
Setelah selesai acara, Galih membawa Puspita ke rumah Yang dekat perkebunan Teh milik keluarga nya, dimana Puspita pertama kali nya datang menemui Galih.
" Yank, kita tidur disini ya, besok malam nanti kita kembali ke kota IM."
" Mamah sendiri an Mas, kenapa harus tidur disini? "
" Mamah sudah biasa tidur sendiri, Mas ingin berduaan sama kamu sayang. "
" Kan bisa di kamar Mas."
" Nggak asik, pengantin baru masa nggak heboh."
' Heboh apanya Mas? "
" Itu tu... heboh. " Ucap Galih sambil menaik turunkan alisnya.
" Iisstt mesum."
" Kan sama istri sendiri, nggak sama orang lain."
Puspita memeluk tubuh Galih saat mereka berabaring di kasur lantai Yang mereka bawa di teras dekat balkon, sambil memandangi bintang - bintang Yang berkelap kelip.
" Sayang, kamu nggak apa - apa kan sementara kita LDR an? "
" Nggak apa - apa Mas, istri prajurit harus kuat, harus ikhlas, itulah resikonya kita sering berjauhan."
" Terima kasih, sudah Mau menerima Mas kembali."
Puspita mengeratkan kembali pelukan nya, dan Galih mencium pucuk kepala Puspita.
" Esok kita hadapi sama - sama Papah, Mas sudah siap menanggung resikonya.'
" Maafkan Papah Yang masih kecewa sama Mas."
" Iya, nggak apa - apa. Papah pantas seperti itu sama Mas. Karena Mas salah saat itu, Mas Yang nggak bertanggung jawab, dan Mas juga sudah melukai hati seorang wanita Yang sangat baik.'
CUP
Puspita mengecup bibir Galih, lalu Puspita mencium dan menggigit bibir bagian bawah suami nya, hingga membuat Galih mulai on kembali.
" Sayang..!! " Ucap Galih dengan suara yang sedikit berat.
" Jangan bicara seperti itu lagi, lupakan masa lalu kita hadapi hari ini dan esok."
Puspita pun kembali mencium bibir Galih, saling ******* dan menukar saliva. Hingga akhirnya penyatuan Cinta kedua insan Yang tengah di mabuk asmara kembali terjadi.
*****
" Mas, ini perkebunan teh semua milik Mamah?"
"Iya semua nya ada 5000 Hektar."
" Wah... luas ya mas."
" Ini semua sudah nama Mas, tapi Mas nggak Mau memimpin dulu, biar Mamah saja."
" Kenapa Mas nggak Mau? "
" Mas masih belum mau mengurus perusahaan."
" Kalau Mas Galuh dia memilih jadi pengusaha?"
" Pemikiran Mas sama dia bertolak belakang, dia juga sama memimpin perusahaan anak cabang milik Papah. Sebenarnya sih, kami masih memiliki lagi masing - masing tapi berupa simpanan dari Mamah Papah, tapi Mas sama Galih menyimpan nya dan belum di pergunakan sama sekali. "
******
Galih dan Puspita menikmati indah nya alam pagi pegunungan, dimana Puspita duduk di tengah - tengah gubug Yang ada di sekitar kebun teh dengan melihat para pemetik teh Yang sedang mencabuti daun teh.
" Minum."
__ADS_1
" Teh hangat." Ucap Puspita meneguk minuman teh Yang di berikan oleh Galih.
" Ini teh asli Yang dari kebun sendiri."
" Mantap Mas, wangi."
" Pemasarannya sudah sampai luar negeri."
" Nikmat Mas, aromanya wangi."
" Betah nggak disini? "
" Betah banget Mas, kalau Mas besok nggak cepat - cepat balik kesana boleh deh nambah satu minggu lagi disini."
" Boleh, tapi nanti kalau Mas bisa ambil cuti kembali."
*****
" Mamah masak apa? " Tanya Puspita
" Mamah masak cumi asam manis, ini favorite nya Galih." Jawab Ibu Eva.
" Boleh Puspita bantu? "
" Boleh, kamu juga harus tahu kebiasaan suami kamu itu suka banget namanya masakan pedas, dan ingat suami kamu itu paling nggak suka masakan Yang bau bawang."
