vera saat berkunjung di rumah sakit.


" Saya nggak habis pikir tentang kekasih kamu Heru, Saya menyaksikan sendiri apa yang di lakukan kekasih kamu seperti bukan wanita berpendidikan." Ucap Galih.


" Maaf kan Vera, saya minta maaf." Ucap Heru.


" Saya maaf kan kamu Vera, asal kamu ingat jangan takut Saya akan merebut kak Heru, karena dia hanya bagian masa lalu, dan rasa itu sudah lama hilang. Jadi kamu tidak usah takut, dan Kak Heru kembali lah Sama Vera karena dia sangat tulus mencintai kakak, luangkan waktu untuk nya, jangan gara - gara Saya kakak menjauhi orang yang benar - benar sayang Sama kakak. "


" Terima kasih untuk semua kebersamaan kita, terima kasih kamu sudah mengajarkan tentang apa itu Cinta. "


" Saya yang harus berterima kasih pada Kakak, untuk segala perhatian Kakak. Dan Kakak tidak usah menggenggam tangan Saya lagi sampai membawa Saya di pria yang benar - benar memiliki Cinta Sejati, biar Saya melangkah sendiri karena Saya sudah dewasa dan biarkan Saya berjalan sendiri menentukan arah yang tepat. "


*******


" Kita sudah jelas kan masalah kita nanti nya bagaimana? "


" Baiklah itu sudah menjadi keputusan bersama, tapi ingat saat ini Saya masih sah suami kamu baik secara agama maupun secara hukum. "

__ADS_1


" Saya akan tegar, Saya akan berlapang dada saat waktu itu tiba nanti."


" Untuk saat ini hubungan kita perbaiki lagi walau kamu membenci Saya, apa kamu akan seperti itu sampai anak kita lahir. Kamu bisa memaafkan Vera, kenapa kamu tidak bisa memaafkan Saya, Papah dari anak kita. "


" Apa kamu lupa Mas, dulu Saya membenci kamu Sama seperti sekarang saat hati Saya marah dan kesal, dan apa Saya menerima Cinta kamu kembali, karena kita masih Sama memiliki rasa, dan memang saat itu kita pikir kita adalah Cinta Sejati, tapi nyatanya kita tidak ditakdirkan bersama."


Hiks... hiks.. hiks...


" Saya nggak menyangka kisah Cinta kita sesingkat ini, serasa hati di putar - putar dengan orang yang Sama, nyatanya kita tetap akan berpisah juga. "


Hiks... hiks... hiks...


Galih memeluk tubuh Puspita, dan Puspita pun membalas pelukan Galih. Tangis Puspita pecah, dengan di benamkan di dada milik Galih.


Hiks.. hiks.. hiks...


" Maaf kan Mas Ya, semuanya di mulai dari Mas."


Saat hendak akan masuk, Ikbal diam terpaku melihat Puspita dan Galih berpelukan. Ikbal tersenyum kecil, lalu dirinya urungkan untuk masuk, dan kembali beranjak meninggalkan kamar rawat Puspita.


******


" Kamu ceraikan Amel? "


" Saya tidak ingin hidup dengan wanita yang Penuh dengan kelicikan, apalagi wanita yang sudah membuat hancur hubungan rumah tangga anak kita. " Ucap Pak Rudi.


" Lantas hubungan nya apa kamu datang kemari Mas? " Tanya Ibu Eva.


" Sudah lah Mas, jangan bahas yang dulu, Saya pun sudah melupakan nya dan lagian kita sudah tua, apalagi yang di ribut kan, kita tidak pantas terus ribut masalah yang sudah basi. Malu Sama anak cucu kita mas. "


" Terima kasih Eva, terima kasih banyak."


*******


" Saya mohon kamu jangan bawa Berlin." Ucap Gladis saat melihat Leon menggendong tubuh Berlin.


Hiks... hiks... hiks...


" Mamah...!!! "


Hiks.. hiks...


Berlin terus menangis di dalam gendongan Leon yang akan membawa Berlin pergi dari Gladis.


" Saya nggak akan biarkan Berlin hidup dengan Ibu seperti kamu, dari bayi sampai sekarang kamu telantarkan dan baru sekarang kamu mengurus nya hanya demi melancarkan rencana kamu."


" Saya mohon, Gladis sakit dia harus suntik insulin setiap hari."


" Apa Berlin sakit, harus suntik insulin? "

__ADS_1


" Iya, Berlin sakit. Saya mohon hiks... hiks.. jangan bawa Berlin."


" Saya akan obati Berlin di Brasil, Saya akan bawa dia kesana."


" Saya mohon jangan Leon."


" Mamah... hiks.. hiks.. "


" Sayang, kamu ikut Papah ya, Papah akan menjaga kamu." Ucap Leon pada Berlin.


" Papah Saya, Papah Galih bukan om." Ucap Keras Berlin.


" Papah kamu Papah Leon sayang, bukan Papah Galih."


*******


" Maaf kan Kakak."


" Saya yang harus nya minta maaf." Ucap Vera.


" Kakak yang Salah, hingga kamu seperti ini.Kakak paham perasaan kamu, dan mungkin kakak memang tidak pantas untuk kamu, seorang pria yang tidak menghargai wanita nya, hanya menghargai wanita lain. Kamu boleh membenci kakak, kamu boleh marah selama nya Sama Kakak."


" Apakah kakak tidak ingin kita memulai dari awal lagi? "


******


Aaarrgghhhh


Hiks... hiks... hiks....


" Kamu jahat Leon... kamu jahat... "


Hiks.. hiks...


" Jangan bawa Berlin Leon, hiks... hiks... "


*****


Berlin terus menatap pria yang ada di samping nya yang terus memeluk nya, dan tanpa henti mengecup pucuk Kepala nya.


" Om. "


" Papah sayang. "Ucap Leon.


" Apa benar om papah nya Berlin? "


" Papah akan buktikan kalau kamu memang anak Papah, jadi jangan panggil Papah Om lagi sayang. "


******

__ADS_1


" Apa...!!! " Ucap Galih pada panggilan telepon yang menghubungi nya.


" Kok bisa begitu? " Tanya Galih saat mendengar kabar dari seberang.


__ADS_2