
Galih masih terus berjongkok di hadapan Puspita dengan kotak cincin yang masih terbuka, namun Puspita masih tetap diam sehingga masih membuat semua orang penasaran dengan momen sakral ini.
Galih tersenyum, lalu menutup kembali kotak kecil tersebut, dan berdiri dari jongkoknya.
" Mungkin benar, hati Saya saja yang masih memiliki rasa, mungkin kamu sudah tidak lagi." Galih memberikan kembali kotak kecil warna merah itu pada Mamah nya.
Puspita mengangkat wajahnya, dan menatap punggung Galih yang pergi meninggalkan acara dadakan untuk nya.
" Pasangkan cincin itu pada jari manis saya." Ucap Lantang Puspita, hingga membuat suasana menjadi riuh.
Galih menoleh, dan membalikkan tubuh nya lalu menatap Puspita, yang tersenyum ke arah nya.
Galih tersenyum, hingga membuat satu gedung bersorak dan bertepuk tangan untuk Galih dan Puspita.
" Mana cincin yang tadi mau di sematkan di jari manis? " Tanya Puspita sambil mengangkat kelima jari nya.
Galih berjalan kembali, dan mengambil kotak merah yang dia kasih ke Ibu Eva. Galih pun lalu berjongkok, dan membuka kembali kotak kecil itu, dan mengambil cincin lalu di sematkan di jari manis Puspita.
" Terima kasih, sudah menerima Mas kembali."
" Iya mas."
Galih lalu mencium kening Puspita, dan tepuk tangan para tamu undangan pun menggema seisi gedung.
" I love you." Ucap pelan Galih.
" I love you too." Ucap Puspita pelan.
******
Acara masih berlangsung hingga malam, namun berganti tempat di rumah kediaman Pak Anwar, acara keluarga besar tradisi turun menurun mengenalkan anggota keluarga baru.
Galih mendorong kursi roda Puspita, memilih memisahkan diri duduk di taman belakang.
" Besok pulang? " Tanya Galih.
" Iya mas, kenapa? " Jawab Puspita kembali bertanya.
" Mas masih kangen."
" Kan bisa video call."
Galih memegang tangan Puspita, dan mengusap lembut kepala nya.
" Sayang, Mas ingin secepatnya menikahi kamu. "
" Tapi Saya masih seperti ini Mas."
" Nggak apa - apa, Mas nggak masalah kamu seperti ini, Mas akan selalu ada untuk kamu saat ini. Besok Mas antar kamu pulang, dan Mas ingin bertemu sama Papah kamu."
" Mas serius akan menikahi Saya? "
" Iya mas serius, akan menikahi kamu."
****
Puspita pun kembali ke kota IM bersama dengan Galih , sedangkan Tante Tini memilih menggunakan mobil yang berbeda dengan Heru.
" Yank, acara yang kemarin sebenarnya Mamah sama Papah tahu nggak? "
__ADS_1
" Saya nggak tahu Mas, yang jelas kalau pun Papah tahu, Mamah nggak tahu mungkin tahu nya belakangan."
" Kamu jauh ya sama Mamah hubungan nya? "
" Mamah lebih utama dengan keluarga baru nya Mas."
" Saat kamu koma, mamah datang dia sangat sedih."
" Sama kayak Mas ya, sedihnya? "
Galih memegang erat tangan Puspita dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang kemudi mobil.
" Jangan membuat Mas menangisi kamu lagi sayang, mas kemarin sangat takut kamu pergi meninggalkan Mas."
" Apa saat dulu memilih keputusan menikahi Rena adalah sangat berat? "
" Mas mengorbankan hati, bahkan hati menolak namun disini lain, semua berharap sama Mas, tapi apa kenyataan nya, luka dan kekecewaan."
" Mas, Saya sayang sama Mas, jangan tinggalin lagi ya."
Galih mencium punggung tangan Puspita hingga sangat lama, lalu menaruh nya di dada Galih.
******
Galih menggendong Puspita memasuki rumah Tante Tini, dimana Heru pun masih ada di rumah Tante Tini sedang berbincang dengan Pak Waluyo.