" Kenapa Mah? "
" Dia itu punya phobia waktu kecil makan masakan menelan bawang mungkin aneh buat Galih langsung muntah sampai sekarang dia nggak suka Yang namanya bawang."
" Kalau Mamah nggak kasih tahu, Saya juga nggak bakalan tahu mungkin masak bau bawang menyengat nggak berani tegur malah di tahan tambah mual."
" Lagi pada ngomongin apa sih? " Tanya Galih Yang langsung memeluk tubuh istri nya Yang sedang membantu Ibu Eva memasak.
" Mamah bilang kamu itu phobia bau bawang." Jawab Ibu Eva.
" Kamu pulang nya besok kan ke kota IM?"
" Habis isya Mah, nanti besok sore nya berangkat ke Bandara ambil penerbangan malam lagi."
" Kamu Puspita apa nggak tinggal disini saja sama Mamah sementara, dan sekalian pencabutan Pen di rumah sakit tulang biar nggak jauh , kalau dari sini hanya 2 jam."
" Kamu kok nggak bilang yank, pen Mau di cabut?"
" Mamah dapat berita dari Tante Tini pas kemarin telepon, kan kondisi tulang nya sudah bagus, dari hasil ronsen nya juga sudah memungkin kan."
" Tapi Puspita belum ijin Mah? "
" Gampang masalah ijin juga, kamu disana siapkan buat berkas pernikahan kalian untuk secara hukum, disini mamah membantu Puspita nanti untuk operasi pengangkatan Pen."
" Yaudah, kalau begitu Galih pulang besok dan naik pesawat dari sini."
*****
" Mas." Ucap Puspita sambil berbaring di bawah satu selimut dengan Galih.
" Kenapa? "
" Besok ya Mas kembali Dinas."
" Iya sayang, Mas kan harus balik lagi kesana, kenapa? "
" Berat sekali."
" Masa setiap hari akan selalu komunikasi sama kamu sayang."
" Lama lagi pulang nya."
" Doa kan Mas bisa Mutasi kesini."
__ADS_1
" Jangan selingkuh."
" Kata - kata apa itu. "
" Awas saja kalau tahu Mas selingkuh, Yang bawah Saya pangkas habis."
" Jangan dong Yank, ini kan kesukaan kamu, segitu kamu minta lagi terus."
" Iya awas saja , ini milik Nyonya Galih Heksa."
Hahahahah...
" Tenang sayang, nggak akan Mas kasih ke orang lain." Ucap Galih tersenyum merasa gemas melihat istri nya.
" Maaf Ya, Mas kasih Honey moon nya di rumah saja nggak bawa kamu liburan yang jauh."
" Nggak apa - apa Mas, begini juga sudah bahagia."
" Makasih sayang."
******
" Iya maaf Saya mungkin telat hari ini, semua nya Saya sudah kirim kan melalui email."
#
#
#
#
" Saya cari dulu ya, ada tidak nya, dan rapat Dinas jadi besok lusa, bahan presentasinya sudah Saya persiapkan."
Braaaakkkk
" Astaghfirullah, inallilahi. "
Tok.. Tok...
" Turun kamu...!!! " Teriak salah satu warga yang mengetuk pintu mobil nya.
" Maaf, maaf Saya nggak sengaja, maaf. "
" Lihat ulah Bapak, wanita ini tertabrak dan luka - luka, Bapak harus tanggung jawab. "
" Iya baik, Saya tanggung jawab. "
Dengan berani mendekati wanita Yang tertabrak nya, dengan luka - luka di kaki dan lengan nya.
" Maaf kan Saya, kamu nggak apa - apa kan? "
" Maaf Saya Yang salah, menyebrang begitu saja nggak melihat kanan kiri jalan." Ucapnya Yang masih menundukkan kepalanya sambil meniupi luka nya.
" Saya bawa kamu ke rumah sakit, luka kamu harus segera di obati. "
" Terima kasih Pak, nggak usah."
" Kamu harus di bawa ke rumah sakit."
" Nggak Pak terima kasih."
" Yaudah, Saya tinggalin kartu nama saya. Kalau ada apa - apa kabari saya."
Wanita tersebut menerima kartu nama dari pria Yang menabraknya, saat membaca nama Yang tertera di kartu nama, dirinya langsung menatap ke arah pria Yang di depan nya.
" Kamu...!! "
" Kamu...!!
__ADS_1