Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Untuk Hati


__ADS_3

Puspita diam, duduk di sebuah batang pohon yang tumbang, memikirkan apa yang Galuh suruh.


" Saya di kabarkan meninggal dunia, dia mempermainkan kematian Saya, dan saat Alexa menolong saya gudang dimana saat itu saya di siksa, dia bakar bersamaan dengan gas beracun itu. Kalau tidak ada Alexa mungkin saya sudah terpanggang. Kamu harus tahu, kecelakaan yang membuat hancur wajah sang sopir yang di kira itu saya, itu bukan saya, dia sudah sengaja menyusun rencana, dia buat tabrakan itu seolah menabrakkan dirinya pada truck pembawa besi hingga tubuh orang mati itu yang dia kendalikan pada Mobil kemudi otomatis nya menabrak dari belakang, menancap ke wajah nya, hingga tak berbentuk. Mereka percaya, bahwa itu saya."


" Sungguh seorang psychopat. "


"Asal kamu tahu, Rena hanya pura - pura depresi.Dan kamu harus tahu, dia hanya pura - pura hanya ingat Galuh, nyatanya dia tahu suaminya itu Galih. "


" Maaf saya nggak bisa bantu, saya sudah nggak peduli, kamu urus sendiri masalah kamu, seret Rena ke pihak yang berwajib, selesaikan."


" Buktinya nggak kuat."


" Tapi Maaf, ada hati yang jauh disana yang selalu setia."


" Benarkah hati kamu setelah sekian lama, kamu nggak ada sedikit rasa sama Galih, saya yakin kamu masih memiliki rasa, begitu pun dengan Galih. "


******


Puspita duduk melamun di teras depan rumahnya, dia masih memandang photo Heru dan dirinya saat Heru datang.


" Kakak adalah orang yang sangat baik, kejadian seperti ini lah yang sangat saya tak ingin kan. Kakak pun tahu, hati saya seperti apa, Namun Kakak selalu berjuang untuk mendapatkan cinta saya."


******


Puspita menenteng sebuah kantong kresek yang berisikan buah jeruk yang dia beli sesudah pulang dari sekolah, dengan mengayuh sepedanya berhenti tepat di depan pos penjagaan.


" Permisi."


Seorang Tentara pun keluar dan mendekati Puspita.


" Bisa tolong berikan ini untuk Pak Galih." Puspita menyerahkan kresek berwarna putih tersebut.


Tentara tersebut pun memeriksa isi kantong kresek tersebut, dan lalu tersenyum ke arah Puspita.


" Ibu yang tinggal di rumahnya Pak Willy kan?"


" Iya, tolong kasih ke Pak Galih."


" Ibu tidak ingin langsung memberikan nya sendiri? "


" Tidak, tolong berikan padanya, harus pada Pak Galih Jangan pada orang lain."


" Baik bu."


Puspita pun lalu menaiki sepedanya, dan mengayuh meninggalkan Tentara tersebut yang masih berdiri menatap punggung Puspita.


" Apaan tuh? " Tanya Dito saat melihat Halim menenteng kresek.


" Ini buat Bang Galih." Jawab Halim.


" Dari siapa? "


" Dari perempuan yang tinggal di rumah Pak Willy."


" hah, yakin..!! "


" Tuh belum jauh orangnya." Tunjuk Halim sambil jari telunjuknya mengarah ke arah Puspita yang belum jauh.


Dito melihat Puspita yang belum jauh, lalu merebut kresek tersebut.


" Bang, kembalikan ini perintah saya harus serahkan langsung."

__ADS_1


" Biar saya yang kasih ke Bang Galih, karena saya tahu masalahnya."


*****


" Hah.. Puspita!! "


Galih menerima kresek berisi buah jeruk yang ada di dalam nya.


" Bang tanda nya apa ini? "


" Tanda nya ya kita temenan."


" Bang, Jangan sampai rumah tangga Abang hancur gara - gara orang ketiga."


" Ngomong apaan sih kamu."


Galih pun menaruh buah jeruk tersebut di atas meja nya, lalu mengambil satu dan Mengupasnya.


