
9 Bulan Kemudian
" Maaf sayang untuk persalinan anak kita, Mas nggak bisa menemani karena Mas Satgas luar negeri."
" Minta doa nya saja mas, biar proses persalinan nya lancar."
" Amin, nanti ingat untuk anak perempuan kita nama yang Mas sudah siapkan."
" Iya Mas, Saya akan pakai nama itu."
Saat sedang melakukan panggilan video dengan Galih, perut Puspita terasa sangat sakit dan langsung meremas dasternya.
Aaaawwww
" Mas, seperti nya Saya Mau melahirkan."
" Di rumah ada siapa yank? " Tanya Galih Panik.
" Nggak ada siapa - siapa Mas." Jawab Puspita yang sudah merasakan sangat mulas.
" Aduh Yank jadi gimana? " Ucap Galih panik.
" Nggak tahu mah, perutnya sakit banget."
Aaarrrgggghhh
Puspita mengejan, saat perut nya berkontraksi, sehingga membuat Galih yang melihat nya sangat panik.
" Puspita..!! Terdengar suara Pak Anto memanggil nya, dan terdengar juga oleh Galih.
" Yank, suara papah yank. " Ucap Galih.
" Pah... tolongin Puspita..!!! " Teriak Puspita.
" Nak kamu kenapa? " Tanya Pak Anto panik saat mendengar Puspita berteriak minta tolong.
" Pah, Saya Mau melahirkan tolong pah..!! "
" Ya kita ke rumah sakit."
*****
" Mas Puspita bagaimana? " Tanya Tante Tini yang masih mengenakan seragam nya dari Kantor langsung ke rumah sakit saat mendengar kabar dari kakak nya.
" Bagaimana Mah? " Tanya Om Waluyo."
" Di dalam." Jawab Tante Tini.
Sedang kan Galih yang terus memantau melalu panggilan video melalui Tante Tini.
__ADS_1
" Terus Bu dorong." Ucap Dokter kandungan yang menangani proses persalinan Puspita.
Aaarrrgggghhh
Huh.. huh...
Eeeeegghhhh
" Terus Bu sedikit lagi."
Aaarrrgggghhh..
Owak... owak... owak...
" Alhamdulilah, anaknya perempuan Bu sehat, komplit." Ucap Dokter kandungan yang menangani proses persalinan Puspita.
Puspita menatap haru bayi yang baru saja di lahir kan nya, sehingga membuat air mata nya keluar dari sudut kelopak mata nya.
*****
Galih mengadzani Putri kecil nya, yang kini berada di dekapan Puspita, wajah lucu yang masih merah membuat Galih yang berada jauh disana menangis terharu.
" Tunggu Papah pulang ya nak."
" Anak kita lucu ya mas." Ucap Puspita.
" Iya sayang, tunggu Papah nak."
" Nama yang sudah di pilih sama Mas Galih adalah Ananta Gayatri Rumi yang artinya seorang pemimpin yang cerdas dan cantik. Nanti oma sama opa panggilnya Rumi."
" Nama yang cantik seperti anak nya." Ucap Tante Tini.
*****
Ibu Eva, Pak Rudi serta Galuh, Alexa dan Bagas, Panji, dan anak Galih dan Alexa Nanda yang masih berumur 3 bulan.
" Kita jadi rame ya, cucu nya kumpul semua." Ucap Pak Rudi.
" Alhamdulilah kita di kasih keluarga yang sempurna, dan Cucu - cucu yang lucu - lucu serta pintar." Ucap Ibu Eva.
" Makasih semua nya sudah pada nengok Rumi, makasih untuk hadiahnya."
" Galih pasti kangen berat, dan nggak pernah bolong selalu ingin melihat Rumi ." Ucap Galuh.
" Dia sering telepon Mas, hampir sehari ada 10 kali." Ucap Puspita.
1 Tahun Kemudian..
Puspita dengan menggendong Rumi menyambut kedatangan Galih di Bandara, satu tahun tak bertemu kini kedatangan nya di sambut istri dan Rumi.
__ADS_1
" Sayang apa kabar? " Sapa Galih sambil memeluk anak dan istri nya.
Peluk cium tak lupa Galih berikan, terutama untuk Rumi, Galih menggendong Rumi namun Balita tersebut menangis saat di gendong oleh Papah nya.
" Rumi ini Papah sayang." Ucap Galih.
" Rumi kalau sama orang asing suka nangis, sama kayak Papah nya kan baru lihat.
****
Galih melepas rindu dengan keluarga kecil nya, Rumi yang sedikit demi sedikit Mau di ajak sama Papah nya.
Tak pernah Mau melepas Rumi, hingga perhatian ke Puspita teralih pada Putri kecil nya.
" Sekarang sih lebih dekat sama Rumi ya, dari pada mamah nya di lupakan." Sindir Puspita.
" Ya nggak lah Mah, Papah kan kayak gini karena saat lahiran Rumi Papah nggak disini, seakan kepulangan sekarang terbayar semua mah."
" Makasih ya Pah, untuk semua cinta dan sayangnya."
" Sama - sama sayang, kamu telah melahirkan anak dari Mas, terima kasih untuk segala kesabaran Mamah hidup bersama Papah."
Puspita memeluk tubuh Galih, Putri kecil nya seakan tak rela Papah nya memeluk tubuh Mamah nya dengan memukul wajah Mamah nya.
" Lihat tuh Pah, Rumi nggak boleh Mamah nya meluk Papah. " Ucap Puspita.
" Rumi cemburu ya sayang sama Mamah."
Rumi tersenyum hingga membuat Puspita dan Galih sangat gemas melihat tingkah lucu Putri kecil nya.
" Mah, mulai sekarang Papah pindah tugas disini, kita bisa kumpul sama - sama."
" Serius Pah? "
" Benar Papah serius. "
" Jadi nggak LDR an lagi ."
" Iya, kita nanti akan selalu ketemu setiap hari. Nanti kita tinggal di rumah sendiri, kita jangan merepotkan Tante sama Om. "
" Mas sudah ada pilihan rumah nya?"
" Sudah Mas jauh - jauh hari menyiapkan rumah untuk kita bertiga, kita mulai dari awal untuk menjadi keluarga yang bahagia dunia akhirat."
****************END*****************
Terima kasih untuk All Readers yang dari awal mengikuti kisah ANTARA 3 ABDI NEGARA. Terus mampir ke Karya - karya Saya, dan yang belum baca Karya ke 6 ( CINTA ABDI NEGARA) UNTUK MU SANG PEMIMPIN, mampir ya.. kasih Like, vote, hadiah ,nilai ⭐⭐⭐⭐⭐dan jangan lupa jadikan favorite di rak baca kalian.
I love you All..... 😍😍😍
__ADS_1
Kita Sama sebagai seorang Abdi Negara, mengabdi untuk Negara tercinta. Dimana di balik seragam yang kita kenakan Ada sebuah tanggung jawab.
Dibalik seragam kita, Ada Cinta yang tulus selain untuk Negara. Cinta untuk kamu Abdi Negara pujaan hati.