Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Kembali Dengan Sebuah Kenangan


__ADS_3

Galih mengunci pintu rumah nya, yang selama tinggal di wilayah Timur bersama Rena dan kedua anak nya.


Rumah yang mereka tempati beberapa waktu, dan penuh kenangan namun walau berakhir pahit.


" Terima kasih Tante, maaf selama menyewa rumah disini meninggalkan jejak yang tak enak."


" Tidak apa - apa Pak Galih, saya memaklumi itu."


*****


" Pak Willy itu rumah yang terpisah ada orang nya tidak, kalau tidak ada biar saya yang disana. "


" Itu sudah ada pemilik nya sebentar lagi juga datang."


" Bapak rumah besar disini sering di sewakan?"


" Iya, setelah kejadian kerusuhan itu istri saya meninggal dunia saya sendiri, untuk biar ramai saya sewakan atau untuk tamu jauh yang perjalanan Dinas ke tempat ini."


" Bapak tak punya keluarga lagi? "


" Tidak ada, hanya di temani anak buah Bapak dan orang kepercayaan saja. Makan nya disini ramai karena mereka saja."


Tak lama sebuah mobil datang dengan 3 orang Anggota TNI, mereka satu persatu menurunkan beberapa kardus dan beberapa koper.


" Siang Pak Willy. " Sapa Galih .


" Siang Pak Galih. " Balas Pak Willy.


" Galih." Sapa Gladis.


"Loh kamu disini? "


" Iya, saya pindah kemari. Jadi yang di maksud Pak Willy rumah yang sebelah itu Galih."


" IYa bu Bidan, Pak Galih yang menempati, dulu nya di tempati oleh Ibu Puspita sekarang di tempati beliau."


" Kita tetanggaan jadi nya ."


" Iya ya, nggak nyangka."


******


" Bagus posisi tulang nya, sudah kuat. Jadi bisa langsung di lepas pen nya, ini sangat luar biasa cepat karena usaha yang membuahkan hasil yang nggak mengecewakan. "


" Tadi nya rencana awal bulan depan, ternyata Dokter menyarankan sekarang bisa operasi kedua. " Ucap Puspita.


" Ya, minggu depan persiapkan ya. " Ucap Dokter spesialis Ortopedi.


" Terima kasih Pak Dokter, kami pamit dulu." Ucap Ibu Eva.


****


" Alhamdulilah, kamu sudah bisa operasi minggu depan, sekarang juga kamu sudah belajar melepaskan tongkat kan? "


" Iya Mah, hampir beberapa bulan setelah kecelakaan rutin therapy, dan pengobatan niat ingin segera sembuh cepat."


" Kamu kan tulang muda, beda kayak mamah tulang tua kalau sudah seperti itu ya lama sembuhnya."


*****


" Gimana tadi kata Dokter? "


" Minggu depan mas operasi nya."


" Mas seperti nya nggak bisa kesana Yank."


" Nggak apa - apa, mas kan baru pulang, masa pulang lagi nggak enak juga kan." Ucap Puspita.


" Yank, ini barang - barang beneran mau di paketin? "


" Iya Mas, semua nya saja."


" Nanti mas beresin, sisain baju kamu saja ya disini."

__ADS_1


" Buat apa mas? "


" Buat temen tidur."


" Ish.. kayak apa saja." Ucap Puspita dengan wajah memerah.


" Kan mau peluk juga jauh, jadi peluk pakaiannya saja."


Tok.. Tok....


" Yank, sudah dulu kayak nya ada tamu." Ucap Galih saat mendengar suara ketukan pintu rumah.


" Iya mas, muuuaach. " Ucap Puspita dari seberang.


" Muuaaachh juga. " Galih pun mematikan ponselnya, lalu menuju pintu depan.


" Hai...!!! " Sapa Gladis saat pintu rumah terbuka.


" Gladis.. !!! "


" Saya buat kan cumi asam manis."


" Makasih, kamu masih ingat saja makanan kesukaan saya." Ucap Galih sambil menerima piring yang berisi cumi asam manis .


