
" Mas yakin akan menemui Mba Rena? " Tanya Alexa saat sudah berada di lokasi yang telah di tentukan oleh Rena melalui chat singkatnya.
" Saya harus tuntaskan masalah ini, apalagi dalam hal seperti ini dia membawa anak saya" Ucap Galuh saat mengetahui Rena melalui video yang dikirim ke ponsel Alexa, terlihat Bagas tengah menggendong adik kecilnya yang terus menangis.
Terdengar suara tangisan bayi yang melengking, Rena hanya menutup telinganya dengan tubuh yang tampak pucat.
" Bagas, kamu bisa hentikan adik kamu menangis tidak hah...!! "Bentak Rena.
Hiks... hiks.... hiks...
" Bunda, Panji demam kita harus bawa Panji ke rumah sakit. "
Hiks... hiks... hiks...
Rena hanya diam memandang kedua anak nya yang kini dia bawa ke sebuah tempat kosong, dimana sebuah rumah yang telah lama di tinggal penghuninya.
" Sebentar lagi, Ayah kamu Bagas, dan Ayah nya Panji akan dating, mereka akan tahu siapa sebenarnya Bunda."
Hahaha hahaha....
Bagas memeluk erat Panji, saat melihat Bunda nya tertawa seperti orang yang tak normal, dengan pistol yang terus berada di tangan nya.
Braaakkk..
Galuh dan Alexa pun datang, terlihat Rena sudah siap dengan Pistol nya saat melihat Galuh datang mendobrak pintu ruangan , Alexa langsung menghampiri Bagas dan Panji.
" Ternyata kamu datang mengantarkan nyawa." Ucap Rena yang sudah berdiri sambil memainkan pistol nya.
" Saya yang akan mengambil nyawa kamu, bukan Saya yang mengantarkan nyawa ke kamu."
" Dengan di saksikan anak kita."
" Kamu memang bukan manusia Rena, demi ambisi kamu, rela melakukan hal yang tidak di inginkan."
" Sebentar lagi mungkin saudara kembar kamu juga datang, dan dua pria yang menaruh hati pada Saya akan bertemu dan Saya sudah membayangkan wajah Galih akan terkejut melihat saudara kembar nya masih hidup dan akan terkejut pula istrinya lah yang membuat saudara kembar nya hampir kehilangan nyawa, dan pasti yang lebih terkejut nya lagi, kecelakaan Puspita itu adalah Saya di balik ini semua, karena dia mencoba mendekati Galih tercinta."
" Sungguh benar - benar kamu di luar batas manusia, dan kamu akan melakukan hal bodoh di depan kedua anak kamu yang masih kecil." Ucap Galuh sambil melirik ke arah Alexa untuk membawa Bagas dan Panji, agar tidak melihat hal yang tak di inginkan.
Door...
Aaaakhhh...
" Lari Alexa." Teriak Galuh saat Rena mengetahui Alexa membawa Panji dan Bagas keluar.
Door..
Door...
Rena terus menembak ke arah Galuh yang berlari melindungi Alexa, baku tembak terus terjadi hingga saat itu Galih tiba yang sudah dengan memegang senjatanya.
Galih yang dari jauh tak menyangka Rena tengah menembak membabi buta dimana sangat di kenal oleh Galih.
" Rena...!!! "
Rena terus menembak tak henti, dimana target terus mundur menjauh dari Rena.
Door...
__ADS_1
Pistol yang di pegang Rena terjatuh, Galih menembak Pistol yang ada di tangan Rena hingga terpental.
" Siapa kamu sebenarnya? " Galih berjalan sambil menodongkan pistol yang ada di tangan nya.
" Siapa yang selama ini jadi ibu dari anak saya?" Ucap Galih sambil berjalan mendekati Rena dengan pistol yang ditodongkan ke arah Rena.
" Saya Rena istri kamu, dan Saya juga yang menghabisi nyawa Galuh, dan Saya juga yang membuat Puspita di tabrak truk."
" Apa...!!! "
" Kamu tahu alasannya apa?"
" Apa..!! "
" Kamu."
" Saya? "
" Iya kamu, dan asal kamu tahu Saya sangat menyukai kamu sejak dulu, tapi kamu tidak pernah melirik Saya sedikit pun. Dan hanya saudara kembar kamu yang sering mendekati Saya dan dengan terpaksa Saya pacaran dengan nya, karena Saya orang nya selalu ingin memiliki dan harus, segala cara Saya lakukan, Saya pakai untuk bisa tidur dengan kamu dengan obat perangsang, ternyata salah sasaran saat mengetahui itu Galuh bukan Galih. Akhirnya Saya hamil, dan Galuh ingin menikahi Saya, saat tahu hari itu juga kamu akan melamar Puspita saya melancarkan aksi saya, mencoba menghabisi nyawa Galuh dan berpura - pura depresi."
