Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Ada Masa Lalu


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Oleh Galih berhenti tepat di sebuah rumah, dengan halaman yang luas, dan terdapat di depan nya seperti sebuah bangunan yang sengaja untuk suatu pertemuan.


" Kalian bisa tinggal disini sementara, dan jarak ke tempat tes dekat hanya 1 kilo dari sini." Ucap Galih.


Heru menurunkan dua koper milik nya dan Puspita, sedangkan Puspita masih tetap diam walau sesekali Galih melirik ke arah nya.


" Terima kasih, sudah mengantar kami."


" Sama - sama, kita kedalam yuk, tadi teman Saya sudah kasih kabar sama Pak Willy."


Galih , Heru dan Puspita pun berjalan menuju rumah kepala Desa yang akan di tempat oleh Heru dan Puspita sementara waktu.


Tok... Tok.... Tok...


" Assalamualaikum." Sapa Galih.


" Walaikumsalam." Balas seseorang dari dalam, lalu membukakan pintu nya.


" Pak Galih." Sapa Pak Willy.


" Maaf Pak, Saya mendadak kasih kabar Bapak. Ini yang tadi teman Saya telepon, mereka dari jawa sementara menginap disini karena besok akan ikut Tes CPNS."


" Oh.. iya.. iya.., Mari Saya tunjukkan rumahnya. Tapi hanya ada satu tempat tidur, bagaimana ini."


" Biar Saya tidur di kursi saja nggak apa - apa pak." Ucap Heru.


" Nggak, ada kamar kosong satu, bisa pakai, kalau di rumah ini yang sebelah biasanya di gunakan untuk tamu , Cuman hanya ada satu kamar, dan dari pada kosong Saya sering menyewakan rumah ini. "


Puspita dan Heru masuk kedalam rumah tersebut, rumah yang hanya satu kamar dan satu kamar mandi dan dapur itu tampak lebih bersih dan rapih.


" Saya istirahat dulu kak, capek." Ucap Puspita.


" Kakak di rumah Pak Kades ya, kalau butuh sesuatu hubungi kakak."


" Iya kak."


Galih hanya diam saat melihat interaksi antara Heru dan Puspita, sedangkan Puspita langsung memasuki Kamar nya.


****


" Abang kenal sama mereka? " Tanya Saeful.


" Kenal." Jawab Galih Singkat saat menyetir mobilnya.


" Seperti nya Bang Galih ada sesuatu sama wanita itu, soalnya dia terlihat nggak suka sama Abang." Ucap Aril.


" Cerita dong, kita pengen tahu ada apa kamu sama dia." Ucap Kemal.


" Benar, kata Bang Kemal, cerita dong Bang Galih." Ucap Dito.


" Dia mantan saya."


" Mantan..!!! " Ucap meraka serentak.


" Kita putus, gara - gara saat lamaran saya nggak datang, karena harus menikah dengan Rena. "

__ADS_1


" Jadi kamu di jodoh kan? " Tanya Kemal.


" Ceritanya Panjang." Jawab Galih.


******


" Ayah...!! "


Anak laki - laki berlari saat mengetahui Ayah nya pulang, dan langsung dia gendong dan menciumi kedua pipi yang tembem.


" Kok Bagas belum tidur? " Tanya Galih saat menggendong anak tirinya.


" Bagas nunggu Ayah." Jawab Bagas sambil mengalungkan kedua tangan nya di leher Galih.


" Mas Galuh sudah pulang." Ucap Rena sambil mencium punggung tangan Galih.


" Kapan kamu benar mengucapkan nama Saya, jangan sebut lagi Galuh, Saya Galih." Ucap Galih sambil mengusap perut Rena yang sedang hamil 7 bulan.


" Kamu Mas, sudah 4 tahun masih saja nggak ada perubahan. Saya apakah harus memeriksakan kamu ke kota besar atau ke luar negeri."


