
Apa itu arti setia..??
Apa itu arti Cinta Mati..??
Apa itu arti dari sebuah kepercayaan..??
Lain di mulut, lain di hati.
Bagiku kamu adalah sebuah hama..
Tangan Ikbal sudah siap berjabat tangan dengan penghulu untuk mengucapkan janji suci pernikahan, wajah tegang nampak pada Ikbal.
" Saya... "
" Tunggu..!!! " Ucap Puspita lantang sehingga membuat Ikbal menoleh ke arah Puspita, begitu juga dengan semua orang.
" Ada apa Yank? " Tanya Ikbal pelan.
Puspita berdiri, sehingga semua mata tertuju pada nya dengan penuh tanda tanya.
" Kak Heru, keluarkan dia." Ucap Puspita.
" Yank, ada apa ini? " Tanya Ikbal.
Heru lalu keluar dari salah satu ruangan, dengan bersama seorang wanita yang tengah mengandung.
Semua mata tertuju pada Heru dan wanita tersebut, dengan memandang ke arah kedua nya.
Ikbal yang melihat kedatangan wanita yang sangat dia kenal, tak bisa bicara apa - apa lagi. Tubuhnya seakan terasa sangat lemas dan mulut nya terkunci.
" Mba Mawar, silahkan duduk di samping A Ikbal. " Ucap Puspita sambil menggeser posisi nya.
" Puspita apa ini maksudnya? " Tanya Pak Anto.
" Siapa dia? " Tanya Pak Erik.
" Saya akan menjelaskan pada tamu Undangan yang hadir di acara pernikahan Saya dan Ikbal. Kalian semua harus tahu, siapa wanita yang tiba - tiba datang bersama teman Saya ini. Dia adalah Mawar, mantan kekasih Ikbal, mereka saling mencintai namun putus, dan bertemu kembali setelah 1 tahun putus. Mereka masih saling mencintai, di belakang Saya mereka selingkuh dan sampai perempuan ini hamil 5 bulan. "
" Astaghfirullah, Ikbal benar nak kamu yang melakukan nya? " Bentak Ibu Meri.
" Maaf, Saya tidak bisa menikah dengan kamu. Pernikahan ini batal."
" Nggak bisa, nggak bisa Puspita. Saya mencintai kamu, Saya tetap akan menikahi kamu."
" Menikah, tapi mendua begitu. Saya bukan orang bodoh, saya nggak akan mau di madu."
" Pernikahan kita sudah terdaftar di ke Polisi an, kamu nggak bisa membatalkan nya."
" Kenapa takut, kamu takut kena sanksi? "
Ikbal diam tak bisa berkata - kata lagi, dan seakan mulut nya terkunci.
" Lebih takut mana, sanksi dunia atau sanksi akhirat? "
Plaaakkkk...
Ibu Meri menampar pipi Ikbal, dan Ikbal hanya diam dan menundukkan wajahnya. Sedang kan Mawar hanya bisa menangis.
" Memalukan, kamu sudah bikin keluarga besar kita malu Ikbal."
__ADS_1
" Maaf. "
" Bagaimana ini Pak Bu, ulah anak kalian. Saya sudah nggak punya muka, dengan kejadian seperti ini. Undangan pun sudah tersebar." Ucap Pak Anto.
" Mawar, kamu Pantas menjadi istri Ikbal. Anak kamu butuh sosok seorang Ayah, Saya mundur."
" Maaf kan Saya hiks... hiks... hiks... "
" Kamu tidak salah, yang salah pacar kamu yang tidak bertanggung jawab."
Flashback On
" Kamu yakin malam ini ingin tahu kebenarannya?" Tanya Heru saat menjemput Puspita, dengan secara sembunyi - sembunyi.
" Saya ingin tahu sekarang, dari pada suatu saat nanti Saya baru kecewa."
" Kakak antar kamu."
Sebuah mobil membawa Puspita ke suatu tempat, dimana tempat wanita tersebut tinggal. Heru mengetahuinya saat dirinya mencoba mengikuti Ikbal dan wanita tersebut ke sebuah klinik untuk memeriksakan kehamilan wanita tersebut.
" Ini rumahnya." Ucap Heru setelah sampai di depan rumah wanita yang bersama dengan Ikbal.
Puspita dan Heru pun turun dari mobilnya, dan mengetuk pintu rumah tersebut.
Tok.. Tok..
" Assalamualaikum." Sapa Heru memberi Salam.
Terdengar langkah kaki dari dalam membuka pintu rumah yang terkunci.
" Walaikumsalam." Balas wanita paruh baya saat membuka pintu.
" Mawar? " Jawab Ibu tersebut.
" Iya Mawar, Kami temannya." Ucap Heru.
" Silahkan masuk, Ibu panggilkan Mawar nya dulu."
