Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Keputusan


__ADS_3

" Jadi kamu benar - benar Resign? " Tanya Heru dengan sangat kecewa.


" Maaf ya Kak, Saya nggak bisa lanjutkan pekerjaan ini. " Jawab Puspita.


" Sayang sekali, padahal untuk masuk bisa honor saja susah."


" Maaf Kak, mungkin orang lain yang berhak gantikan Saya."


" Kalau boleh tahu kenapa?"


" Masalahnya, Saya kalau sudah menikah nggak mungkin kerja, suami nggak bolehin."


" Tunggu, pasti pacar kamu karena cemburu sama Saya, menyuruh kamu Resign. Benar kan? "


" Tapi misal nggak cemburu, Saya tetap akan Resign suatu saat nanti."


" Apa kamu yakin, suatu saat akan menikah sama dia? "


" Kalau masalah itu, hanya Allah yang tahu."


" Seharusnya, kamu jangan menuruti apa kata pacar kamu. Dia nggak berhak, dia bukan siapa - siapa kamu."


*******


" Saya sudah Resign."


" Bagus, kan enak kalau begitu."


" Aa jangan cemburu begitu, lagian Saya nggak bakalan lah pacaran sama Kak Heru."


" Kalau cemburu itu tandanya sayang, cinta, kalau nggak begitu berarti Aa nggak sayang."


" Percaya kok. "


Ikbal merangkul pinggang Puspita, dengan kepala Puspita di sandarkan di bahu nya.


" Aa beneran serius sama Puspita? "


" Serius sayang, Aa akan langsung menikahi kamu setelah lulus kuliah."


" Kapan Aa Mau mengenalkan Puspita sama kedua orang tua Aa? "


" Nanti Aa atur jadwal untuk cuti, kalau sekarang belum bisa."


*******


" Jadi kamu Resign, karena A Ikbal cemburu? " Tanya Fatimah.


" Iya, terus juga kalau sudah menikah Saya nggak boleh kerja." Jawab Puspita.


" Sayang sekali, masuk untuk Honor itu susah." Ucap Evi.


" Benar, loh padahal itu kesempatan nggak datang dia kali." Ucap Anggi.


" Memang dia serius sama kamu? " Tanya Ida.


" Serius, setelah lulus langsung menikah." Jawab Puspita.


" Semoga lancar." Ucap Fatimah.


" Amin...!! " Ucap Puspita.


*******

__ADS_1


" Bayinya sehat ya bu,Pak." Ucap Dokter kandungan saat memeriksa Kandungan Rena yang di antar oleh Galih.


Galih tiba - tiba tersenyum, melihat makhluk kecil di dalam perut istrinya. Entah kenapa, seperti Galih sudah merasa menerima kehadiran Rena dan calon anak nya.


" Apakah ada masalah juga untuk Ibu nya? " Tanya Galih yang tiba - tiba membuat Rena terkejut saat Galih menanyakan kondisi nya.


" Alhamdulilah, ibu nya juga sehat. Dia nggak ada masalah apapun, yang penting jaga kesehatan dan jangan terlalu capek. "


" Alhamdulilah."


*****


" Mas."


" Hemm."


" Makasih ya."


" Untuk? "


" Atas perhatian nya menanyakan kondisi saya."


" Saya kan suami kamu sekarang, ya wajib suami menanyakan kondisi istrinya. "


Rena tiba - tiba memeluk tubuh Galih, seutas senyuman mengembang di wajahnya.


" Saya senang Mas, kamu perhatian sama saya."


" Mas akan mencoba belajar menerima kamu, Mas akan belajar mencintai kamu."


Rena melonggarkan pelukannya dengan menatap wajah Galih, lalu kedua tangan nya dikalungkan di leher Galih.


" Jadi lah suami dan imam dunia akhirat, saya tidak Mau kehilangan kamu sayang, saya sangat mencintai kamu Mas."


******


Puspita terbangun dari tidurnya merasakan sesak pada nafasnya, saat sebuah mimpi buruk menimpa pada dirinya.


" Ya Allah, sesak sekali dan capek. Mimpi ini seperti nyata,bayangan yang samar - samar namun suaranya sangat seperti Saya kenal."


Puspita lalu keluar Kamar nya menuju ke lemari es untuk mengambil minuman dingin.Saat menoleh ke arah Jam dinding terlihat baru pukul 2 dini hari.


