Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Pilihan Yang Sulit


__ADS_3

Hiks... hiks... hiks...


" Puspita mohon pah..!!! " Puspita berlutut dengan masih sedikit menahan sakit nya di kedua kaki Papah nya.


" Puspita, bangun kamu jangan berlama seperti ini, kamu nanti sakit." Ucap Galih sambil mencoba mengangkat tubuh Puspita.


" Nggak Mas, Saya hanya ingin kita bersama, Puspita mohon pah.. tolong restui kami."


" Pergi dari sini kamu Galih, Saya tidak ingin melihat kamu lagi."


" Mas..!! " Bentak Om Waluyo.


" Apa - apa an ini? " Ucap Om Waluyo.


" Ini urusan saya dengan anak saya."


" Mas, Galih tulus mencintai Puspita, begitu juga Puspita. Ijin kan mereka bersama Mas, mereka saling mencintai."


" Cinta, apa yang di maksud dengan definisi Cinta menurut Galih. Apalah pria yang di depan mata saya ini, menjunjung tinggi arti cinta."


" Saya mohon Mas, Ijin kan mereka."


Aaaargghhh


Brakkkk


Pak Anto pergi meninggalkan rumah adiknya, dengan penuh emosi.


Hiks... hiks... hiks...


Galih memeluk tubuh Puspita dari belakang, yang sedang menangis, Om Waluyo menatap punggung kakak iparnya yang sudah pergi menggunakan motor nya.


" Om harus lakukan apa? "


Puspita mendongak kan wajah nya ke atas menatap ke arah om nya yang sudah di anggap sebagai ayah nya.


" Saya hanya ingin bersama Mas Galih." Ucap Puspita dengan suara yang lemah lalu pingsan di pelukan Galih.


" Yank, bangun...!!! "


******


" Pah, apa nggak menyalahi aturan menikahkan secara siri tanpa restu Papah nya? "


" Mah, kamu tahu mereka saling mencintai, jadi kita nikah kan mereka secara siri dulu nanti mereka menikah sah secara hukum. lain nya menyusul, yang penting satukan mereka dulu.


" Mas Anto akan marah."


" Biar tanggung jawab Saya, panggil mamah nya dan Adik kamu. Besok adakan nikah dadakan."


Galih yang sedari tadi menghubungi Nugi, akhirnya tersambung.


" Kamu besok datang lah ke rumah Tante Tini."


" Kamu ada disini? " Tanya Nugi dari seberang.


" Iya, tolong dampingi saya menikah dengan Puspita."


" Hah.. nikah!!!

__ADS_1


" Iya besok saya akan menikah dengan Puspita."


" Alhamdulilah, ok saya akan datang besok."


Setelah melakukan panggilan telepon nya, Tante Tini menghampiri Galih.


" Maaf kalau meminta paksa kamu menikahi Puspita, di awal kamu ingin menikah dengan restu Papah nya tapi kalian menikah tanpa restu Papah nya. "


" Restu dari keluarga besar sudah cukup Tante, maaf pernikahan mendadak ini saya nggak bisa memberikan apa - apa, tapi keluarga di saja sudah tahu dan akan melaksanakan resepsi nya disana."


" Puspita sangat mencintai kamu, jaga dia sejak kecil dia tak pernah mendapatkan kasih sayang dari Mamah Papah nya, dia sudah anggap sebagai anak tante, setelah tahu Papah nya menolak kamu, dan dia sangat sedih Tante sakit hati ini."


" Galih janji Tante, Galih akan menjadi suami yang selalu menyayangi Puspita. "


******


Hanya di hadiri oleh Ibu Lia dan suami nya, Nugi dan Fatimah, serta Tante Tini dan Om Waluyo dan Om Adi adik Tante Tini .


Galih pun dengan lantang mengucapkan janji suci di depan penghulu hingga kata SAH terucap.


Puspita yang kini resmi menjadi istri Galih pun mencium punggung tangan suami nya, senyum bahagia pun terlihat dari wajah mereka berdua.


" Selamat ya nak." Ucap Ibu Lia lalu memeluk tubuh Puspita untuk pertama kalinya.


" Makasih Mah, makasih sudah Mau datang ke pernikahan Saya."


