
" Kamu ada apa datang kemari? " Tanya Pak Anto dengan nada keras ke Galih.
" Saya datang kemari ingin menikah dengan Puspita, kami sudah bertunangan saat di hari pernikahan saudara kembar saya."
" Cih, tunangan apa tanpa ada persetujuan dari saya, jangan mimpi yang kemarin itu sah."
" Saya janji tidak akan mengecewakan Puspita, Saya janji tidak akan pernah meninggalkan nya."
" Tidak, selepas dari Heru Saya tidak akan menikahkan anak Saya dengan mantan nya, apalagi kamu kembali setelah istri kamu meninggal dunia dan terbukti bersalah karena menggagalkan rencana lamaran itu, belum lagi ikbal di hari pernikahan malah tiba - tiba wanita hamil datang, apapun itu alasannya kalian nggak boleh lagi berhubungan dengan anak Saya, dan Saya anggap suatu kesialan. Saya yang akan menjodohkan anak Saya, mencari siapa yang cocok selain Heru."
" Papah.. Puspita mohon ijin kan Puspita menikah dengan Mas Galih."
" Tidak, sekali tidak ya tidak." Bentak Pak Anto meninggalkan Puspita dan Galih.
" Pah...!!! "
Puspita menundukkan kepala nya, dan terdengar isakan tangis Puspita, lalu Galih mendekati Puspita dan mengangkat dagu nya hingga menatap kedua mata Galih.
" Mungkin sekarang Mas nggak bisa menikahi kamu, tapi suatu saat Mas akan menikahi kamu atas ijin Papah kamu."
Hiks... hiks... hiks...
" Kita harus yakin kan Papah."
" Iya tapi nggak sekarang." Ucap Galih sambil mengusap kedua pipi Puspita yang basah karena air mata.
*****
Mobil pun berhenti tepat di depan rumah Tante Tini, saat itu Galih setelah melepaskan safe belt dan akan membuka pintu mobil,namun tangan Galih di tahan oleh Puspita.
" Bawa Saya pergi Mas."
" Maksud kamu, Mas bawa lari kamu? "
Puspita menganggukkan kepala nya, dengan menatap lekat ke arah Galih.
" Yank, mas bukan orang yang pengecut, mas akan datang kembali menemui Papah, jadi kamu sabar ya, saat ini hati Papah sedang tidak bagus, lain waktu Mas akan datangi Papah lagi."
" Saya akan semangat untuk sembuh dan kembali kesana agar kita bisa sama - sama lagi."
__ADS_1
" Mas tunggu janji kamu."
Puspita pun memeluk tubuh Galih, dan Galih pun membalas memeluk tubuh Puspita, dengan mengecup pucuk kepala Puspita.
******
Setelah mobil Galih melesat pergi untuk kembali ke kota M, saat malam itu juga. Puspita memasuki rumah nya dengan wajah yang tampak sedih.
" Galih belum masuk? " Tanya Tante Tini.
" Mas Galih langsung pulang, setelah Papah menolak lamaran Mas Galuh." Jawab Puspita.
" Apa, Papah kamu menolak Galih? "
" Papah nggak mau Saya menikah dengan Mas Galih, karena masa lalu bila kembali akan membawa sial."
" Dasar Papah kamu itu, anak nya saling mencintai ini malah memutuskan begitu saja."
" Tante Saya mohon..!!! "
****
" Puspita anak Saya, dan dia nggak pantas buat Puspita, sekalian sakit hati, Papah nya akan sakit hati selamanya. "
" Papah nya yang sakit hati, anak nya yang masih cinta."
" Tini, masa anak Saya harus jodoh nya muter - muter disitu saja, apa nggak ada laki - laki lain."
" Mas, apa salah nya menyetujui hubungan mereka, kamu tahu sendiri saat di rumah sakit Puspita selalu menggenggam tangan Galih, bahkan hanya Galih yang saat itu Puspita selalu merespon."
" Kamu jangan paksa Saya, kamu hanya Tante nya, keputusan ada di tangan saya."
*****"
Puspita berusaha untuk belajar berdiri , dia memegang Sisi kanan kiri yang bisa di buat untuk menyangga.
Hampir terjatuh, namun Puspita terus berusaha untuk Bangkit dan akhirnya berhasil. Hingga sedikit demi sedikit merambat. Namun untuk gerak tubuh tegak belum sanggup untuk dengan posisi normal pada umumnya.
" Alhamdulilah, akhirnya bisa berdiri."
__ADS_1
*****
" Kamu bisa jalan, walau dengan tongkat? " Tanya Heru saat meminta Heru datang ke rumah nya dan kaget, melihat Puspita berdiri sambil di sangga oleh tongkat di salah satu tangan nya.
" Saya harus bisa jalan kak, Saya capek harus berada duduk di kursi roda terus." Ucap Puspita.
" Alhamdulilah." Ucap Heru.
" Kak, Papah tidak merestui hubungan kami."
" Papah kenapa? "
" Papah tidak merestui hubungan Saya, dan Papah sangat tetap pada pendirian nya. "
" Biar kakak nanti akan bicara sama Papah."
" Saya harus bisa cepat sembuh agar bisa kembali ke sana, dan bisa selalu dekat dengan nya."
*****
" Om Saya mohon, ini yang kedua kalinya Saya datang, restui hubungan kami." Ucap Galih sambil berlutut di kedua kaki Pak Anto.
" Saya bilang tidak ya tidak, Saya tidak Kan setuju anak saya menikah dengan masa lalu."
" Om, saya janji akan selalu mencintai Puspita, saya janji tidak akan pernah meninggalkan Puspita."
" Janji tidak menjamin, karena dari dulu saya sudah kenyang dengan janji yang tak pasti."
" Kamu berlutut seperti itu, tidak akan ada pengaruhnya. Dan kamu ingat, sampai kapan pun saya tidak merestui kamu menikahi anak saya." Ucap Pak Anto kembali.
🥀🥀🥀🥀🥀
Kamu pun harus tahu,
betapa Cinta nya diriku padamu.
Namun ada tembok yang telah menghalangi.
Saya janji, tembok penghalang itu, akan Saya taklukan, walau nyawa ini taruhannya.
__ADS_1
🥀🥀🥀🥀🥀