" Kenapa perasaan Saya sekarang nyesek banget, kenapa tiba - tiba seperti ini ya Allah. Siapa yang membuat Saya seperti ini, siapa dan apa hubungan nya sama saya."


Tiba - tiba tanpa sadar air mata keluar, dan hatinya merasakan sesak dan sakit.


" Ya Allah, saya kenapa ini. Siapa yang saya sakiti,dan kenapa masih kepikiran mimpi yang nggak jelas."


Puspita mengusap air mata nya, hingga sesenggukan dan ingin melepaskan tangisnya.


*******


Galih terbangun dari tidurnya, dia bersandar di kepala ranjang dengan tubuh yang di selimuti sebatas perut nya.


Galih melirik ke arah Rena yang tertidur pulas, saat setelah mereka berdua melakukan hubungan suami istri.


" Ya Allah, kenapa hati saya seperti ini saat saya setelah melakukan kewajiban sebagai suami."


Galih mengusap wajahnya dan lalu mendongakkan wajahnya ke atas langit - langit Kamar nya.


" Ya Allah bantu hamba mu ini, untuk belajar mencintai wanita yang kini jadi istri hamba, dan bantu hamba untuk melupakan nya."


******

__ADS_1


" Lihat Puspita mengajak kita ke perpustakaan menemani dia tidur. " Ucap Evi.


" Kayaknya malam habis bergadang deh." Ucap Anggi.


" Pulas banget." Ucap Fatimah.


" Puspita bangun..!! " Ucap Ida sambil mencolek lengan Puspita.


Puspita terbangun dengan mata yang masih memerah, dan merenggangkan otot - otot nya.


" Sudah berapa jam Saya tidurnya? "


" 1 jam." Ucap Anggi.


" Terasa lama sekali tidurnya." Ucap Puspita.


" Kamu nggak tidur tadi malam? " Tanya Anggi.


" Semalam Saya mimpi buruk, nggak tahu siapa samar - samar dan suaranya seperti Saya tahu tapi siapa ya, dan terus sesak banget hati Saya dan tiba - tiba menangis. Itu dalam posisi sadar." Jawab Puspita.


" Aneh sih." Ucap Fatimah.


" Makan nya Saya nggak bisa tidur."


" Kamu mimpiin A Ikbal? " Tanya Ida.


" Nggak tahu, nggak jelas." Jawab Puspita.


*******


" Kenapa kamu suruh Puspita berhenti? " Tanya Heru pada Ikbal.


" Hak Saya sebagai pacarnya. " Jawab Ikbal.


" Kamu sudah mengugurkan cita - citanya."


" Bukan nya kamu dengan menempatkan Puspita satu kantor dan satu ruangan sama nya, berusaha untuk merebutnya dari saya."


" Kamu yang harusnya mengaca, bukan suami atau keluarga hanya seorang pacar sudah berani mengatur hidup nya. Sekarang seperti itu, bagaimana nanti kalau sudah menikah."


" Yang jelas Saya nggak suka, Puspita dekat dengan seorang pria, apalagi notebane nya mencintai nya."


" Kamu tahu, menjadi ASN adalah cita - cita nya, dia ingin seperti keluarga nya, keluarga ASN."


" Setelah menikah, dia harus menuruti apa kata suami nya, Saya akan menikahi nya setelah lulus, jadi buat apa dia kerja dari sekarang toh suatu saat nanti dia akan keluar juga."


" Saya pegang janji kamu, bila suatu saat kamu menyakitinya kamu akan berurusan dengan saya."


********


" Mas nanti Mau di masakin apa? " Tanya Rena pada Galih saat akan berangkat Dinas.


" Masak apa saja, Mas nggak pilih - pilih makanan." Jawab Galih.


" Kalau begitu, Rena masakin Rendang sama sambal goreng kentang."


" Boleh, nggak masak juga nggak apa - apa. Mas nggak masalah, lihat kamu juga sedang hamil jangan terlalu capek. " Ucap Galih sambil mengusap perut Rena.


" Mas berangkat dulu."


" Hati - hati." Ucap Rena sambil mencium punggung tangan Galih, lalu Galih membalasnya dengan mencium kening lalu turun ke perut istrinya.


Rena tersenyum saat melihat reaksi Galih yang kini telah berubah, dan menerima nya.

__ADS_1


__ADS_2