Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Mengantar Terbang


__ADS_3

Setelah beberapa minggu menunggu kabar pengumuman tahap pertama, akhirnya Puspita lulus tahap pertama dan lanjut tahap kedua, dimana dirinya untuk mengikuti tes dimana dirinya melamar.


" Kapan tes? "


" minggu depan kak."


" Semoga lulus ya.. "


" Amin...!!! "


" Nanti , berkas kamu siapkan saja dari sekarang, lulus nggak lulus sudah siap semuanya."


" Ya kak, sudah Saya siapkan semua tinggal bawa."


" Ngomong - ngomong, kamu tes ambil untuk sekolah mana? "


" SMPN 2 xxx di Kota F. "


" Dimana? "


" Indonesia bagian Timur."


" Hah.. kamu melamar disana? "


" Iya kenapa? "


" Kenapa nggak disini saja, atau masih satu pulau, kenapa harus luar pulau."


" Saya ingin mencari pengalaman pertama jadi ASN tugas disana."


" Tapi kan kamu bakalan jauh dari kedua orang tua kamu, keluarga. "


" Kan bisa pulang, terus lama - lama bisa mutasi nanti. "


" Seandainya Kakak ingin menikahi kamu, mau mutasi kesini? "


" Jauh banget sih, tes saja belum, lulus juga belum tentu."


" Kakak tanya, kamu mau mutasi kesini, atau mau LDR an? "


" Mutasi lah Kak, kan proses nya juga lama, kalau nggak kakak yang mutasi."


" Jadi kamu mau menikah sama Kakak? "


" Siapa kak? "


" Tadi kamu bilang mau menikah sama Kakak."


" Kan itu misal."


" Kakak serius, makan nya kaget saat kamu daftar nya disana."


" Saya ingin mandiri kak, belajar hidup jauh dari keluarga."


" Tidak harus kesana kan? "


" Hati Saya sudah yakin."


" Kakak doa kan semoga minggu depan lulus."


" Amin..!!! "


******


Puspita pun belajar mengenai materi - materi soal CPNS, satu persatu soal Puspita pecah kan.


" Mudah - mudah an nanti soalnya seperti ini, mudah - mudah an Saya bisa lolos tes CPNS nanti."


Dengan jarinya Puspita berselancar kembali, mencari contoh soal untuk tes CPNS secara online.


" Puspita." Ucap Tante Tini.


" Iya. "


" Kamu berangkat sama siapa nanti? "

__ADS_1


" Sendiri juga berani, sudah cari informasi di internet dimana kota tempat Tes nanti."


" Kamu itu daftar nya jauh sekali sih, kenapa nggak disini."


" Puspita ingin cari pengalaman baru, belajar mandiri dan tidak tergantung sama keluarga. Kan kalau misal lulus Puspita, bisa pulang kesini satu tahun sekali, nanti lama - lama bisa mutasi kesini, kecuali dapat jodoh orang sana."


" Semoga berhasil ya nak, kamu jauh - jauh kesana semoga tidak mengecewakan."


" Amin...!!! "


******


" Kakak serius mau antar Saya tes kesana? "


" Serius lah, kakak nggak tega lihat kamu kesana sendirian, belum tahu Daerah Sana. Kita cari sama - sama, kakak temani kamu."


" Terus kakak ijin?"


" Iya Kakak ambil cuti buat kamu."


" Makasih ya."


" Iya sama - sama."


" Sekalian bayarin tiket pesawat ya." Ucap Puspita sambil tersenyum dan mengedipkan kedua mata nya seperti boneka.


" Siap, sekalian kakak bayarin tempat kita menginap nanti."


" Bercanda kok, sudah ada uang untuk beli tiket nya di kasih sama Papah. "


" Simpan saja, biar kakak yang bayar."


" Jangan, ini kan urusan Puspita."


" Sudah, kalau kata kakak yang nanggung ya kakak sudah niat."


" Makasih ya..!! "


" Sama - sama."


*******


" Kamu pertama kali naik pesawat? "


" Iya kak, pertama kali, kakak sendiri? "


" Tiga kali sekarang, dulu waktu kecil sama Ayah dan Ibu mengunjungi Paman dan Bibi yang transmigrasi, terus perjalanan Dinas dua kali."


" Enak nggak naik pesawat? "


" Ya enak, tapi nggak enak yang takut ketinggian."


Suara panggilan untuk para penumpang tujuan ke wilayah timur , pesawat yang akan membawa mereka pun telah siap. Puspita dan Heru pun menarik koper mereka masing - masing menuju ke pesawat.


*****


" Nyaman nggak? " Tanya Heru.


