Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Pertemuan Kembali


__ADS_3

" Heru benar nggak ikut? " Tanya Tante Tini saat mobil yang menjemput Puspita dan Tante Tini datang.


" Nggak Tante, lagian Kak Heru ada perjalanan Dinas." Jawab Puspita.


" Oh, kirain ikut."


" Dia juga nggak tahu Tante, lagian nggak penting,mau cerita juga lagian orang nya 3 hari perjalanan Dinas. "


" Ya bagaimana juga harus bilang, walau sudah bukan apa - apa lagi."


" Mba Puspita sudah siap? " Tanya supir Pribadi Pak Anwar .


" Sudah Pak, " Jawab Puspita.


" Maaf ya mba, Saya angkat ya naik ke dalam mobil. "


" Iya Pak."


*****


" Kamu besok temani Mamah untuk datang ke pernikahan Galuh, masa kamu nggak datang." Ucap Ibu Eva.


" Iya Mah pasti datang, siapa sih nggak datang."


" Galuh bilang kamu nggak hadir."


" Kalau nggak hadir ngapain Pulang Mah."


" Besok kamu bawa Panji kemari, masa mau sama Alexa dan Galuh, sekalian Bagas juga."


" Bagas sama Papah Mah, yang di bawa pasti Panji saja."


' Papah kamu itu, cucu saja harus berebut, Mamah juga sama oma nya, bilang sama Papah kamu, Bagas sekalian di bawa."


" Mamah kenapa sih masih benci sama Papah, sudah tua mah sudah jangan seperti itu lagi."


" Mamah benci sama Amel, gara - gara dia Mamah sama Papah cerai."


" Tapi dia juga sayang Galih sama Galuh."


" Sayang, karena nggak bisa punya anak."


" Sudahlah Mah, nanti besok Galih bilang sama Papah."


******


Perjalanan yang memakan waktu 6 jam pun telah sampai, dimana Galuh dan kedua orang tua nya pun menyambut nya.


Galih Pun membantu menurunkan Puspita dari dalam mobil menuju ke kursi Roda.


" Terima kasih." Ucap Puspita ucap Puspita pada Galuh lalu di balas dengan senyuman


" Apa kabar sayang." Sapa Ibu Amel memeluk tubuh Puspita, lalu memeluk tubuh Tante Tini.


" Alhamdulilah kami kabar baik, terima kasih sudah menyambut kami." Ucap Tante Tini.


" Mah tamunya ajak masuk." Pinta Pak Anwar.


Galuh mendorong kursi Roda Puspita, memasuki rumah nya, terlihat dua anak laki - laki kecil yang sedang bersama dengan pengasuh nya.


" Mereka tinggal disini." Ucap Galuh.


" Oh..!! "


" Kalian istirahat dulu, atau makan dulu? "


" Iya, makan dulu ya perjalanan kalian jauh." Ucap Pak Anwar.


" Seperti nya kita istirahat saja dulu, Puspita butuh rebahan untuk pinggangnya baru saja Pulih, kalau terjadi apa - apa takut nya, belum bisa lepas pen."


" Iya nggak apa - apa, istirahat saja dulu, nanti kalau butuh apa - apa bisa hubungi kami." Ucap Ibu Amel.

__ADS_1


" Makasih Tante."


" Sama - sama. "


" Yuk , Saya antar ke kamar." Galuh mendorong kursi Roda Puspita di ikuti oleh Tante Tini.


" Ini kamar Galih, kalau dia menginap disini. Dan Pakaian nya juga masih banyak di lemarinya, sengaja nggak di bawa untuk khusus disini."


" Terima kasih ya Galuh." Ucap Tante Tini.


" Sama - sama."


Setelah Galuh pergi, Tante Tini menutup rapat pintu kamar.


" Puspita, apa kamu nggak curiga kalau mereka seperti nya punya rencana untuk kamu."


" Curiga apa sih Tante."


" Kamu nggak peka ya, ini kamar siapa? "


" Mas Galih, terus? "


" Galih pasti datang, kamu nggak masalah? "


" Saya hanya untuk datang ke undangan Mas Galuh, kalau pun dia datang bukan urusan Puspita."


" Tapi hati kamu senang kan, kalau nyatanya bertemu dengan nya? "


" Sudah Tante jangan mulai."


*****


Pagi hari orang seisi rumah tengah sibuk mempersiapkan untuk akad nikah Galuh nanti Siang, MUA yang di datangkan khusus untuk merias pengantin pria, dan Ibu Amel dengan sanggulnya.


" Puspita, kamu di rias ya? " Ucap Ibu Amel.


" Nggak usah Tante, Saya sudah make up."


