Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Pilihan Yang Sulit


__ADS_3

" Mamah makasih ya sudah Mau kuncir rambut Berlin."


" Sama - sama sayang."


Berlin membalikkan tubuh nya dan menatap wajah Gladis.


" Mamah apakah Papah sama Mamah bisa bersatu atau bersama untuk Berlin? "


" Tentu sayang, kita akan bersatu."


" Mamah yang pergi kemarin bagaimana? "


" Mamah siapa, dia bukan mamah kamu."


" Mamah sambung."


" Jangan sebut mamah sambung, hanya satu mamah kamu, yaitu mamah Gladis. Kamu bantu mamah, agar Papah bersama kita kembali."


" Berlin janji Mah. " Ucap Berlin sambil memeluk tubuh Gladis.


******


" Ya Allah Yank, kenapa kamu nggak pernah angkat telepon Mas, bahkan chat pun nggak di balas. "


Galih sudah ratusan kali mencoba menghubungi Puspita namun tak pernah mendapatkan respon.


Galih pun membanting ponsel nya di atas kursi , lalu menjatuhkan pantatnya di kursi nya.


" Yank , jangan buat Mas tersiksa seperti ini."


******


" Jadi suami kamu punya anak dari kekasih nya yang dulu? " Tanya Heru saat mendapatkan pesan dari Pak Anto yang menghubungi nya untuk datang ke rumah.


" Iya Kak. " Jawab Puspita singkat.


" Terus kamu sendiri bagaimana? "


" Saya nggak bisa menerima kehadiran anak nya, Saya belum siap apalagi mantan nya menginginkan Mas Galih. "


" Kamu jangan menyerah dong. "


" Kak, anak itu butuh sosok Ayah, dan perempuan itu bilang akan ambil apa yang jadi hak nya, apa kakak mau melihat Saya di dua kan berbagi suami.Istri mana yang rela berbagi cinta. "


" Kamu secara ingin minta pisah? "


" Seharusnya bisa memilih pilih Saya dan tinggal kan mereka, atau pilih mereka tinggalkan saya."


" Anak kecil itu tidak salah, dia tidak tahu apa - apa, hanya orang tua nya yang salah."

__ADS_1


*******


" Papah kecewa menyetujui Puspita menikah dengan Galih, sejak awal lelaki itu hanya biang masalah. Kenapa nggak kamu saja Heru yang menjadi menantu Papah, dan kamu memilih mundur."


" Maaf kan Saya Pah, Heru lakukan ini demi hubungan yang sehat."


" Sehat apa nya, tetap saja anak Papah menderita."


" Kita belum jodoh pah. "


" Bisa saja kalian berjodoh, Papah lebih senang kamu menjadi menantu Papah."


*******


Braakkk..


" Kurang ajar kamu Amel...!!! " Bentak Ibu Eva yang tiba - tiba masuk ke rumah mantan suami nya dan membuat Pak Rudi dan Ibu Amel kaget.


" Apa - apaan kamu Eva." Ucap Pak Rudi dengan nada sedikit keras.


" Kamu rupanya menutupi aib keponakan kamu saat tahu dia hamil, dan setelah Galih menikah dan punya anak malah kamu datangkan anak itu diantara Galih dan Puspita."


"apa ini maksud nya Amel." Ucap Pak Rudi.


" Mba, dengarkan Penjelasan Saya. Ini semua nggak seperti yang mba kira. Gladis memang hamil dan punya anak dari Galih, Saya tahu saat Galih sudah menikah."


" mba, Berlin harus tahu siapa Papah nya, Berlin sudah besar dia juga butuh kasih sayang orang tua yang lengkap tidak hanya Panji dan anak yang sedang di kandung Puspita. Berlin juga berhak, dan Gladis juga berhak mengambil apa yang harus di miliki nya, karena semuanya salah Rena."


