Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Kisah Penuh teka teki


__ADS_3

Pria yang berada di depan nya membuka masker nya sebentar lalu menutup kembali dengan masker.


" Galuh...!!! "


" Apa kabar Leon? "


" Baik, Saya kaget saat mendengar tentang kamu, dan ternyata kamu ada di depan Saya saat ini. "


" Kamu masih ingat wajah Saya yang sekarang buruk rupa."


" Kita pernah dekat dulu, dari kecil kita selalu dekat begitu juga dengan saudara kembar kamu Galih."


" Kemana saja kamu selama ini? "


" Saya tinggal di Brasil setelah saya menceraikan Gladis."


" Gladis ada bersama dengan Galih? "


******


" Syukurlah kalau kamu berhasil mendekati Galih, Tante senang sayang, selama ini kamu mengalah akhirnya kamu mendapatkan nya dengan menggunakan Berlin."


" Tante Amel, saya hanya ingin jangan sampai pria bodoh itu tahu keberadaan Saya dan Amel Saya harap Tante bisa bekerja sama dengan Saya." Ucap Gladis dari seberang.


" Tante akan lakukan apapun itu untuk kamu." Ucap Ibu Amel tersenyum licik.


Ibu Amel duduk di sofa sambil menyilang kan kakinya dengan senyuman penuh kemenangan.


" Tunggu kemenangan nya sayang, kamu yang dulu lemah sekarang kamu berhasil mengambil apa yang menjadi hak kamu, ini kisah yang dulu pernah Tante alami dimana suami Saya menikah dengan Eva yang telah merebut Rudi dari Saya, dan Saya akhirnya bisa kembali merebut nya dengan berbagai cara licik Saya, dengan merebut hati kedua anak nya. "


Dari balik Pintu seorang pria mengepalkan kedua tangan nya, dimana dahulu dirinya tergoda kembali dengan kekasih masa lalu, dan terbuai dengan segala rayuan Amel.


******


" Bu sudah siapkan semua laporan untuk Kinerja besok?" Tanya Pak Mail KAUR TU


" Sudah pak, dan semua sudah tersusun rapih di map yang sudah ada nomer nya sesuai dengan point yang diminta."


" Bagus, berarti persiapan sudah 100 %."


" Benar Pak, tinggal besok siap untuk menghadapi Kinerja Kepala Sekolah." Ucap Puspita dengan senyuman nya.


Setelah kepergian Pak Mail, Puspita duduk di kursi yang berada tepat di samping nya. Rasa capek yang terasa sampai pinggang pun sangat terasa, hingga Kepala pun terasa sangat pusing.


******

__ADS_1


" Kak, kenapa sekarang kamu Sama sekali tidak ada waktu untuk saya, kenapa kalau untuk Puspita waktu sibuk pun kakak bela."


" Lagian kamu Mau kemana sih, jalan keluar juga gitu - gitu saja. Lebih baik kita disini saja di rumah lihat TV atau apa gitu." Ucap Heru sambil memainkan ponselnya.


" Oh.. jadi kakak sekarang sudah berani bilang seperti itu Sama saya, secara tidak langsung menolak, saat dulu belum gonjang ganjing pernikahan Puspita, kakak selalu mengajak saya keluar, dan waktu luang untuk saya pun banyak, tapi sekarang nyatanya tidak."


" Kamu tahu, saya sudah luangkan waktu sekarang untuk kamu, bahkan setiap hari Kakak ladeni kamu chat, telepon di jam sibuk, apa masih kurang? " Ucap Heru dengan nada tinggi.


" Kita putus..!!! " Ucap Vera.


" putus, kamu Mau putus. Ok kita batal menikah." Ucap Heru lalu melepaskan cincin tunangan nya, lalu dia letakkan di atas meja.


" Sekarang kamu bebas di luar Sana, dan saya juga bebas di luar sana." Ucap Heru lalu beranjak pergi meniggalkan Vera.


