Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Memilih Masa Kini


__ADS_3

Puspita pun telah berada di rumah nya, dia masih mengingat apa yang semua di cerita kan oleh Rena.


" Wanita licik, dengan apa yang ingin dia dapatkan berbagai cara dia lakukan, dia manfaatkan kematian saudara kembar Mas Galih."


Flashback On


" Kamu tahu, Saya memanfaatkan kematian Galuh, untuk mendapatkan Galih. Karena Saya mencintai Galih, bagaimana pun caranya, sekarang Saya yang menang kamu yang kalah."


" Lantas kamu berkata seperti itu Saya terpancing gitu, tidak buat apa Saya terpancing dengan apa yang kamu katakan, kamu sudah hamil anak nya, dan Saya sudah punya tunangan, dan lihat ini cincinya." Ucap Puspita sambil menunjukkan cincinnya.


Flashback Off


Glotaaakk...


Puspita pun mengambil sebuah batu yang terbungkus sebuah kertas, lalu dia membuka kertas yang membungkus batu tersebut.


Permainan di mulai, saat nya untuk balas dendam.


" Saya penasaran siapa dia, lelaki siapa?"


Puspita berjalan keluar dari kamarnya, dan menuju ke arah pintu dan mencari sosok yang selalu meneror nya.


Puspita berjalan ke arah jalan depan rumah nya, dan terlihat sosok pria tersebut sedang berjalan cepat, Puspita pun mengejarnya.


Langkah kaki Puspita di ketahuinya, seseorang yang memakai hoddie hitam tersebut berlari, Puspita pun berlari mengejarnya hingga langkahnya terhenti pria tersebut memasuki sebuah hutan.


Puspita terus menelusuri hutan masuk kedalam, namun langkah nya terhenti kembali, sosok itu tak lagi terlihat.


" Kemana dia." Ucap Puspita .


" Hey... keluar kamu, siapa kamu." Teriak Puspita.


" Kamu pengecut bisa nya meneror, kalau berani tunjukan batang hidung kamu. " Teriak Puspita.


Dari balik pohon besar seorang pria bersembunyi, dari kejaran Puspita. Dan dia hanya mengintip dari balik pohon besar tersebut.


" Belum saat nya Puspita, kamu tahu siapa Saya, maaf bila kamu harus terlibat,kamu harus membantu saya."


****


Rena bolak balik di kamarnya, kuku jari tangan nya yang terus dia gigit,pikiran nya kacau, tubuh nya penuh amarah.


" Kenapa dia bisa kemari, nggak mungkin kalau bukan karena Mas Galih, Saya harus bisa menjauhkan nya."


Rena melihat Bagas yang tengah tertidur, sorot mata nya sangat tajam.


" Seandainya Saya tidak hamil anak Mas Galuh, bayangan kamu nggak akan mungkin Saya lihat pada diri Bagas. Saat ini Mas Galih sudah di tangan Saya, dengan mengandung benihnya. Tunggu saja Puspita, kamu akan sama seperti Mas Galuh. "


******


" Surprise...!!! "


Puspita membulatkan mata nya, saat melihat siapa yang ada di depan mata nya.


" Kak Heru..!!! "


" Kenapa kaget ya? "

__ADS_1


Puspita tersenyum dan berjalan mendekati ke arah Heru.


" Jahat, nggak kasih kabar."


" Kan kejutan, apa kabar sayang? "


" Kakak lihat sendiri, tubuh Saya nggak kurus nggak gemuk."


" Jadi tinggal disini biasa - biasa saja dong, nggak ada perubahan."


" Kan Saya jaga makan nya biar nggak bulet."


" Bulet juga kamu tetap cantik."


" Gombal."


" Serius yank." Ucap Heru mengikuti langkah Puspita dari belakang dan mereka berakhir duduk di sofa.


" Berapa hari disini? " Tanya Puspita.


" Lusa sudah pulang lagi, Kakak cuti 3 hari." Jawab Heru.


" Sebentar banget." Ucap Puspita dengan wajah cemberut.