" Tapi Tante..? "


" Ssttt.. nurut sama Tante."


Akhirnya Puspita pun di make over oleh MUA, merubah sedikit penampilan Puspita.


****


Tok.. Tok...


" Masuk."


" Sudah siap? " Tanya Galih saat sampai di rumah Pak Anwar Papah nya.


" Alhamdulilah, kamu datang." Jawab Galuh.


"Datang lah, masa nggak datang."


" Semua sudah datang? "


" Iya, kita berangkat ke gedung sekarang." Ucap Galih.


" Mamah mana? "


" Mamah di mobil, nggak mau turun, nanti di pelaminan saja katanya."


Galuh mendengus kesal, saat mengetahui Mamah nya yang tidak ingin menginjakkan kaki nya di rumah mantan suami nya.


Galih dan Galuh pun keluar kamar dengan bersamaan keluar nya Puspita dengan wajah yang sudah di make up sangat cantik.


Galih tidak menyadari bahwa yang di depan nya itu adalah Puspita, Galih hanya fokus pada Panji dan Bagas , menyalurkan rasa Kangen nya.


Ekhm..

__ADS_1


Galuh berdehem saat Puspita sudah keluar dari kamarnya, dan Galih kembali fokus tatapannya, namun tatapan mata nya tertuju ke arah Puspita, begitu pun juga Puspita yang menatap ke arah Galih.


Kedua nya saling menatap tanpa berkedip, setelah beberapa detik mereka pun langsung membuang muka."


" Bisa kita jalan, penghulu sudah menunggu." Ucap Galuh menetralkan suasana.


****


Tamu Undangan pun telah hadir, dimana sepasang pengantin telah duduk di hadapan penghulu.


Terlihat Galih tengah bercanda dengan kedua putra nya Bagas dan Panji, sambil menyaksikan momen sakral saudara kembarnya. Namun dari jauh pun Puspita yang bersama Tante Tini duduk manis menyaksikan momen sakral, dengan duduk di belakang Galih dengan jarak 3 meter.


SAH


Kata sah pun terucap, kini Galuh dan Alexa pun resmi menjadi pasangan suami istri.


" Selamat ya." Ucap Galih pada Galuh dan Alexa.


" Sama - sama." Ucap Galuh sambil memeluk Galih.


" Makasih ya mas, sudah hadir." Ucap Alexa sambil bersalaman dengan Galih.


" Titip Panji, makasih kalian mau merawat Panji selama saya tugas."


" Panji sudah saya anggap anak saya sendiri mas, Panji dan Bagas memang ponakan saya, tapi rasa sayang saya ke mereka melebihi rasa sayang seorang Tante. Walau mereka terakhir dari rahim kakak saya, yang telah meninggalkan keburukan dia tetaplah kakak saya, dan Ibu dari Panji dan Bagas."


" Kamu nggak coba dekatin Puspita? " Bisik Galuh.


" Kita sudah nggak ada hubungan apa - apa."


" Sapa dia, walau tak mempunyai hubungan juga."


Galih melirik ke arah Puspita yang tengah duduk bersama Tante Tini, dan sesekali di sela mengobrol nya terlihat senyuman yang dan tawa yang lepas.


Galih lalu turun dari atas pelaminan, berjalan menuju ke arah Puspita dan Tante Tini, entah mengapa kaki nya melangkah begitu saja ke arah mereka berdua.


" Tante." Sapa Galuh sambil mencium punggung tangan nya.


" Galih, apa kabar? "


" Alhamdulilah sehat, kamu apa kabar Puspita?"


" Alhamdulilah sehat."


Galih pun lalu duduk, di depan Tante Tini dan Puspita, rasa canggung kedua nya pun terjadi. Dan itu pun disadari oleh Tante Tini.


" Tante, ingin ambil minum dulu ya." Ucap Tante Tini yang sudah berdiri.


" Saya ikut Tante."


" Kamu disini saja, lihat banyak tamu di meja prasmanan."


Tante Tini pun pergi meninggalkan Puspita dan Galih yang sedang duduk berdua.


" Tulang panggulnya bagaimana? "


" Sudah bisa bergeser, tapi masih belum bisa berdiri."


" Ada rencana menatap di wilayah Timur kalau sudah sembuh? "


" Mungkin akan mengurus mutasi."


" Oh, saya kira akan menatap disana."


" Saya nggak mau, selalu ingat rentetan peristiwa yang berhubungan dengan masa lalu."


" Saya mengerti."


" Saya ingin kita tidak bertemu, tapi tetap saja kita bertemu."


" Semoga setelah ini kita tidak lagi bertemu, ini adalah yang terakhir."

__ADS_1


__ADS_2