
" Mas, kok belok kesini mobil nya? " Tanya Puspita saat sudah 2 jam perjalanan, Galih membelok kan mobil nya ke sebuah hotel.
" Kita istirahat disini, besok kita lanjut kan perjalanan." Jawab Galih.
" Mas, kan besok ada acara syukuran kita."
" Acaranya malam, kamu nggak mau kita nikmati kebersamaan kita sebentar, kita ini pengantin baru sayang, masa mas pergi nggak dapat apa - apa."
" Iiissshhh.. saya tahu di otak Mas isi nya apa."
" Tuh paham, emang nggak boleh? "
" Boleh sih."
" Yaudah, kita habisin malam ini di Hotel."
Galih pun memarkirkan mobil nya di parkiran Hotel, dengan segera turun membantu Puspita turun dari mobil nya.
" Mas gendong ya? "
" Nggak Mas malu, masih ada tongkat."
" Nggak apa - apa yakin? "
" Yakin baik - baik saja."
*****
Galih dan Puspita pun memasuki kamar hotel dengan kamar yang sangat luas, tepat dengan pemandangan hamparan hijau pepohonan.
Puspita berjalan mendekati balkon dengan menghirup udara malam.
" Indah bukan." Ucap Galih yang memeluk tubuh Puspita dari belakang dengan dagu di taruh di pundak.
" Indah Mas, apalagi besok siang pasti indah."
Galih memulai menciumi leher Puspita hingga sedikit menggigit leher jenjangnya yang dia singkap dari balik kerudung Puspita.
" Mas buka ya kerudung nya? " Tanya Galih dengan suara yang sangat berat.
" Boleh Mas di buka." Jawab Puspita.
Tangan Galih pun membuka penjepit kerudung nya, lalu menurunkan kerudung yang menutupi kepala Puspita. Di balik nya tubuh istri nya hingga mereka saling bertatap muka sangat dekat.
" Cantik." Ucap Galih sambil tersenyum.
" Mas juga tampan."?
Galih mendekatkan bibir nya hingga bibir mereka saling bersentuhan. Bibir Galih mencium bibir Puspita , perlahan Galih memulai dengan memainkan ciumannya, dan mereka berdua pun saling *******.
Galih mengangkat tubuh Puspita, dengan bibir yang masih saling berciuman. Dan Galih pun merebahkan tubuh Puspita di atas tempat tidur.
Galih pun menciumi wajah Puspita, turun ke leher hingga meninggalkan banyak jejak, dengan tangan yang sudah menjelajahi setiap lekuk tubuh Puspita.
" Mas."
" Iya." Ucap Galih saat tangan nya sudah melepaskan kancing pakaiannya satu persatu hingga sudah nampak dada milik Puspita.
" Sa -Saya.. mmmppphh." Galih langsung mencium dan ******* serta memainkan lidah mereka.
" Mas akan pelan." Bisik Galih sambil melepaskan pengait penutup dada Puspita.
Galih pun memainkan dengan pelan, sehingga hanya merasakan sakit di awal, namun Galih selalu menghindarkan rasa sakit nya dengan perlakuan lembut nya saat mereka saling menyatukan.
__ADS_1
*****
Dibawah selimut, dua insan manusia tengah masih tertidur lelap karena pertempuran yang terjadi hingga berkali - kali.
Namun bunyi telepon pun berkali - kali, tidak di angkat. Hingga membuat Puspita terbangun.
" Mas, angkat ponsel nya." Ucap Puspita dengan suara khas orang bangun tidur.
" Biarin saja." Ucap Galih dengan mengeratkan pelukan nya.
Ponsel tersebut pun kembali berdering, namun sang pemilik ponsel tersebut tertidur pulas kembali.
" Mas angkat dulu dong. " Ucap Puspita sambil menggoyang tangan kekar Galih yang melingkar di perutnya.
Galih pun dengan mata yang masih menyatukan meraih ponselnya, dan lalu melihat siapa yang memanggil dan mengganggu tidur nya.
" Assalamualaikum." Sapa Galih.
" Walaikumsalam." Balas dari seberang.
" Kamu jadi pulang atau dimana? " Tanya Ibu Eva.
" Jadi Mah, nanti siang kita sampai."
" Mamah khawatir kamu kemarin katanya sedang di jalan sampai sekarang malah belum sampai - sampai."
" Galih berhenti di Hotel cari penginapan kasihan Puspita kan masih belum sembuh punggung nya."