" Manis ya Bang? "


" Ambil satu atau lebih, dan bagi buat teman - teman lainnya."


" Serius Bang? "


" Serius, ingat mulut laki - laki jangan sampai bocor, kalau istri saya tahu bisa gawat."


" Aw.. aw.. aw..., ngeri juga ya."


******


" Om siapa? "


" Om bukan siapa - siapa kamu, tapi om akan selalu melindungi kamu."


" Om bukan orang jahat, Om hanya minta sama kamu jadilah anak yang baik."


" Bagas...!!! "


Bagas menoleh saat namanya di panggil, dan pria yang berada di depan Bagas pun lalu beranjak berdiri.


" Om akan kembali." Ucap nya sambil mencium pucuk kepala Bagas lalu pergi.


" Bagas...!! "


" Iya Bunda...!!! " Bagas berlari ke arah Rena, yang berjalan sambil memegang perutnya yang besar.


" Kamu main nya jangan jauh - jauh, cukup depan rumah."


" Maaf Bunda."


Galuh menatap Rena, yang berjalan bersama Bagas. Hati nya sangat sakit saat melihat wajah dari Ibu anak nya yang sudah membuatnya hampir hidup nya berakhir.


" Kamu akan dapat balasan nya suatu saat nanti."


******


" Astaghfirullah." Heru terbangun dari tidurnya saat waktu menunjukkan pukul 3 pagi, Heru terbangun saat bermimpi Puspita pergi menjauh dan berlari ke arah seorang yang tak jelas wajah nya siapa.


Heru meraih ponselnya dan mencari nama tunangan nya.


" Dia pasti masih tidur." Ucap Heru sambil menaruh kembali ponselnya.

__ADS_1


" Ya Allah, mimpi itu terasa nyata sekali. Sangat terasa sakit hati ini."


******


" Mas, kamu di dalam? "


Krek


Galuh membuka pintu rumah yang terbuat dari kayu, dia kini tinggal di sebuah gubug kayu dekat sungai yang berada di tengah hutan.


" Kamu kemari nggak ada yang tahu kan? "


" Tidak ada."


Puspita meletakkan rantang yang berisi makanan, dan Galuh langsung membuka nya.


" Mas punya uang?" Tanya Puspita.


" Kamu meledek saya." Jawab Puspita.


" Mas kan nggak kerja."


" Saya memang belum menjadi seorang Tentara lagi, tapi Saya punya bisnis sampingan yang seorang Alexa jalani.Uang selalu mengalir, jadi jangan khawatir Saya kelaparan."


" Cih, sombongnya."


" Galih juga sama, sebagian pabrik teh itu milik nya."


" Kamu sudah mendekati Galih? "


" Saya akan mendekati Mas Galih hanya untuk bisa lepas dari Rena, dan membongkar siapa dia, bukan untuk menjadi kekasih nya. Kalau pun iya, mungkin kekasih pura - pura. Ada hati disana yang sedang menanti, Saya nggak mau menyakiti hatinya."


" Yah urusan hati bisa berubah."


" Sampai saat ini Rena belum beraksi."


" Karena dia nggak langsung bermain begitu saja."


******


" Bunda Ayah, tadi Bagas bertemu sama om - om dia pakai masker dan dia bilang akan selalu melindungi Bagas."


Rena dan Galih menatap ke arah Bagas yang duduk di tengah - tengah mereka.


" Orang nya bagaimana? " Tanya Galih.


" Tinggi, posturnya seperti Ayah." Jawab Bagas.


" Sayang, kalau ada orang asing lain kali kamu harus lari."


" Iya Bunda."


" Bunda, kamu harus ekstra jaga Bagas jangan sampai kita kecolongan."


" Iya Ayah."


" Siapa dia, apakah pikiran saya ini benar itu dia? " Ucap Rena dalam hati nya.


*******


Kamu hidup di bohongi..!!

__ADS_1


Galih meremas kertas tersebut yang dia temukan di kaca Mobil nya, dan Galih menoleh ke kanan dan kiri mencari orang yang telah menerornya.


__ADS_2