
Maaf ya.. kalau part akhir - akhir ini kurang ngena, soalnya Saya lagi sibuk di dunia nyata, Yang harus setiap hari perjalanan Dinas, mungkin sampai beberapa hari ke depan.
Karena capek, otak harus di bagi dua antara bikin alur cerita yang ngena, dan dengan setumpuk berkas.
Semoga lelah Saya dengan karya yang Saya bikin kalian suka, dan bisa terbawa suasana 🙏🙏🙏
" Vera...!!! "
" Kak Heru..!!! "
" Maaf Vera Saya nggak sengaja, kita ke rumah sakit ya? "
" Makasih kak, ini salah Saya."
" Nggak, kamu harus ke rumah sakit. Kakak nggak mau luka kamu nanti infeksi."
" Baiklah kalau kakak maksa."
" Bukan maksa, tapi tanggung jawab."
*****
" Makasih ya kak, sudah bawa Saya ke rumah sakit. "
" Sama - sama, oh iya tadi kamu Mau kemana sampai ke tabrak mobil Saya? "
" Saya buru - buru kak mau kerja."
" memang nya kerja dimana? "
" Kerja di bekas kampus kita dulu."
" Oh iya, bagian apa? "
" Administrasinya."
" Boleh Kakak minta nomer ponsel kamu, siapa tahu setelah ini kita bisa saling silahturahmi."
" Boleh."
******
Galih sedang packing pakaiannya ke koper, seragam nya sudah dia kenakan lengkap. Puspita hanya duduk sambil menatap suami nya yang sebentar lagi akan kembali berdinas.
" Apa nggak bisa di tunda besok lagi? "
Galih menghentikan kegiatan memasukan pakaiannya, lalu mendekati Puspita yang sedang duduk di Sisi tempat tidur.
" Yank, doa kan Saja semoga kita bisa berkumpul."
" Besok ya balik nya."
" Nggak bisa sayang, Mas nggak bisa karena Mas harus kembali bertugas. "
" Ikut..!! "
" Kamu sebentar lagi kan melakukan operasi, terus mulai Dinas di tempat yang baru, kalau ada waktu libur panjang, bisa berkunjung Kesana nanti Mas atur semuanya."
" Boleh minta peluk sama cium?" Pinta Puspita dengan nada sedikit manja.
" Boleh, kamu bebas peluk dan cium Mas sesuka hati."
Puspita pun lalu mendekatkan wajahnya pada Galih, mencium bibir nya dan saling *******, hingga ciuman pun berubah jadi panas, dan sadar akan sama - sama saling menuntut, Puspita dan Galih mengakhiri ciuman nya.
" Jangan memasang seperti ini, bisa - bisa Mas nanti kebablasan."
" Jangan lupa kasih kabar."
" Iya sayang."
" I love you."
" I love you too."
__ADS_1
Puspita pun mengantar Galih hingga masuk kedalam mobil yang akan mengantar nya ke Bandara.
Puspita memeluk pinggang Mamah mertua nya, isak tangis saat melihat mobil yang membawa suaminya pergi.
" Sundah jangan menangis, Galih pasti setiap hari kasih kabar."
" Puspita sudah kangen bu sama Mas Galih."
" Belum ada 5 menit."
" Mamah kan sudah terbiasa di tinggal Mas Galih, sedangkan saya baru nikah berapa hari sudah di tinggal. "
" Nak, Galih pergi juga tidak hanya tugas untuk negara saja, tapi tugas untuk kamu juga memenuhi tanggung jawab nya sebagai seorang suami."
" Insya Allah Mah, saya kuat menahan rindu yang sangat dalam ini."
****
Di Bandara Galih duduk di kursi tunggu, sambil menunggu pesawat yang akan membawa nya kembali tugas dimana dirinya bertemu kembali dengan istrinya.
Galih memandang photo Puspita dan dirinya saat setelah menikah, raut wajahnya tampak menahan rindu, padahal baru beberapa menit berpisah.
" Sayang, Mas sudah kangen sama kamu. Bagaimana besok, dan besok nya lagi, mungkin rasa rindu ini akan meledak tak kuat Mas tahan."
" Galih...!!! "
Sontak kaget Galih memandang seorang wanita Yang berdiri di depan nya dengan tersenyum ke arah nya.