" Nyaman kak." Jawab Puspita saat sudah berada di dalam pesawat.


" Kalau nggak nyaman, nanti pulang ganti kelas."


" Nggak, kita pulang kelas yang ini saja."


Pesawat pun lepas landas, terlihat di dalam pesawat ada beberapa Tentara yang duduk di belakang Puspita, dan di samping Puspita. Ada sekitar 5 orang Tentara di dalam pesawat tersebut.


Namun satu pasang mata memperhatikan Puspita, saat duduk tepat di belakang nya.


" Kak, Saya ke toilet dulu ya." Ucap Puspita.


" Iya." Ucap Heru.


Puspita berjalan melewati Tentara tersebut, dirinya tak mengetahui sepasang mata terus memandanginya, sampai Tentara tersebut menoleh ke belakang.


" Mau kemana? " Tanya teman sesama Tentara yang mengetahui teman nya berdiri.

__ADS_1


" Ke Toilet, Mau ikut."


" Silahkan, asal jangan tidur di toilet saja."


Langkah kakinya menuju ke toilet, dan berdiri tepat di depan pintu toilet sambil menunggu orang yang berada di dalam toilet tersebut.


Puspita pun merapihkan pakaian nya, saat sebelum keluar dari dalam Toilet. Setelah rapih Puspita membuka pintu toilet tersebut sambil berjalan menunduk.


" Apa kabar? "


Puspita mendongak ke atas saat seseorang menyapa dirinya, dan pria yang di depan nya tersenyum ke arah nya, namun tidak dengan Puspita hanya diam dan melanjutkan langkah nya, namun tangan nya tertahan oleh Galih yang memegang lengan nya.


" Bisa lepaskan tidak? "


" Maaf." Galih melepaskan pegangan nya.


" Bisa bicara sebentar? " Tanya Galih.


" Maaf, nggak bisa." Jawab Puspita meninggalkan Galih.


Galih pun lalu mengikuti langkah Puspita dari belakang, dan lalu duduk tepat Di belakang Puspita.


" Lama, ngantri?" Tanya Heru.


" Iya ngantri." Jawab Puspita dengan rasa kesal.


*****


Pesawat pun telah mendarat, Puspita dan Heru sedang mencari - cari rute ke kota F lewat Aplikasi Map.


" Jarak dari sini 2 jam perjalanan, dan sampai sana malam. Ini juga sudah hampir petang." Ucap Heru.


" Mas, apa kita harus nginap disini cari hotel?"


" Besok waktu nya jam 7 pagi tes, kamu sempat dari sini jam 3 pagi."


" Kalian Mau kemana? " Sapa Galih bersama ke empat teman nya.


" Ini kan? " Ucap Heru.


" Saya Galih, mantan nya Puspita." Ucap Galih sambil menjulurkan tangan nya pada Heru.


" Heru, tunangan nya Puspita." Heru membalas jabatan tangan Galih.


" Kalian Mau kemana? " Tanya Galih.


" Kita Mau ke kota F, mengantar Puspita tes besok. " Jawab Heru.


" Kita satu tujuan, kalau Mau kalian bisa ikut dengan mobil kami."


" Maaf, kita sudah pesan Taksi online." Ucap Puspita.


" Jam segini dengan rute yang jauh, jarang ada yang Mau kesana, karena jalanan yang melewati hutan, satu dua supir yang Mau."


Heru diam dan menatap ke arah Puspita, yang membelakangi dirinya.


" Boleh, kami ikut kalian berhubung kami baru pertama kali kemari."


" Kak..!! " Puspita mencubit lengan Heru.


" Kita manfaatkan, dari pada kamu gagal besok ikut tes."


******


Puspita dan Heru pun satu mobil bersama Galih dan ke empat teman nya, dimana Puspita duduk di depan bersama Galih sedang kan Heru di kursi belakang penumpang dengan kedua teman Galih.


" Kamu melamar di Dinas mana? " Tanya Galih memulai pertanyaan.


" SMPN 2 xxxxx." Jawab Puspita sambil menatap keluar jendela.


" Itu dekat dengan tempat Dinas mas."


" Kamu bisa tinggal di rumah Pak kepala Desa disana, kebetulan ada penginapan yang sering di sewa. "


" Terima kasih." Ucap Singkat Puspita.

__ADS_1


Sedangkan Heru, hanya menatap dari belakang. Ada Rasa cemburu saat melihat wanita yang di Cintai nya bertemu dengan sang mantan.


" Kamu berbeda Puspita, penampilan kamu sekarang berubah. " Ucap Galih sambil melirik sekilas ke arah Puspita.


__ADS_2