
" Jadi sekarang Kuliah sambil kerja? "
" Iya, bareng sama Kak Heru satu kantor bahkan satu ruangan sama dia."
" Berdua? "
" Nggak, ada sekitar 5 orang lah."
" Yank, kalau sudah menikah nanti, apa ingin menjadi wanita karier? "
" Cita - cita Saya ingin jadi ASN A, seperti di keluarga Saya, semuanya Abdi Negara."
" Apakah nggak ingin di rumah saja, mengurus rumah dan anak? "
" Aa nggak suka ya punya istri kerja kantoran?"
" Jujur Aa ingin wanita yang di rumah mengurus suami, dan anak saja. Biar suami yang cari nafkah."
" Tapi Saya ingin mencapai cita - cita Saya A. "
Ikbal menarik nafasnya panjang, dan membelai pipi kiri Puspita.
" Sekarang boleh, tapi maaf bila sudah menikah Aa harap meninggalkan cita - cita kamu."
Puspita hanya diam, dan membuang wajah nya. Ada rasa kecewa, namun suatu saat nanti dirinya harus menuruti apa yang di katakan suami nya.
" Aa, serius Mau ngajak nikah Puspita? "
" Iya setelah kamu wisuda, Aa ingin melamar kamu."
*******
" Wajah kamu bahagia sekali? " Tanya Pak Rudi.
" Bagaimana nggak bahagia, Heru sekarang setiap hari ketemu sama Puspita." Jawab Ibu Imah.
" Benar nak, apa yang di katakan sama Ibu kamu? "
" Iya Ayah, Heru menawarkan dia honor di kantor dimana tempat Heru Dinas. Kebetulan sedang membutuhkan satu tenaga untuk bantu - bantu. Sambil Jalan lah, mudah - mudah an tes nanti Puspita lulus."
" Amin...!!! " Ucap Pak Rudi dan Ibu Imah.
" Kamu ajak main lagi kesini dong, Ibu kangen."
" Kapan - kapan saja ya bu."
*******
" Say, kamu sekarang nggak pernah lihat di kelas, kemana kamu? " Tanya Anggi.
" Saya sekarang honor bareng sama Kak Heru." Jawab Puspita.
" Serius, terus A Ikbal bagaimana? " Tanya Anggi kembali.
" Dia sih, ngajakin saya nikah nanti setelah lulus. Lalu Saya nggak boleh kerja."
" Sia - sia dong kamu kuliah." Ucap Ida.
" Ya nggak sia - sia, memang sudah ada niat sekolah sampai tinggi. Walau hanya nanti gelar Diploma."
" Ya sih, kalau sudah menikah kita harus nurut apa kata suami." Ucap Fatimah.
" Kamu sendiri apa kabar hubungan sama Mas Nugi? " Tanya Puspita.
" Jujur ya, kita balikan lagi." Jawab Puspita.
" Alhamdulilah, kamu itu memang jodohnya." Ucap Puspita.
__ADS_1
" Sampai kamu sama pria lain juga Fat, Mas Nugi itu jodoh kamu." Ucap Evi.
" Mungkin, jujur se over protective nya dia, Saya nyaman sama dia."
" Kamu nggak ingin tahu kabar Mas Galih? " Tanya Fatimah.
" Ngapain, tanyain suami orang." Jawab Puspita.
" Dia sampai sekarang masih mencintai kamu."
" Alah, ucapan rayuan basi."
" Dia itu Menikah menggantikan saudara kembarnya Mas Galuh, Sama dia juga Tentara. Tapi kecelakaan saat 5 hari lagi mau Menikah. Si calon istrinya itu gila, saat tahu calon suaminya meninggal dunia, dan saat melihat Mas Galih dia sembuh, sampai sekarang. Dan memutuskan keluarga menikahkan mereka. "
" Memangnya si cewek nggak tahu apa pacarnya kembar?" Tanya Evi.
" Nggak kayak nya, karena mereka hidup terpisah. Mas Galuh ikut Almarhum Ayahnya, mas Galih ikut Ibu nya." Jawab Fatimah.
Puspita hanya diam,menundukkan wajahnya. Ada rasa take ikhlas, kecewa dan sakit.
" Terus, kalau dia masih mencintai saya, apa mungkin bersatu nggak kan. Saya tega melihat kehancuran rumah tangga orang, bagaimana pun Saya nggak Mau jadi orang ketiga." Ucap Puspita.
*******
Door..
Door..
Door...