" Maaf kan Mamah nak, maaf kan bila selama ini Mamah nggak pernah kasih perhatian lebih, sekarang kamu akan merasakan perhatian dan kasih sayang dari suami kamu."


" Mamah..!!! " Ucap Puspita sambil memeluk erat tubuh Mamah nya.


" Galih, jangan sakiti Puspita." Ucap Ibu Lia sambil melepaskan pelukan nya pada Puspita.


" Kalian jangan berpikir takut atau apa tentang pernikahan kalian, pernikahan kalian sah, dan semua tanggung jawab Om kalau Kakak ipar om marah besar."


" Om Adi juga akan mendukung kalian, semua mendukung pernikahan ini."


" Selamat bro akhirnya nikah juga sama Puspita." Ucap Nugi.


" Sama - sama." Ucap Galih.


" Say... ih... sayang banget sahabat kita nggak bisa hadir." Ucap Fatimah sambil memeluk tubuh Puspita.


" Nggak apa - apa, mereka chat Saya memberikan ucapan selamat, kamu jadi perwakilan mereka juga sudah sangat senang."


Saat itu Heru datang, dengan senyum mengembang di wajah Heru.


" Kakak..!! " Ucap Puspita.


" Maaf Kakak telat datangnya." Ucap Heru.


" Nggak apa - apa Kak, makasih Kakak sudah datang."


" Galih, jaga Puspita sayangi dia jangan sakiti hati nya."


" Saya akan mencintai dan menyayangi nya, terima kasih untuk yang kemarin sudah menjaga Puspita, dan maafkan juga kesalahan saya." Ucap Galih.


" Sudahlah yang sudah - sudah jangan di ungkit lagi. "


*****

__ADS_1


Hanya acara syukuran kecil - kecil an, bersama keluarga Puspita. Setelah acara pernikahan Puspita dan Galih selesai, Puspita langsung di bawa Galih ke kota M, untuk mengadakan acara syukuran kecil - kecil an."


" Maaf Tante sama Om nggak bisa ikut kesana, karena kalau kami pergi Mas Anto akan curiga."


" Terus kalau Papah tahu bagaimana? "


" Papah kamu nggak akan tahu, hanya tanya kamu kemana, dan jawaban nya kamu ke rumah Mamah Lia. "


" Makasih Tante, Makasih Om."


" Hati - hati di jalan. "


****


" Yank, duduk nya nyaman nggak? " Tanya Galih.


" Nyaman Mas." Jawab Puspita.


" Mas."


" Hmmm.. "


" Nanti kapan balik kesana? "


" Rencana hari ini Mas pulang dan tambah cuti, 4 hari an yank, nanti Mas balik Dinas."


" Coba kalau Papah belum mengurus nya kita kesana bareng."


" Sudah jangan ngeluh, Mas juga ingin minta mutasi kesini, tapi namanya juga prajurit harus siap di tempat kan dimana saja."


" Jarang dong pulang ke jawa? "


" Kan ponsel, video call. "


" Nggak puas."


" Yaudah Sebelum Mas pulang kita puas - puas in." Ucap Galih sambil mencolek dagu Puspita.


"Nanti mas urus pernikahan kita secara hukum, Mas nggak Mau pernikahan kita tidak terdaftar."


" Maafkan Om ya Mas, kalau kita harus nikah siri."


" Mas mengerti, Om juga mengerti perasaan kita."


*****


Braaakkkk...


" Kalian sungguh keterlaluan, menikahkan mereka , kalian anggap Saya sudah tiada hah..!!" Bentak Pak Anto.


" Mas tega lihat Puspita hidup menderita." Ucap Om Waluyo.


" Saya akan pisahkan mereka ."


"Istighfar Mas, apa mas tega memisahkan mereka." Ucap Tante Tini.


" Benar Mas, apa mas tega memisahkan mereka? " Ucap Om Waluyo.


" Ingat Mas, sejak kecil Puspita tidak pernah merasakan kebahagiaan, biarkan dia bahagia bersama dengan Galih." Ucap Tante Tini.

__ADS_1


" Benar Mas, jangan membuat anak mas menangis tak berdarah."


__ADS_2