Belenggu Hati Pak Polisi

Belenggu Hati Pak Polisi
BAB 39 - Cerita Di Persidangan


__ADS_3

"Kalau urusan nikah, dipermudah Mas. Tapi untuk urusan cerai, prosedur dan aturannya dipersulit."


Kira-kira itulah kalimat yang Rambo dengar dari seseorang yang ia temui ketika menjalani proses perceraian hari ini. Dan memang, Rambo merasakan rumitnya proses tersebut. Harus ada proses persidangan yang dilakukan selama beberapa kali. Itu pun sudah dipersingkat oleh pengadilan karena beberapa tahapannya digabungkan dalam satu waktu.


"Yang kalian nikahi itu manusia. Bukan malaikat yang selamanya akan benar, bukan juga syetan yang selamanya akan salah. Jadi wajar saja kalau ada salah-salah dikit. Semua itu masih bisa diselesaikan kekeluargaan."


Itu adalah kalimat nasihat yang disampaikan oleh Hakim pada sidang pertama perceraian Rambo dan Erin. Tapi nasihat itu tidak berlaku bagi Rambo, karena tujuan mereka sidang hanya untuk penyelesaian administrasi semata.


Sekitar pukul sembilan pagi beberapa waktu setelah itu, Rambo datang ke Pengadilan. Rupanya banyak juga pasangan suami-istri yang sedang mengalami proses persidangan. Ketika Rambo melapor untuk mendapatkan nomor urut sidang, ia melihat ada lima halaman kertas yang berisi nama-nama pasangan yang akan bersidang juga di hari itu. Jika satu halaman terdiri dari sepuluh pasangan saja, berarti ada tiga puluh pasangan suami-istri yang nasib rumah tangganya berada di ujung tanduk, sama seperti rumah tangganya dengan Erin.


Setelah menunggu beberapa saat, tiba giliran ia dan Erin masuk ruang sidang. Ada empat orang yang duduk di depan ruang sedang. Satu di tengah mungkin yang disebut sebagai Hakim Ketua, karena beliaulah yang paling banyak bicara. Dua lainnya yang duduk di kanan dan kiri beliau, mungkin hakim anggota. Sedang satu orang lagi yang duduk paling pojok adalah orang yang bertugas memanggil nama-nama pasangan yang akan sidang.


"Baik kalau begitu. Saudari Penggugat dan Tergugat, saudara datang kesini berdasar sebuah panggilan yang telah sampai kepada saudara berdua beberapa hari yang lalu, dan panggilan tersebut dinyatakan resmi dan patut. Hari ini adalah sidang pertama pada perkara cerai gugat antara saudari Erina Widya Karisma sebagai Penggugat dan Saudara Rama Bobby Suhendra sebagai Tergugat." Ucap Hakim ketua sidang yang memimpin perkara perceraian antara Rambo dan Erin.


"Sesuai dengan peraturan peraturan Perundang-undangan yang berlaku, maka pada hari pertama sidang ini, kami, berkewajiban memberikan nasihat kepada saudara Penggugat dan Tergugat bahwa perceraian itu tidak baik untuk saudara berdua. Mengapa? karena dengan perceraian berarti ikatan suci yang selama ini terjalin dalam sebuah keluarga akan hancur. Apa yang selama ini telah dicita-citakan akan akhir bahagia ibarat mimpi yang menjadi semu. Alangkah lebih baik jika segala permasalahan yang timbul dalam rumah tangga kita dapat diselesaikan secara kekeluargaan." Hakim berhenti sejenak sambil memasang kontak mata baik pada Rambo maupun Erin. Kemudian melanjutkan;


"Oleh sebab itu, berdamailah. Karena Tuhan akan melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya jika kita mau saling damai dan memaafkan satu sama lain. Baik, silahkan hakim anggota menyampaikan nasihatnya untuk melakukan perdamaian kepada para pihak."


"Terima kasih Pak hakim ketua. Saudara Penggugat dan Tergugat. Jika kami memperhatikan surat keterangan ini terlihat di situ bahwa saudara berdua telah menjalin hubungan rumah tangga dari bulan April. Ini menunjukkan bahwa usia pernikahan yang telah saudara berdua lalui masih sangat muda. Tentunya banyak kenangan masa depan yang sangat manis untuk diciptakan. Kita harus bisa saling memaafkan. Apalagi untuk orang yang sangat berharga dalam hidup kita." Lanjut hakim anggota yang berada di sebelah kiri,


"Ikatan suami isteri merupakan ikatan suci yang sangat disayangkan sekali jika berakhir dengan perceraian. Jadi kami harap kepada saudari Penggugat dan Tergugat urungkanlah niat saudara untuk bercerai, keluarga yang utuh adalah idaman kita semua. Suatu pernikahan dibentuk untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Tujuan ini akan tercapai apabila didasari rasa saling mencintai dan sadar akan kedudukan masing-masing.. Nah, untuk kasus ini menurut saya bila saudara-saudara Penggugat dan Tergugat menyadari marilah diselesaikan secara damai saja. Terima Hakim kasih Ketua."