Galih menembakkan senjatanya ke papan tembak saat sedang latihan menembak, tembak kan nya beberapa kali tepat sasaran.
" Nafsu banget kamu, tembakannya seperti melepaskan amarah." Ucap Nugi sambil memasukan peluru.
" Bagaimana kabarnya? "
" Apa dia memang sudah benar - benar melupakan saya."
" Belajarlah mencintai Rena, mungkin dia jodoh kamu. Allah mengirimkan Rena pada kamu dengan cara yang seperti ini."
" Saya nggak bisa."
" Belajarlah, setelah Rena sembuh, dia pasti akan menyadarinya bahwa kamu adalah Galih bukan Galuh tapi dia akan sadar perhatian kamu dan kasih sayang kamu, suatu saat kalian akan saling menerima."
" Saya terlalu mencintai nya, jujur Saya belum bisa melupakan Puspita."
*******
" A saya masuk dulu ya? " Ucap Puspita saat setelah turun dari motor Ikbal.
" Nanti pulang jam berapa? "
" Jam 4 sore, langsung ke Kampus."
" Aa jemput kamu."
" Jam sore sudah sampai ya sayang."
" Ok cintaku."
Puspita pun mencium punggung tangan Ikbal, dan saat itu Heru melihat mereka dari balik kaca ruangan nya.
******
" Ini laporan yang kamu harus input." Ucap Heru.
" Nanti ya Kak, Saya selesaikan laporan ini dulu." Ucap Puspita.
__ADS_1
Heru melihat ke arah jarum jam nya, dan saat nya jam makan siang.
" Kita istirahat dulu."
Puspita melihat jam di ponselnya dan langsung mematikan komputernya.
" Istirahat dulu Puspita." Ucap teman Heru.
" Iya Ibu, ini sedang beres - beres." Ucap Puspita.
Puspita dan Heru berjalan ke arah Parkiran beriringan, mereka menuju motor Heru.
Di perjalanan, saat berboncengan dengan Heru, sedang ada Razia gabungan. Motor Heru tepat berhenti saat petugas Polisi menghentikan motor nya.
" Selamat siang, mohon maaf perjalanan nya terganggu. Bisa tunjukkan surat - surat nya? " Ucap Polisi yang sangat dikenal oleh Heru.
Puspita pun turun dari motor milik Heru, Ikbal melirik ke arah Puspita dengan sinis. Merasa Ikbal menatap seperti itu, Puspita hanya menundukkan kepalanya.
" Silahkan lanjutkan perjalanan nya." Ucap Ikbal setelah Heru memperlihatkan surat - surat nya.
Puspita melirik ke arah Ikbal, kekasihnya hanya menatap diam. Sampai Puspita menaiki motor Heru, hingga berlalu.
*****
" Tadi pacar kamu kan? " Tanya Heru saat sedang makan siang di salah satu rumah makan.
" Iya. " Jawab singkat Puspita.
" Kayak nya dia cemburu sama Kakak."
" Mungkin." Ucap Puspita sambil tersenyum.
" Jadi nggak enak Kakak sama Pacar kamu."
" Sudah jangan di bahas, nanti juga mode semula lagi. Kalau cemburu itu, tandanya dia sayang."
******
" A, kok diam saja sih?" Tanya Puspita saat berboncengan dengan Ikbal.
" Dia itu Alumni kakak tingkat kamu kan Yank? "
" Iya, malah dia suka sama saya."
Ciiitttt...
Aaawwww...
Ikbal tiba - tiba mengerem mendadak motornya secara tiba - tiba.
" Aa jangan ngerem mendadak dong." Ucap Puspita kesal.
" Kamu tadi bilang apa Yank, suka sama kamu?"
" Iya suka sama Saya."
" Keluar kamu dari tempat kerja kamu?
" Kok keluar!!! "
" Aa nggak akan setuju kamu satu kantor dengan pria yang menyukai kamu. Lelaki kalau sudah suka, sebelum resmi menikah dia akan terus mengejar wanita yang dia sukai."
" A, dia juga nggak bakalan ganggu hubungan kita, dia juga tahu Aa Pacar saya."
" Pokoknya kamu keluar, Saya nggak Mau tahu."
" Saya butuh pekerjaan itu."
__ADS_1
" Lagian buat apa kerja, toh suatu saat kamu menikah dengan pria yang sekarang ada di depan kamu, kamu nggak boleh kerja. Jadi buat apa kerja disana, status Saya masih honorer."