" Keterlaluan kamu Rena, jadi selama ini sampai kita punya anak, kamu membohongi saya, dan sampai saya belajar mencintai kamu hingga lahirlah Panji ternyata hati kamu bukan hati manusia."
" Lantas kamu menyesal, saat tahu saya seperti ini, bahkan bi Ratih yang tak tahu apa - apa saya telah menghabisi nyawanya."
" Saya menyesal telah menikahi kamu dan meninggalkan wanita yang sangat mencintai Saya dengan tulus, dan kamu telah membuat dia terbaring tak berdaya. "
Hahaha hahaha...
" Siapa Saja yang menghalangi saya, akan saya habisi."
Hahaha hahaha...
Door...
Galuh menembakkan ke arah kaki Rena hingga, Rena merasakan sakit, saat timah panas itu menembus kulitnya.
Galih menoleh ke arah siapa yang menembak kaki Rena, saat Galuh membuka masker di depan Galih sangat kaget, ternyata saudara kembar nya masih hidup , kini berdiri tepat di depan nya sambil mengacungkan Pistol di depan Rena.
" Galuh."
" Iya, saya Galuh selama ini saya bersembunyi untuk mengikuti permainan dia, dan selama ini juga Puspita tahu siapa saya."
" Apa..?? "
" Kamu tahu, Puspita bekerja sama dengan saya untuk membalaskan dendam, dengan cara mendekati kamu agar terlepas dari Rena, dengan cara jadi seorang pelakor, tapi apa semua nya di luar rencana, karena otak Rena lebih pintar." Ucap Galuh yang masih menodongkan pistol nya.
" Jadi selama ini, Puspita ingin kembali sama saya hanya pura - pura? "
" Iya , dia menolak akhirnya dia mau walau dia mengorbankan hati yang Jauh disana."
Galih terdiam hingga pistol yang dia arahkan ke arah Rena pun turun, dengan apa yang di katakan oleh Galuh.
" Wanita yang di depan kamu ini licik, kamu lihat Galih, dia telah tega membuat bibir saya cacat seumur hidup, hingga kemana - mana saya harus mengenakan masker."
" Puspita jadi memang benar sudah tak mencintai saya lagi."
Saat lengah Rena mengambil pistol yang tergeletak di samping nya, dan menembakkan ke arah Galih.
__ADS_1
Door...
Door..
Door..
" Galih...!! "
Galih melihat timah panas menembus perutnya, hingga darah pun keluar dari mulutnya.
" Rena... kamu....!!! " Bentak Galuh saat melihat Rena menembakkan berkali - kaki ke tubuh Galih.
" Selamat tinggal...!! " Ucap Rena dengan senyumnya.
Door...
Tubuh Rena pun tumbang, dengan menembakkan dirinya tepat di kepalanya, dengan mata yang tak terpejam menatap ke arah Galuh dan Galih.
" Galih.. jangan tidur kamu." Galuh mencoba tetap menyadarkan Galih yang terus mengeluarkan darah dari mulutnya.
" Jangan pergi Galih, kamu kuat." Ucap Galuh yang sambil menekan luka tembak pada perut Galih.
Uhuk.. uhuk...
Galih menatap ke arah Galuh, pandangannya sudah mulai kabur, dan hanya seperti kabut putih yang menyelimuti dirinya.
" To - tolong, ka - katakan pa - pada uhuk.. uhuk... "
" Jangan bicara, tolong jangan bicara lagi."
" Ka - kalau Puspita bangun, ja - jangan pernah ca- cari saya lagi, katakan pa - pada nya sa - saya mulai mencintai nya lagi. Ka - katakan pa - pada nya maaf untuk kesekian kalinya, dan ka - katakan pada nya lu - lupakan sa - saya dan anggap tak pernah ada."
Uhuk.. uhuk... uhuk...
Galih terus memuntahkan darah dari mulutnya, dan mengerang sakit , sambil perlahan menutup mata nya Galih pun kini tak bersuara lagi.
" Galih... bangun Galih... hiks.. hiks... jangan pergi Galih... hiks... hiks... " Galuh terus mengguncang tubuh Galih yang kini terkujur tak bergerak lagi.
*****
" Mas Galih....!!! "
Hiks... hiks... hiks...
" Mas... jangan tinggalin Puspita, hiks.. hiks... mas...!!! "
Heru bergerak menuju ke arah tempat tidur Puspita, saat melihat Puspita masih memejamkan mata nya, dia mengigau terus memanggil nama Galih.
" Mas, saya mohon jangan pergi hiks.. hiks.. saya mencintai kamu hiks... hiks.. "
Deg
Hati Heru bagai terhunus pedang saat mendengar apa yang di ucapkan Puspita tanpa sadar.
" Mas....!!!
Puspita pun bangun dari tidur nya, saat bangun Heru ada di samping nya sambil menatap ke arah Puspita.
__ADS_1
" Kak...!!! "
Heru hanya diam saat Puspita menatap ke arah nya.