******
" Mamah sedang apa? " Tanya Puspita menghampiri mamah mertua nya.
" Ini mamah habis nelpon kenalan mamah yang bekerja di rumah sakit tulang, untuk mengecek jadwal operasi kamu kapan, dan katanya data kamu sudah di terima."
" Ini juga sedikit - sedikit sudah ada perkembangan."
" Syukur lah Alhamdulilah."
" Makasih untuk apa?"
" Sudah peduli sama Puspita."
" Kan kamu istrinya Galih, jadi kamu juga sama saja anak nya Mamah."
" Makasih mah." Ucap Puspita sambil memeluk tubuh Ibu Eva.
******
" Kenapa Puspita belum pulang? "
" Mas, Puspita disana sampai jadwal operasi nya, dia nggak pulang kesini."
" Dia apa mau ikut suaminya kesana."
" Mas, kalau mau ikut juga hak dia."
" Bagaimana dengan tugas nya sebagai Abdi Negara apa dia ingin pensiun dini." Ucap Pak Anto dengan nada tinggi.
" Mas, dia kan di Dinas pendidikan, saat ini dia masih proses cuti, beberapa bulan lagi libur, dia mulai bekerja ajaran baru, dan pas masa pemulihan Puspita masuknya cepat, karena kita mengusahakan pengobatan yang terbaik. "
" Jadi mereka kapan akan mendaftarkan pernikahannya? "
" Mas serius?"
" Anak saya sudah menikah sama laki - laki itu, dan terus juga mau bagaimana lagi, pasti mereka sudah tidur bersama, anak saya sudah terlanjur di tiduri sama dia."
" Di tiduri wajar lah mas, orang suaminya."
" Jadi kapan? "
" Sabar Mas, ada proses nya, Galih juga lagi persiapkan semuanya, saya juga disini membantu apa yang di butuh kan."
******
__ADS_1
" Kamu tujuan ke mana?" Tanya Galih.
" Ke kota F." Jawab Gladis
" Sama tujuan kita, di dekat mana tepatnya."
" Puskesmas Xxx. "
" Itu dekat sama saya."
" Oh ya, wah kita bisa CLBK."
Galih tersenyum ke arah Gladis, dan segera mengangkat ponselnya saat ponselnya berdering.
*****
" Kok Mas Galih belum kasih kabar ya, seharusnya sudah sampai."
Ponsel Puspita berdering, wajah Puspita bersinar saat suara ponselnya berdering, namun senyumnya kembali cemberut karena yang menelepon bukan suaminya.
" Hallo...!! "
" Puspita, kamu dimana? "
" Saya di luar kota."
" Kamu kenapa nggak kasih kabar kalau kamu menikah. "
" Maaf kan saya, karena pernikahan saya mendadak."
" Selamat menempuh hidup baru."
" Makasih Aa, maaf ya nggak kasih kabar."
" Aa masih boleh kan berteman sama kamu? "
" Boleh Aa siapa sih yang nggak boleh temenan. Saya sekarang ingin melupakan masa lalu , Saya ingin menatap kedepan, semuanya kesalahan Aa sudah Saya maafkan."
*****
" Mas, kenapa baru kabari? "
" Maaf sayang, ini mas baru sampai tadi capek ketiduran."
" Saya khawatir Mas, takut ada apa - apa."
" Maaf sayang, mas rubah panggilan video call ya."
Lalu Galih menghubungi Puspita beralih ke panggilan video call.
" Mas di kamar? "
" Iya sayang, mas di kamar. "
" Mas belum makan ya? "
" Belum, tadi datang - datang langsung tidur."
" Yank, mas mau pindah di rumah Kades , mas tempatin rumah yang kamu sewa, mas nggak mau saat kamu kesini tinggal disini."
" Terserah Mas saja, terus juga masih banyak barang - barang Saya mas disana. Kalau Mas sempat paketin saja ke alamat rumah tante Tini."
" Iya besok Mas kesana."
" Jangan lupa makan nanti sakit."
" Iya sayang, yaudah mas mau mandi dulu ya."
" I love you."
" I love you too."
Puspita pun mematikan ponselnya, dan lalu merebahkan di tempat tidur milik Galih, sambil memeluk bantal guling dan menatap ke arah photo Galih yang sedang memegang senjata saat sedang Satgas luar negeri.
__ADS_1