" Kakak Dinas sayang, nanti kalau ada libur panjang."


" Libur panjang nya kapan? "


" Ya kalau ada."


" Boksis akh."


" Kita nikmati waktu bersama."


" LDR an kayak gini ya."


" Jadi gimana? "


" Kakak lah Mutasi kemari, kalau Saya belum bisa Mutasi. "


" Kakak akan coba prosesnya Mutasi luar provinsi proses nya lama tidak, dan nggak mudah sayang, kakak juga disini harus jelas Mau Mutasi ke sini."


*******


" Kita kemana? " Tanya Heru saat membonceng Puspita di sepeda.


" Kak, lihat ada yang jual jagung bakar." Jawab Puspita sambil menunjukkan jari nya.


" Ok, kita beli jagung bakar."


Sepeda yang di kayuh Heru pun berhenti tepat di Penjual jagung bakar, dan di samping Penjual jagung bakar pun terdapat Penjual kopi serta aneka jajanan pasar.


" Yank, kakak Mau ini dong? " Tunjuk Heru pada salah satu jajanan Pasar.


" Berapa? "


" Terserah berapa saja."

__ADS_1


" Pak saya minta yang ini 20 ribu saja."


Penjual tersebut memasukan makanan yang di pilih Puspita dalam plastik lalu Heru membayarnya.


" Sambil nunggu jagung bakar, duduk di bangku itu yuk." Ucap Puspita.


Heru dan Puspita pun menuju bangku panjang, mereka pun makan kue yang tadi di beli nya.


" Setiap hari banyak warung tenda? "


" Kalau siang nggak ada, hanya malam hari saja yang jualan."


Lalu jagung bakar yang mereka pesan pun datang, Heru dan Puspita memakan nya. Namun saat sedang memakan jagung bakar, dari Ujung mulut Puspita terdapat noda hitam dari jagung tersebut.


Heru mengelap dengan jari nya, hingga bibir Puspita yang terkena noda hitam dari jagung bakar.


" Makan nya kayak anak kecil."


Puspita tersenyum ke arah Heru, dan terus melanjutkan makan nya.


****


Heru dan Puspita melanjutkan keliling kampung, kelap kelip lampu malam hari. Saat melewati beberapa Tentara yang tengah berjaga di Pos, dari dalam Pos Galih melihat Puspita memeluk pinggang Heru, terlihat senyum terpancar di wajah Puspita.


" Kamu sudah menemukan kebahagian kamu." Ucap Galih dalam hati nya.


" Ukh.. capek banget , kamu berat yank." Ucap Heru sambil menstandar sepeda.


" Haduh sayang capek ya, keringat nya besar kecil keluar semua." Ucap Puspita sambil mengelap kening Heru.


" Olah raga malam." Ucap Heru sambil memandang wajah Puspita.


" Yank. " Ucap Heru sambil menatap kedua mata Puspita.


" Hmm. "


Wajah Heru mendekat , seketika Puspita memejamkan mata nya, dan Heru tersenyum mencium bibir Puspita, saat menerima ciuman dari Heru Puspita pun membalas nya.


Dari jauh seseorang memperhatikan adegan mereka berdua, dan terus menatap tanpa berkedip.


" Jangan sampai terjadi, please..!! Ucap Lirih pria yang melihat nya.


*****


" Mas, nanti langsung pulang kan? "


" Mas pulang Dinas Mau ke rumah Pak Willy, Karena ada perlu tentang pembangunan rumah baca."


" Mau ke Pak Willy atau Mau ketemu sama Puspita? "


Galih langsung menatap ke arah Rena, yang sedang menatap nya penuh amarah.


" Maksudnya? "


" Saya tahu Mas, Puspita itu mantan kamu kan?"


Galih berjalan mendekati Rena yang masih menatap nya.

__ADS_1


" Iya, Puspita mantan Saya, saat dimana di hari kita menikah dia menunggu Saya untuk acara lamaran. Kamu sekarang sudah tahu siapa Saya, Galih bukan Galuh."


__ADS_2