__ADS_1


Begitu hakim anggota menyelesaikan nasihatnya, hakim ketua kembali mengambil alih dan melanjutkan. "Baiklah kalau begitu saudara Penggugat dan Tergugat. Semoga arah dan nasihat yang kami berikan kepada saudara berdua tadi menciptakan perdamaian dan kerukunan, serta dapat menarik hati saudara untuk mengurungkan niat perceraian ini. Bagaimana saudari Penggugat?


Erin berderai air mata, jelas ia sangat setuju dengan pendapat majelis hakim, namun mau dikata apa, saat ini Erin sudah tak memiliki daya apa pun untuk mempertahankan rumah tangganya. Meski sesak, ia sekilas mencuri pandang pada Rambo di sampingnya, berharap Rambo akan menghalangi semua ini terjadi. Tapi, jangankan untuk mengurungkan, bahkan menatapnya pun tidak sama sekali.


Dengan berat hati dan penuh rasa sakit, Erin angkat bicara, "Tidak Yang Mulia. Saya sudah berpikir matang-matang dan saya tetap pada kehendak dalam gugatan tersebut."


"Bagaimana saudara Tergugat?" Tanya hakim ketua kemudian sambil melirik Rambo.


Erin kembali memandang Rambo, ekspresinya masygul berharap rasa iba dari Rambo untuk menjawab, batal.


"Sama seperti istri saya Yang Mulia. Saya juga tetap mantap untuk bercerai." Jawab Rambo.


...****************...


Hingga pada persidangan yang berikutnya. Dimana kali ini Rambo datang ke sidang tidak sendiri. Pada sidang sebelumnya, Hakim meminta ada anggota keluarga masing-masing yang datang untuk dijadikan saksi. Rambo datang bersama ibu dan kakaknya, dokter Rani.


Mereka datang lebih awal daripada Erin yang datang bersama Papa dan Mama mertua Rambo. Berdasarkan nomor antrian, sidang yang akan mereka jalani akan dilaksanakan pada urutan ketiga.


Sama seperti dua sidang sebelumnya, sidang yang akan dilaksanakan di dalam Ruang Sidang I. Sama juga seperti sidang sebelumnya, para hakim yang bertugas di ruang tersebut datang lebih lambat dibandingkan dua ruang sidang lainnya. Sidang pertama di Ruang Sidang I baru dimulai setelah ruang sidang lain telah melaksanakan beberapa proses sidang.


Setelah menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan, serta keterangan para saksi, akhirnya tibalah pembacaan putusan, apakah gugatan perceraian mereka dikabulkan hakim atau tidak. Di saat ini, sama seperti sebelumnya Erin sudah berderai air mata. Begitu juga dengan Rambo, sedari tadi ia bersusah payah menahan gejolak dalam dadanya yang bergetar.

__ADS_1


"Sidang Semu Pengadilan Agama, yang mengadili masalah perdata dalam tingkat pertama, Perkara Nomor: 123/Pdt.G/20**/PAJS, antara saudari Erina Widya Karisma sebagai penggugat dengan Saudara Rama Bobby Suhendra sebagai tergugat, pada hari ini, Senin Tanggal 11 September, dinyatakan dibuka dan tertutup untuk umum." Hakim ketua membuka sidang ini disusul dengan ketukan palu sebanyak 3 kali.


"Selamat pagi, saudari Penggugat?"


"Selamat pagi, Yang Mulia." Jawab Erin.


"Saudari Penggugat apakah saudari dalam keadaan sehat dan siap mengikuti persidangan hari ini?"


"Saya sehat yang mulia dan siap mengikuti sidang pada hari ini."


Lalu Hakim Ketua melanjutkan pada Rambo, "Selamat pagi, saudara Tergugat?"


Rambo mengambil sikap siap, kemudian menjawab dengan lantang. "Selamat pagi, Yang mulia."


"Saudara Tergugat apakah saudara dalam keadaan sehat dan siap mengikuti persidangan hari ini?"


"Saya sehat Yang Mulia dan siap mengikuti sidang pada hari ini."


"Baik, Saudara Penggugat dan Tergugat, acara selanjutnya adalah pembacaan putusan pengadilan atas perkara dengan nomor register--- Putusan dibacakan secara bergantian oleh Hakim, dimulai dari Hakim ketua, saya, Hakim anggota II dan diakhiri kembali oleh Hakim ketua."


Erin tidak jahat, Rambo tidak jahat. Tapi mereka tidak baik jika bersatu, mungkin inilah suatu pembelajaran bagi segala hal yang dipaksakan. Biarlah menjadi cerita bagi masing-masing, dan menjadi salah satu bumbu yang melengkapi perjuangan Rambo dalam mengejar cinta sejatinya selama bertahun-tahun.

__ADS_1


__ADS_2