" Sudah ya, kata Dokter saraf kemarin bilang obatnya harus rutin, apalagi kondisi hamil begini, ini obat Mahal, karena obat ini nggak akan ada efek nya sama anak kita."


" Kamu juga harus minum obat."


" Iya, Saya rutin." Ucap Galih sambil menurunkan Bagas.


" Sudah 4 tahun, kamu masih menganggap Saya Galuh, sampai saya menerima kamu sebagai istri Saya, dan sedikit demi sedikit belajar mencintai kamu, hingga kamu hamil anak Saya. Galuh, seandainya kamu masih ada, mungkin Saya sudah menikah dengan Puspita."


******


Puspita pun sudah siap dengan pakaian hitam putih, dan hijab warna hitam. Dengan di antar oleh Heru meraka telah sampai di lokasi diadakannya Tes CPNS tersebut.


" Bismillah, doain ya kak."


" Selalu."


Saat Puspita memasuki ruangan untuk mengikuti Tes, Galih menghampiri Heru yang sedang menatap Puspita masuk.


" Kamu apakah mencintai Puspita? " Tanya Galih.


Heru menoleh ke samping saat melihat Galih sudah berdiri di samping nya.


" Kalau nggak Cinta, buat apa Saya antar dia jauh - jauh kemari." Jawab Heru.


" Apa kamu yakin, Puspita sangat mencintai kamu saat ini? "


" Bukan urusan kamu, lebih baik kamu nggak usah bertanya tentang Puspita, karena kamu adalah bagian masa lalu. "


******


Puspita menegak habis air mineral yang di belikan oleh Heru, saat selesai mengikuti tes.


" Gimana soalnya? "


" Bisa lah, kan awali dengan baca Bismillah , Alhamdulilah lancar."

__ADS_1


" Good, kakak doa kan hasil nya memuaskan."


" Amin.. !!! "


Dari jauh Galih memandang Puspita dan Heru yang sedang saling mengobrol sesekali di selingi tawa.


" Kenapa saat melihat kamu kembali, rasa ini seakan tumbuh lagi."


Galih pun beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut, menuju ke arah motor nya.


****


Jantung Puspita dag dig dug, Puspita tak menentu rasa nya saat ini, saat menunggu hasil nilai. Saat sudah muncul, Puspita mencari namanya, dan mendapatkan nilai tertinggi.


" Alhamdulilah Kak, saya lulus. " Puspita meloncat - loncat kan tubuh nya, hingga tanpa sadar memeluk tubuh Heru.


" Maaf kak, maaf Saya terlalu bahagia."


" Selamat ya, masih ada tahap lagi, satu lagi penentuan yang belum keluar."


" Semoga saja lulus."


" Amin... ya Allah."


*****


" Puspita." Sapa Galih.


Puspita menoleh ke arah Galih, dan melanjutkan langkah nya.


" Tunggu." Galih berlari kecil memegang tangan Puspita.


" Please, Mas ingin bicara. "


" Bicara apa lagi Mas? "


" Selamat, semoga hasil kedua kamu lulus."


" Makasih."


" Puspita, apa nanti kalau kamu sudah tugas disini bila lolos, kita masih bisa komunikasi?"


" Saya menyesal, tahu Mas Dinas disini saya nggak mendaftar disini, tapi tempat lain."


" Maaf kan Mas, maaf kan kesalahan Mas."


" Maaf Mas, terlalu sakit, Saya sudah tidak mood untuk bertemu seperti ini, saat Saya kembali disini dengan jabatan yang berbeda Saya harap kita tidak lagi bertemu."


*****


Heru dan Puspita kini sudah ada di dalam pesawat untuk kembali pulang. Dan tampak terlihat Puspita sudah memejamkan mata nya.


" Entah hati kamu akan memilih siapa nantinya"


Ucap Heru saat memandang Puspita yang sedang tertidur lelap, dan dirinya pun ikut memejamkan mata nya.

__ADS_1


******


" Saya harus cari cara, agar mereka bersatu." Ucap nya .


__ADS_2