"Kamu tahu semuanya terlambat bila ingin menikah dengan Galih, mungkin Galih akan bertanggung jawab terhadap Berlin bukan untuk menikah Ibu nya."


" Saya mohon mba agar Galih menikah Gladis, Berlin butuh sosok orang tua yang lengkap."


" Amel, kamu kenapa tidak cerita sama Saya, apa yang sedang terjadi terhadap Galih. Saya nggak habis pikir rumah tangga anak Saya di ujung tanduk, dan kamu pun tahu masalah ini."


" Maaf kan Saya Mas, maaf kan saya."


*******


Galih memarkirkan motornya tepat depan teras rumah, dan saat hendak akan turun Galih melihat Berlin duduk di depan pintu rumah nya.


" Berlin mamah kamu mana? " Tanya Galih berjalan menghampiri Berlin.


" Mamah sedang pergi di panggil warga untuk membantu orang melahirkan, kata Mamah suruh menunggu disini sampai Papah pulang." Jawab Berlin.


" Kamu sudah makan? "


" Belum pah."


" Kita makan sama - sama."

__ADS_1


Galih pun membawa Berlin masuk ke dalam rumah nya, Berlin melihat sebuah photo pernikahan Papahnya dengan wanita lain, yang Berlin kenal.


" Mamah belum pulang Pah? "


Galih terdiam dan masih fokus menata lauk dan nasi di atas piring.


" Mamah pergi karena Berlin ya Pah, maaf kan Berlin kalau memang Berlin tak di anggap. Pantas sejak dulu Mamah sama Papah tidak peduli sama Berlin."


Galih menaruh piring di atas meja makan, dan terlihat Berlin menundukkan kepala nya.


" Sayang, Papah tidak tahu kalau kamu itu ada,maaf kan Papah nak kalau Papah terlambat untuk mengetahui kamu. Tapi kehadiran kamu Papah nggak pernah menolak, karena kamu adalah darah daging Papah. "


" Berlin tetap sayang sama kalian, hanya satu yang Berlin ingin Mamah Papah ada di Sisi Berlin."


******


Puspita memandang ponselnya yang penuh panggilan tak terjawab dari Galih bahkan chat yang belum dia baca sama sekali.


Puspita hanya memeluk bantal guling, sambil menatap ponselnya yang beberapa menit lalu terus berkedip.


" Nak, kamu makan dulu Mamah sudah menyiapkan makanan untuk kamu." Ucap Pak Anto


" Puspita belum lapar pah."


" Makan nak, kasihan anak kamu."


" Nanti lagi Pah, kalau lapar Puspita akan makan."


" Apa kamu masih memikirkan lelaki brengsek seperti dia, buat apa kamu ratapi, setelah anak kamu lahir minta cerai, kamu ajukan gugatan perceraian, Papah akan bantu urus agar proses perceraian kamu di permudah."


Pak Anto pun beranjak pergi meninggalkan Puspita yang hanya berbaring di tempat tidur, tak terasa saat Papah nya keluar dari kamarnya Puspita meneteskan air mata nya.


***


" Pah mana Puspita? " Tanya Ibu Rosi, Ibu sambung Puspita.


" Masih di kamarnya." Jawab Pak Rudi yang sudah siap untuk menyantap makan malam nya.


" Jadi bagaimana dengan pernikahan nya Pah?"


" Papah minta setelah melahirkan untuk urus perceraian, Puspita harus mengajukan gugatan cerai."


" Kalau Galih tidak mau bagaimana? "


" Saya nggak akan sudi bila anak Saya di madu, disini paham kan kenapa Saya meminta Puspita untuk gugat cerai."


" Bagaimana kalau mereka masih saling mencintai? "


" Selamanya Saya nggak sudi punya menantu Galih, kenapa Saya dulu melarang hubungan dengan dia, Saya lebih setuju Heru menjadi menantu Saya, setelah mereka cerai Papah ingin Heru yang menjadi suami Puspita."

__ADS_1


__ADS_2