Heru dan Puspita pun masuk, dan duduk di sofa panjang ruang tamu. Dan mata Puspita tertuju pada satu photo yang membuat jantungnya terasa berdegup kencang. Puspita melihat photo Ikbal bersama Mawar, Ikbal yang mengenakan seragam Polisi nya, dan Mawar dengan kebaya membawa buket Bunga.
" Siapa ya? " Mawar datang bersama Ibu nya menemui Heru dan Puspita.
" Kamu nggak kenal mereka? "
Mawar menggelengkan kepalanya, sambil menatap ke arah Heru dan Puspita.
" Maaf Mawar, kenalkan Saya Heru dan ini Puspita."
" Ada perlu apa ya? " Tanya Mawar sambil menjatuhkan pantatnya di sofa bersama Ibu nya yang duduk di samping nya.
" Maaf, mungkin kamu nggak kenal kami, tapi kami tahu kamu siapa. Saya kemari membawa calon istri Ikbal yang akan menikah besok."
Seketika Mawar tercengang kaget dan melirik ke arah Puspita, begitu pun Puspita menatap ke arah Mawar.
" Saya minta maaf, maaf kan saya." Ucap Mawar tertunduk.
" Saya tidak akan menggagalkan pernikahan kalian, asal A Ikbal mau menerima anak ini Saya sudah sangat bersyukur."
" Sudah berapa lama kalian main belakang?" Tanya Puspita.
__ADS_1
" 3 tahun." Jawab Mawar.
Puspita tak kuasa menahan air mata nya, lalu mengusap air mata yang jatuh membasahi kedua pipi nya.
" 3 tahun ya, sudah sama saya."
" Maaf, kami saat itu bertemu. Dan kami bertukar nomer ponsel, kami memang telah putus 1 tahun, akibat pertemuan itu dan sering komunikasi, kami menjalin hubungan lagi. Tapi rasa dia sama Saya berbeda dari yang dulu, dia sangat mencintai kamu."
" Kalau dia memang mencintai Saya, kenapa kalian melakukan hubungan intim di luar nikah, katanya sekedar have fun, tapi apa lihat hasil dari perbuatan kalian." Ucap Puspita.
" Maaf kan Saya, keadaan seperti ini Saya tidak akan menggagalkan rencana pernikahan kalian. Saya hanya ingin dia mengakuinya saja sudah bersyukur."
" Kamu bilang seperti itu, hati wanita mana yang nggak sakit sudah tahu di depan mata suaminya menafkahi anak dari selingkuhan nya, bahkan lama - lama kamu nanti minta di nikahin juga kan. Mohon maaf, Saya nggak mau."
" Disini Saya yang salah, sudah jadi orang ketiga yang datang dari masa lalu."
" Kamu besok datang ke pernikahan Saya, nanti teman Saya yang duduk di samping Saya akan menjemput kamu."
Flashback Off
" Saya batalkan pernikahan ini, maaf..!! " Ucap Puspita pergi meninggalkan tamu Undangan.
" Puspita...!! " Ikbal mengejar Puspita namun dirinya langsung di pukul oleh Heru.
Buuugghh..
Buuugghh..
Plaaakkkk...
" Jangan pukuli A Ikbal , stop kak." Teriak Anggi mencoba memisahkan Heru yang memukuli Ikbal.
" Kamu sudah menyakiti hati Puspita, Saya pernah bilang kalau saja kamu sampai menyakitinya Saya nggak akan tinggal diam."
Ikbal hanya diam dengan wajah yang sangat kacau,sedangkan kedua orang tuanya pergi meninggalkan nya karena rasa malu yang tak tertahankan.
*******
Hiks... hiks... hiks....
" Apa saya nggak Pantas untuk bahagia, dua kali gagal. Pertama lamaran yang gagal, kedua pernikahan yang gagal." Ucap Puspita sambil mengusap air matanya.
" Sabar, mungkin belum jodohnya." Ucap Fatimah.
" Saya selalu di kecewakan laki -laki, hiks... hiks... dengan kejadian ini Saya nggak akan pernah lagi percaya dengan naman ya laki - laki."
" Jangan bicara seperti itu, tidak semua laki - laki itu brengsek." Ucap Evi.
" Benar kata Evi, tidak semua laki - laki brengsek, buktinya kak Heru baik." Ucap Anggi.
" Iya, kak Heru menyelamatkan kamu." Ucap Ida.
" Jujur, saat itu Saya dan Ida sudah curiga sejak 3 tahun yang lalu. Namun kita tepis kecurigaan , kita nggak mau salah paham." Ucap Evi.
" Kalian kenapa nggak cerita, Saya kecewa."
" Maaf..!! "
Hiks.. hiks.. hiks...
__ADS_1
" Peluk...!! " Ucap Puspita sambil merentangkan kedua tangan nya. Lalu ke lima sahabat itu saling berpelukan.