
" Mas, jangan pergi dong. " Rengek Puspita yang masih setia memeluk tubuh Galih yang sudah berseragam lengkap.
" Mas mau Dinas Yank, ini sudah rapih dan sesuai permintaan kamu nggak pake Perfume plus deodorant. "
" Saya suka wangi alami. " Ucap Puspita sambil mengendus leher dan ketiak Galih.
" Untung suami kamu bau badan nya enak."
" Jangan pake perfume ya, enak begini." Puspita tersenyum sambil mengusap dagu yang di tumbuhi bulu - bulu tipis.
" Mas sudah hampir telat sayang, sebentar lagi Apel pagi. "
" Sehari saja ya nggak masuk, calon baby nya ingin selalu dekat sama Papah nya. " Puspita sambil mengarahkan tangan Galih di perut Puspita.
" Mas Dinas dulu, janji pulang Dinas kita nikmatin waktu bersama. "
" Nggak asik. " Ucap Puspita memalingkan wajah nya yang cemberut.
" Mas Dinas dulu ya, masa Mas harus bolos nanti Mau alasan apa, mau bilang Bumil nya lagi manja ingin selalu dekat dengan suaminya."
" Tapi kan Mas sehari saja. "
" Mas Janji akan pulang cepat. "
CUP
Galih mengecup singkat bibir Puspita, lalu turun ke perut lalu mengusap lembut perut Puspita yang masih rata.
" Sehat - sehat ya nak, jangan bikin mamah rewel."
*******
" Bu ada yang Mau melahirkan. "
" Cepat di bawa ke ruang bersalin." Ucap Gladis sambil menyiapkan alat - alat nya.
Saat memasuki ruang bersalin terlihat pasangan muda di Sisi lain sang suami sedang memberikan semangat dengan wajah Panik nya, dan sang istri tak ingin melahirkan tanpa suaminya.
" Anak pertama ya? " Tanya Gladis.
" Iya Bu Bidan. " Jawab pria tersebut.
"Kalau anak pertama wajar minta di dampingi karena moment yang tak bisa terulang lagi." Ucap Gladis dengan senyum yang terasa getir.
******
" Tolong mangga nya 5 kilo saja, sama jeruk dan Apel nya juga 5 kilo an."
" Baik Pak. "
" Yang bagus - bagus ya pilih nya. "
Galih pun memilih beberapa makanan ringan, karena bumil nya pasti akan sangat doyan makan. Karena kehamilan Puspita berbeda dengan Rena yang banyak berbaring di tempat tidur dan tidak Mau makan. Berbeda dengan Puspita kebalikan dari Rena hanya bau yang tidak suka kecuali bau tubuh nya.
****
__ADS_1
Galih pun di Sambut istri tercinta yang langsung bergelayut manja di lengan Galih, sambil mengendus ke tubuh Galih yang baru pulang.
" Yank, kamu jorok ih Mas bau keringat Mau mandi dulu. "
" Jangan mandi, biar begini saja Puspita senang sama bau nya. "
" Astaghfirullah Yank, Mas mu ini pulang Dinas habis kesana kesini, banyak kuman nanti bagaimana kalau ada apa - apa sama kamu dan calon anak kita. "
" Lebay. " Ucap Puspita kesal sambil mendorong tubuh Galih dan berjalan ke arah sofa sambil melihat bawaan yang di beli suaminya.
Galih mendekati istri yang sedang membuka satu persatu kantong kreseknya.
" Mas banyak banget. "
" Stok buat kamu Sayang, kan suka ngemil. "
" Makasih ya. "
" Sama - sama. " Ucap Galih sambil mengusap pucuk kepala Puspita yang tanpa hijab.
*******
Gladis melihat Galih bersama Puspita tengah duduk santai, sesekali Galih mengusap perut istri nya sambil mengunyah buah yang di suapi oleh Puspita sedangkan sang suami memainkan ponselnya dengan tangan satu nya .
" Seharusnya Saya yang ada di posisi nya, bukan dia. Saya sudah lama mengalah ini saat nya Saya ambil kembali apa yang harus nya jadi milik Saya. "
Saat Gladis menatap kedua nya, Puspita melihat ke arah nya dan tersenyum, Gladis pun membalas senyuman Puspita.
" Sakit, hati ini sakit walau terlihat Saya yang salah . " Ucap mu kembali di dalam hati.
Dengan mata yang berkaca - kaca Gladis memasuki rumah Pak Willy menutup pintu rapat - rapat.
******
" Yank, yang benar saja baju kotor yank sampai kapan kamu nanti nggak di cuci saat di Jawa nanti? "
" Kan kalau di cuci bau badan Mas hilang."
" Astaghfirullah Yank, istighfar ya Allah Saya salah apa ini punya istri hamil jorok banget."
" Ih... siapa yang jorok. "
" Lah yang ini baju, kamu masukin ke koper pulang saja masih minggu depan terus baju Mas jamuran bagaimana. " Ucap Galih yang merasa sangat gemas dengan tingkah istrinya.
" Kan nanti pas pulang ambil lagi di cucian."
" Ya Udah yang itu di cuci dulu."
" Nggak Mau, suka nya yang ini dan bau yang hari ini langsung masuk koper. "
" Astaghfirullah Yank, nyebut kamu. " Ucap Galih sambil mencubit pipi Puspita dengan gemas.
Awww
" Sakit Mas. "
__ADS_1
" Habis kamu gemas banget, aneh tahu aneh dari pada yang lain."
" Tapi Mas tetap cinta kan? "
" Nah yang ini nih pertanyaan yang di tunggu - tunggu. Ya tetap cinta dan sayang dong. "
******
" Papah jadi mau jemput Puspita kesini? "
" Iya sayang, papah jemput kamu ya. " Ucap Pak Anto dari seberang.
" Makasih Pah. "
" Sama - sama, papah kasihan kamu sedang hamil muda terus Galih pasti sibuk jadi Papah saja yang kesana sekalian ingin tahu tempat Dinas suami kamu."
Puspita pun mematikan ponselnya lalu memeluk kembali tubuh suami nya yang sedang berbaring di atas tempat tidur.
" Mas..!! "
" Hem..!! "
" Mau..!! "
" Mau apa? "
Puspita lalu menaiki tubuh Galih dan duduk di atasnya sambil tangan nya memainkan di sekitaran dada.
" Yank, kamu mau menggoda Mas hem..!! "
" Saya yang akan mengendalikan semuanya." Ucap Puspita sambil melepaskan dasternya dan melempar ke sembarang.
" Yank, kamu ganas ya sekarang pas hamil."
Aaaaarkkkhhhhhh
Galih membalikkan tubuh Puspita sehingga posisi Galih menindih tubuh istri nya.
" Kamu sudah membangunkan yang di bawah, harus tanggung jawab. "
****
Galih menyambar kaosnya, telihat Puspita tengah tertidur dengan menutupi setengah tubuh nya yang telanjang dengan selimut.
Drrtttt.. Drrrrrtt...
Galih melihat sebuah nomer ponsel yang tak di kenal lalu mengangkat nya.
" Hallo... "
Namun tak ada suara, lalu Galih mematikan kembali namun ponsel nya kembali berdering dan di angkat kembali.
" Hallo... "
Tut..
__ADS_1
Tut..
" Ini iseng apa ya..!! " Ucap Galih kesal dan meninggalkan ponselnya di atas nakas.