
Plaaakkk
Plaaakkk
Tiba - tiba Vera datang menampar kedua pipi Puspita, dengan di saksikan oleh murid - murid dan Para Guru serta staf Administrasi Sekolah.Saat itu jam sekolah usai.
" Gara - gara kamu hubungan Saya dengan Kak Heru kandas. Saya sekarang sudah putus Sama dia, dan kamu bisa bebas untuk bersama dia." Bentak Vera.
" Apa kamu sudah nggak waras main tampar di depan murid - murid dan teman - teman saya."
" Hey.. kalian tahu hijab dia itu di baliknya adalah seorang wanita perebut pasangan milik orang, hati - hati Sama dia." Teriak Vera.
" Stop Vera, saya bukan seperti yang kamu maksud. "
" Alah... jangan sok alim, saya yakin kamu itu merayu Kak Heru bahkan dia sampai bertekuk lutut Sama kamu karena menggoda dengan sejuta pesona kamu."
" Stop Vera kamu jangan menyudutkan saya. " Bentak Puspita.
Dari jauh berhenti lah sebuah motor, seorang pria sedang memandang ke arah wanita yang telah lama tak dia jumpai. Terlihat sang istri tengah berdebat, dengan di lihat oleh banyak orang.
" Saya tidak akan biarkan kamu bahagia, apapun yang kamu lakukan akan dapat balasannya."
" Lebih baik kamu tanya lagi Sama Kak Heru, karena Saya tidak ada hubungan apa - apa Sama dia."Ucap Puspita yang sudah tidak kuat dengan terik matahari yang tepat di atas Kepala nya sehingga membuat nya merasa sangat pusing.
" Hey, kamu Mau kemana hah.. Mau lari? "
Puspita tak menghiraukan Vera, dan beberapa teman Puspita menahan tubuh Vera, agar tidak membuat ribut di depan umum.
"Wanita murahan ngaca kamu, seharusnya kamu lebih berpikir memiliki suami tapi seperti tak punya suami sehingga mendekati beberapa pria. Mungkin suami kamu itu meninggalkan kamu, karena kamu murahan dengan memanfaatkan masalah kamu sendiri."
Galih yang mendengar itu semua menggertak kan giginya dengan kedua tangan yang mengepal.
" Kamu bilang apa hah...!!! " Bentak Puspita.
Plaaakkk
Plaaakkk
" Bagaimana rasa nya di tampar, sakit atau enak."
Plaaakkk
Plaaakkk
Vera menghempaskan kedua wanita yang memeganginya, lalu dengan tatapan emosi Vera mendorong tubuh Puspita hingga menghantam tanah.
Aaarrgghhhh
__ADS_1
Puspita memegang perut nya hingga meremas kesakitan, tak terasa dari kedua pahanya keluar lah darah yang mengalir.
Vera sangat terkejut saat melihat darah yang keluar dari kedua paha Puspita.
"Astaghfirullah Ibu Puspita. " Teriak Salah satu guru berlari ke arah Puspita.
" Ya Allah Ibu Puspita keguguran." Ucap Salah satu staf Administrasi.
Vera diam mematung saat mengetahui wanita yang dia dorong sedang hamil. Galih pun berlari menghampiri Puspita, dan tatapan nya sungguh tak sengaja melihat darah yang keluar dari kedua paha nya.
" Ya Allah yank, kamu ternyata masih hamil." Galih dengan segera menggendong tubuh Puspita ala bridal style.
" Saya tidak akan maaf kan kamu, bila terjadi dengan anak saya." Ancam Galih pada Vera.
*****
Dengan wajah Panik Galih berada di depan ruang ICU, melihat Puspita tak sadarkan diri.
" Galih bagaimana Puspita? " Tanya Tante Tini Panik.
" Tante, kenapa Tante menyembunyikan dari saya bahwa Puspita tidak keguguran, dia masih mengandung anak saya." Ucap Galih.
" Maafkan Tante nak, Tante sungguh minta maaf."
"Entah saat Dokter keluar bagaimana kondisi istri saya Tante, kalau itu terjadi saya benar - benar akan kehilangan nya."