Puspita langsung menatap ke arah Galih, lalu mencubit pinggang nya, dan Galih meringis kesakitan namun dia tahan.
" Iya Mah, nanti di kabari kalau sudah jalan."
Galih pun lalu menutup ponselnya, dan melepaskan tangan yang Mencubitnya lalu memegang kedua tangan Puspita dengan di rentangkan dan Galih menindih tubuh istri nya.
" Kenapa tadi bilang berhenti di hotel dengan alasan Saya masih sakit? "
" Kan fakta."
" Fakta apa, Mas yang dasar mesum ngajak kesini."
" Mau lanjut? "
" Nggak Mau sakit."
" Mas pelan." Ucap Galih yang sudah menjilat dan menggigit serta meninggalkan jejak di leher hingga dada Puspita.
" Mas, nggak Mau ini masih sakit." Ucap rengek Puspita sambil menggelinjang akibat ulah Galih.
" Dosa nolak suami."
Galih dan Puspita pun memulai kejadian semalam, dengan saling menyatukan dan melepaskan nikmat surga dunia.
*****
Galih Pun menggendong Puspita masuk kedalam mobil nya, wajah Puspita yang di tekuk membuat Galih semakin gemas.
" Sudah dong Yank, kamu juga enak kan menikmati."
" Katanya pelan tetap saja sakit."
" Pelan sayang, kan masih sisa semalam." Ucap Galih sambil mengusap perut Puspita.
" Ini mau ngapain tangan mengusap di perut, jangan macam - macam Mas minta di dalam mobil."
__ADS_1
" Astaghfirullah Sayang, mas tangan di perut maksud nya semoga cepat hadir Galih junior dan Puspita junior Yank..!! "
Puspita tersenyum ke arah suami nya, yang sedang menatap ke arah nya.
" Heeeee... kirain."
CUP
Galih menngecup bibir Puspita, lalu Galih menyalakan mesin mobil nya.
*****
" Selamat datang di rumah Mamah mertua." Ucap Ibu Eva memeluk tubuh Puspita.
" Makasih Mah." Ucap Puspita yang membalas memeluk tubuh Mamah mertua nya
" Mah Galih nggak di peluk?"
Ibu Eva pun melepaskan pelukan nya, lalu tersenyum ke arah Galih dan merentangkan kedua tangan nya, Galih pun memeluk tubuh Mamah nya.
" Kamu bahagia sekarang? "
" Sangat bahagia, tapi.. "
" Sudahlah, dengan berjalan nya waktu pasti akan berubah dan indah untuk selamanya."
" Sayang, maafkan Mamah ya nak, untuk kesalahan yang dulu."
" Saya sudah melupakan Mah, dan tidak Mau mengingatnya lagi. "
******
Acara syukuran kecil - kecil an pernikahan Galih dan Puspita berjalan lancar, dengan di hadiri oleh keluarga besar dari Ibu Eva, dan para karyawan nya. Dan Galuh pun hadir bersama Alexa dan membawa Bagas dan Panji.
Terlihat Panji yang sedang di pangku oleh Puspita tampak sedang tertawa karena Puspita Yang sering menggodanya.
" Mas lihat Panji lucu ya dan gemesin." Ucap Puspita saat Galih duduk di samping nya.
" Makasih, sudah mau menerima kehadiran Panji. "
" Panji nggak tahu apa - apa mas tentang perilaku Ibu nya, dia hanya lah makhluk kecil Yang tak berdosa.Dan kita sebagai orang tua harus menjaga nya dan mencintai nya."
******
" Puspita sudah menikah, dan sekarang sedang pergi ke kota asal suaminya."
" Kok Saya nggak tahu ya Tante, Puspita kemarin nggak cerita apa - apa." Ucap Ikbal.
" Pernikahan nya mendadak, dan nggak ada acara resepsi."
" Kalau begitu Saya pamit dulu Tante."
" Nanti Tante sampai kan ke Puspita kalau sudah pulang."
" Makasih Tante, Assalamualaikum."
" Walaikumsalam."
Ikbal berjalan menuju motor nya lalu menatap sekilas kembali rumah Puspita, dan menyalakan mesin motor nya.
Tante Tini dari balik Gordennya menatap Ikbal hingga tak terlihat.
" Mereka satu persatu pergi saat itu, sekarang mereka satu persatu datang."
__ADS_1