" Gimana punggung nya nyeri nggak? " Tanya Heru saat Galih melewati Heru yang sedang duduk di ruang tamu.
" Mas duduk di depan ruang TV saja, ingin rebahan? "
" Iya." Ucap Galih.
" Selama perjalanan, Puspita sangat nyaman karena di punggung nya Saya kasih bantalan." Ucap Galih.
" Saya juga harus mikir lagi ya, setelah menikah membawa dia ke sana lagi."
" Kamu mau nikahi dia kapan? "
" Secepatnya."
******
Heru menaruh beberapa photo, dan kenangan bersama Puspita pada sebuah kardus, lalu dia menumpahkan sebuah bensin di atas nya.
" Sudah saat nya Saya sekarang mengubur kisah kita untuk selamanya." Ucap Heru sambil melemparkan korek api kedalam kardus itu.
" Hatimu terbuat dari apa nak? " Ibu Imah memeluk tubuh anak nya dari belakang.
" Hati Saya bukan terbuat dari baja bu, hati Saya sama saja seperti yang lain nya bisa rapuh juga."
" Semoga kamu mendapatkan yang lebih dari Puspita."
" Saya sudah melepasnya Bu, sampai ke tangan yang tepat, dia sudah ada yang akan selalu menemani disisinya."
" Hatimu terlalu ikhlas."
******
" Mas, sudah pedas banget ini." Ucap Puspita saat memakan keripik singkong super pedas saat berada di dalam mobil yang terparkir di depan sport center.
__ADS_1
" Biasa nya doyan pedas? "
" Ini level nya pedas banget." Ucap Puspita sambil menegak botol air mineral.
Galih mengusap bibir Puspita yang terdapat banyak bekas bumbu cabainya, dan sedikit memerah karena pedas.
" Mas jadi pengen gigit ini bibir."
Plaakk
Aawww
" Mesum."
Hahahahah...
" Besok pagi - pagi mau minta ijin sama Papah, setelah itu pengajuan nikah,lalu Mas bawa kamu kesana, atau kamu disini saja? "
" Ikut saja Mas, nanti sampai Sana, Saya kembali Dinas."
" Mungkin kah, kondisi nya seperti ini? "
" Mungkin lah, kan sekarang saja bisa keluar kayak gini."
Dari jauh terlihat seorang pria yang terus menatap ke arah mobil yang terparkir di depan sports Center yang terbuka pintu nya, kedua tangan nya yang di kepalkan.
" Apakah kamu, kembali dengan seorang Pembohong? "
******
Galih bersama dengan Puspita berkunjung ke rumah Pak Anto, dimana saat itu sedang berkumpul keluarga dari istri nya.
Dimana semua nya tengah sibuk bercanda tawa, begitu pun juga Puspita, namun tidak dengan Galih, dari awal kedatangan hanya senyuman sekilas yang di dapat.
" Mah, Papah mana? "
" Di kamar kayak nya sedang tidur."
" Loh kok tidur, kan tadi Saya bilang mau kesini sama Mas Galih."
" Mamah nggak tahu kamu kesini sama Galih, kalau tahu mamah juga menyambut Galih yang sudah datang jauh - jauh kemari."
" Mah, Mas Galih sudah melamar Saya, Tante Tini saksinya."
Galih terus diam sendiri di ruang tamu, sedangkan Puspita berada di ruang tengah bersama dengan keluarga Mamah sambung nya.
" Kamu yakin akan menikah dengan Galih? "
" Yakin."
" Kamu pikirkan lagi."
Saat itu Pak Anto keluar dari kamarnya, dan sedikit melirik ke ruang tamu, dimana Galih sedang memainkan ponsel nya.
" Kenapa kamu ajak dia kemari? " Ucap Pak Anto sedikit keras dan terdengar di telinga Galih.
" Mas Galih ingin minta ijin sama Papah, mau menikahi Puspita."
" Apa....!!! " Ucap Pak Anto kaget.
__ADS_1
" Mas Galih ingin minta ijin sama Papah dan Mamah, untuk menikahi Saya."
" Nggak akan Papah ijinkan..!!! "