" Boleh saya duduk? " Tanya Gladis.


" Boleh, masuk saja maaf berantakan soalnya belum saya bereskan semua nya." Jawab Gladis.


" Saya turut berduka cita atas meninggal nya istri kamu."


" Terima kasih, kamu tahu dari mana? " Ucap Galih sambil memberikan botol minuman air mineral.


" Dari Group SMA. "


" Saya keluar dari Group SMA, soalnya banyak group."


" Anak kamu sekarang sama siapa? "


" Sekarang sepi ya nggak ada siapa - siapa."


" Yah begitu lah."


******


" Mana berkas nikah Puspita sama Galih, biar mas yang urus di KUA? " Ucap Pak Anto.


"Mereka belum tahu, Mas yang bantu urus semua nya, dari dulu saja Mas nggak mempersulit mereka. " Ucap Tante Tini.


" Sudah jangan ungkit - ungkit yang sudah - sudah."


Tante Tini hanya tersenyum sambil beranjak meninggalkan kakaknya yang sedang membereskan berkas nikah Puspita dan Galih.


*****


" Vera, Kakak ingin bicara serius sama kamu? "


" Bicara apa mas? "


" Mas ingin ta'aruf sama kamu."


Sontak Vera menatap ke arah Heru yang duduk di samping nya


" Kakak serius, kakak ingin mengenal lebih dekat lagi."


"Bukan nya kita memang sudah kenal sejak kuliah. "


" Kita memang sudah kenal, tapi kenal lebih dekat lagi belum."


*******


" Bang ini ada kiriman."


"dari siapa? " Tanya Galih.

__ADS_1


" Dari Ibu Bidan." Jawab Saeful.


" Bidan siapa? "


" Bidan baru, naman ya Ibu Gladis."


" Oh dia." Ucap Galih sambil meletakkan paper bag yang berisi makan siang.


" Kok di biarin Bang? "


" Kamu mau silahkan."


" Beneran Bang, ini dari Ibu Bidan cantik. "


" Buat kamu saya Kenyang."


" Bang ini kode loh."


" Kode apa? "


" Nggak peka apa pura - pura nggak peka Abang ini? "


" Saeful, saya paham tapi saya nggak akan tergoda."


" Abang masih belum bisa melupakan istri Abang? "


" Abang nggak bakalan tergoda sama dia, sekali tidak ya tidak."


*******


" Mah...!!! "


" Jangan takut sayang, operasi kamu pasti lancar." Ucap Ibu Eva.


" Bismillah." Ucap Ibu Eva kembali, sedang kan Puspita hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya saat blankar yang di dorong membawanya ke ruang operasi.


" Mah Puspita sudah masuk ruang operasi? " Tanya Galuh yang datang menemani Mamah nya.


" Baru saja masuk."


" Galih sudah tahu hari ini istrinya di operasi? "


" Sudah, tapi dia kan nggak bisa kesini."


" Iya, kemarin kan baru cuti dia."


*******


" Galih. " Sapa Gladis.


" Ada apa? " Tanya Galih saat baru pulang Dinas.


" Saya menunggu kamu pulang." Jawab Gladis.


" Ada perlu apa? " Tanya Galih sambil duduk di kursi teras depan rumah nya sambil membuka sepatunya.


" Saya ingin memberikan ini untuk makan kamu , Saya masak khusus buat kamu."


" Gladis, kamu jangan repot - repot. Saya ini bukan siapa - siapa kamu."


" Galih, Saya masih mencintai kamu. "


"Hubungan kita sudah berakhir beberapa tahun yang lalu, kita sudah tidak seperti dulu lagi."


" Maaf kan Saya yang dulu."


"Sudahlah kita sudah berbeda, kamu juga sama."


" Saya belum menemukan kembali orang seperti kamu, Saya menyesal dulu memutuskan kamu. "


" Saya sudah punya istri dan anak."


"Saya juga janda dan kamu Duda, apa salah nya kalau kita belajar untuk saling mencintai lagi."

__ADS_1


__ADS_2