
" Nugi. " Ucap Ikbal saat melakukan Razia di hiburan malam.
" Kirain bukan kamu. " Ucap Nugi.
" Kalau kalian ketahuan bisa gawat, apa lagi teman kamu mabuk berat."
" Mereka tidak ada yang tahu kan siapa saya."
" Tunjukkin identitas, teman kamu dalam masalah."
" Broken heart and broken home."
" Puspita."
" Hey.. kamu mantan nya istri saya ya, jangan coba - coba berani deketin dia, asal kamu tahu rumah tangga kita di ujung tanduk, kamu nggak bakalan bisa menjalin hubungan dengan Puspita karena sampai kapan pun saya nggak akan menceraikan nya, kamu paham..!!! " Ucap Galih mabuk.
" Dia mabuk berat."
" Bawa dia pulang, sebelum pulang Saya kasih kalian berdua hukuman. "
*****
Hoek.. hoek...
" Mas, kamu kenapa sih bawa Mas Galih ke tempat begituan?" Bentak Fatimah.
" Mah, jangan marahin Papah dong, dia yang awal sudah disana."
" Nggak kuat minum sok jagoan minum."
" Sudah jangan ngomel terus, siap kan saja kaos Papah sama celana buat Galih."
Galih pun dengan jalan sempoyongan sambil di ikuti oleh Nugi dari belakang, sesekali Galih memijat kening nya.
" Kamu istirahat saja."
" Saya ingin ke rumah sakit."
" Kamu mau kesana dengan kondisi masih mabuk."
__ADS_1
" Walau Saya mengatakan tidak ingin bertemu dengan nya, ucapan Saya hanya main - main."
" Datang lah besok, Saya akan temani kamu."
" Saya akan sendiri, apapun yang terjadi."
******
Puspita bersandar di kepala ranjang, jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Mata Puspita tak mau terpejam hanya duduk melamun.
" Maaf bila harus melalukan nya, maaf..!! "
Dengan pelan mengusap perut nya yang rata, air mata pun keluar mengalir begitu saja, dengan erat Puspita memegang perutnya dengan kedua tangan nya.
******
" Kakak nggak Dinas? "
" Nggak kakak ijin, tadi Dokter bilang hari ini pulang. "
" Kak, jangan berlebihan Saya bukan siapa - siapa kakak. Dengan sikap seperti ini, Vera pasti akan marah."
" Kakak pernah janji akan membawa kamu sampai ke pria yang tepat, ternyata Kakak salah melepaskan kamu."
" Kamu sama Vera duluan kamu datang di kehidupan Saya, dan kamu tahu bukan karena masa lalu, tapi karena masa lalu kita menjadi dekat, bukan karena suatu hubungan, tapi karena suatu ikatan yaitu ikatan bukan hanya sekedar sahabat."
" Kak, jangan membuat kakak memiliki rasa itu kembali, Saya masih istri sah Mas Galih, dan kalau pun permintaan Saya di kabulkan, Saya tidak akan membuka hati ini lagi."
" Papah menginginkan saya."
" Saya tidak menginginkan Kakak."
******
Ikbal berjalan di koridor rumah sakit, saat tahu kabar Puspita di rawat. Saat menemukan kamar dimana Puspita di rawat, Ikbal mendapati Puspita tengah berada bersama Heru, Tante Tini dan Pak Anto. Dengan memberanikan diri Ikbal mengetuk pintu kamar rawat.
Tok... tok...
" Masuk." Ucap Tante Tini.
__ADS_1
" Assalamualaikum." Sapa Ikbal.
" Walaikumsalan." Balas semua nya.
" A Ikbal. "
Ikbal pun bersalaman dengan Tante Tini, Pak Anto dan Heru.
" Puspita, bagaimana keadaan nya? " Tanya Ikbal yang sudah mendapatkan tatapan tajam dari Pak Anto dan Juga Heru.
" Alhamdulilah sudah bisa pulang hari ini, Aa tahu dari siapa? "
" Tahu dari Nugi."
" Oh, Mas Nugi padahal saya nggak kasih tahu."
" Kamu ngapain kemari? " Tanya Pak Anton ketus.
" Saya hanya ingin melihat keadaan Puspita." Jawab Ikbal.
" Semua nya tak tahu malu , nggak Ikbal nggak Heru." Ucap Pak Anto.
" Mas, nggak boleh begitu."
" Alah sama saja, tidak seperti Heru.' Ucap Pak Anto keluar meninggalkan mereka yang ada di dalam kamar inap.
" Maaf kan Papah, terima kasih sudah menengok." Ucap Puspita.
" Sama - sama."
" Maaf ya nak Ikbal, atas perilaku Papah nya Puspita."
" Nggak apa - apa Tante, wajar kalau marah sama Ikbal."
" Tante seperti nya sudah beres barang bawaannya, kita langsung pulang karena administrasi sudah selesai." Ucap Heru sambil melirik ke arah Ikbal.
" Oh iya, kamu sudah siap kan sayang? " Tanya Tante Tini.
" Kita pulang Tante, A kita lanjut ngobrol di di rumah."? Ucap Puspita.
__ADS_1
Ekhm..
Heru langsung menatap tajam ke arah Ikbal, dan Ikbal tersenyum ke arah Puspita.