" Bagaimana Dokter keadaan istri Saya? " Tanya Galih.
" Alhamdulilah janinnya selamat, untung tidak keguguran padahal jatuh nya sangat keras." Jawab Dokter kandungan tersebut.
" Alhamdulilah. " Ucap Galih dan Tante Tini.
" Kalian bisa menemui nya setelah Pasien di pindahkan dulu di ruang rawat."
Galih pun dan Tante Tini memasuki ruang rawat dimana Puspita terbaring lemah dengan matanya yang masih terpejam.
" Maaf kan Tante Galih, kalau kamu menyembunyikan kehamilan Puspita, maaf kan Tante bila Papah nya Puspita sangat ingin sekali kalian bercerai. Yang ingin Tante bilang, kamu jangan ceraikan Puspita walau Puspita. ingin sekali cerai dari kamu."
" Maaf Tante, saya akan memenuhi keinginan Puspita tapi nanti saat dia sudah melahirkan nanti. "
" Tante mengerti apa yang di rasa kan Puspita, tapi apa kalian tidak memikirkan anak yang ada di dalam perut nya. "
" Maaf kan saya Tante. "
" Kamu tahu, Puspita sangat lemah di kondisi yang tengah hamil seperti ini, dia sangat tertekan. Tante harap perbaiki hubungan kalian, cari solusinya kembali di saat seperti ini kamu jangan pergi tinggal kan dia, demi keselamatan Janinnya jangan bikin dia stres."
Mata Puspita pun perlahan terbuka, saat melihat nampak Galih dan Tante Tini. Mereka berdua pun lalu mendekati Puspita.
__ADS_1
" Sayang!!! " Ucap Tante Tini.
Puspita pun meraba perut nya, dan menatap ke arah Tante Tini.
" Alhamdulilah janin kamu baik - baik saja." Ucap Tante Tini.
" Kenapa kamu ingin pisahkan Papah nya dengan calon anak kita? " Tanya Galih menatap tajam ke arah Puspita.
Tante Tini pun lalu pergi, yang mengerti akan apa yang akan di lakukan dua manusia yang berjenis kelamin berbeda.
" Setelah saya melahirkan Mas bisa ceraikan saya. " Ucap Puspita.
" Mungkin Saya akan berpikir kembali untuk menuruti keinginan kamu." Ucap Galih.
" Kecewa itu tetap ada."
" Saya ingin tanya, kamu menyembunyikan kehamilan kamu dari Saya. Apa yang akan kamu katakan nanti pada anak kita, bila sudah lahir nanti? "
" Saya akan mengatakan bahwa Papah nya sudah meninggal dunia."
Galih menatap tajam ke arah Puspita, kedua tangan nya mengepal lalu menghajar Sisi bantal tepat di samping Kepala Puspita hingga Puspita memejamkan matanya.
" Saya nggak habis pikir, otak kamu di taruh dimana saking ingin cerai Sama Saya. Baik kalau kamu ingin bercerai, Saya Kabul kan permintaan kamu saat anak kita lahir nanti."
Hiks... hiks... hiks....
Galih pergi meninggalkan Puspita yang tengah menangis, menahan emosinya yang sedikit memuncak.
Tante Tini menghampiri Galih yang duduk di kursi tunggu depan ruang rawat, terlihat nafas Galih yang naik turun menahan amarah nya.
Note :
Hallo... Sahabat Puspa....
Dimana pun berada semoga kalian selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dari Sabang sampai Merauke. Hanya sekedar info kembali, mampir ke karya ke 6 yang baru saja Up.
(Cinta Antara Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin. Jadikan Selalu Favorite di rak baca kalian, jangan lupa kasih hadiah, vote, nilai ⭐⭐⭐⭐⭐, Like dan tinggal kan jejak di kolom komentar untuk penambah semangat Author dengan komentar santun dan membangun untuk Karya nya.
Karena kalian Saya selalu semangat berkarya dengan mengeluarkan ide - ide di setiap Karya nya.
Jangan lupa mampir ya .....
I love you all.... 🥰🥰🥰🥰 ....
Salam Sahabat Puspa.....
__ADS_1