" Kak... tunggu..!!! " Ucap Vera mengejar Heru.


******


Tok... Tok... Tok....


" Iya sebentar. " Wanita paruh baya dengan segera membuka pintu rumah nya.


" Kamu mas ." Ucap Ibu Eva saat melihat Pak Rudi berdiri tepat di depan nya.


" Maaf kan Saya Eva. " Ucap Pak Rudi.


" Maaf kan Saya, kalau selama ini Saya Saya memilih, selama bertahun - tahun Saya hidup dengan penuh kebohongan."


" Terlambat mas, semuanya terlambat kamu ucapkan sekarang. Dulu Saya berharap kamu meminta maaf tapi apa mas, kamu lebih memilih pelakor itu dan mentalak Saya. "


" Maaf kan Saya Eva, jangan sampai ini terjadi dengan Galih, jangan sampai dia seperti Saya."


" Maksud kamu apa? "


" Amel bekerja sama dengan Gladis untuk memisahkan Galih dengan Puspita dengan menggunakan Berlin sebagai alatnya."


" Berlin anak Galih, tes DNA itu buktinya."


" Apa kamu yakin tes DNA itu benar? "


******


" Rupanya kamu sedang menjalan kan sesuatu, tunggu Saya Gladis, tunggu pembalasan Saya."


Pria tersebut menutup kembali kaca mobilnya, lalu kembali menjalan kan mobil nya.

__ADS_1


******


" Kata Fatimah kamu dekat lagi Sama Puspita? "


" Hanya dekat tak lebih."


" Jauhi Puspita, kehadiran kamu kembali juga nggak Akan pernah di anggap oleh keluarganya. Katanya hanya Heru yang sudah di calon kan menjadi calon suami Puspita, sungguh orang tua aneh ingin anak nya bercerai." Ucap Dandi.


" Sepertinya kalau Galih tahu, dia tidak akan pernah menceraikan Puspita karena Puspita menyembunyikan kehamilannya, dan Papah nya ingin mereka bercerai dan Puspita pun menyetujuinya. "


" Jadi dia nggak keguguran? "


" Iya, dia masih hamil sampai sekarang."


******


Setelah acara Kinerja selesai baik Puspita dan staf lain nya membereskan semua berkas yang sudah di periksa.


" Makan bu, ini nasi kotak buat ibu." Ucap Pak Hamzah salah satu cleaning servis yang menaruh kotak nasi di atas meja Puspita.


" Terima kasih Pak. " Ucap Puspita dengan tubuh yang sangat lelah.


" Bu Puspita pucat loh , apa baik - baik saja? " Tanya Pak Mail.


" Saya hanya capek saja. " Jawab Puspita.


" Istirahat saja Bu di ruang UKS. "


" Iya nanti Saya kesana. "


Drrrttt... Drryttttt..


Puspita melihat ponsel dirinya bergetar, saat melihat sebuah nomer yang tidak dikenal. Puspita pun mengabaikan panggilan tersebut,namun terus memanggil, akhirnya Puspita pun mengangkat nomer ponsel yang tak di Kenalnya.


" Hallo...!! "


" Lama Saya tidak dengar suara kamu? "


" Ada apa menelepon pakai nomer lain? "


" Saya ingin bertemu Sama kamu, Saya ada disini, hanya ingin masalah kita selesai, Saya harap pertemuan kita membuah kan hasil bagi kita. " Ucap Galih di sambungan teleponnya dari seberang.


" Katakan saja lewat telepon, karena Saya tidak ada waktu untuk kamu mas. "


" Kata kamu ingin kita cerai? "

__ADS_1


Puspita diam seakan mulut terkunci, tak bisa lagi Mengucap.


"Saya ingin kita bertemu hari ini setelah itu Saya janji tidak akan pernah menemui kamu lagi. " Ucap Galih dari seberang.


__ADS_2