
Akhirnya Rangga mengajak Mawar keluar dari kamar Fery, karena sepertinya dia sudah tidak tahan lagi berada di dalam ruangan itu. Terlalu banyak kenangan indah yang dia ingat saat berada di kamar itu, yang membuat dia semakin merasa bersalah dengan sikapnya selama ini.
Baru saja mereka keluar dari ruangan itu, tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi.
"Ning nung Ning nung..."
Mawar celingukan mencari bi Odah, tapi sepertinya bi Odah sedang sibuk di dapur. Jadi terpaksa dia yang harus membukakan pintu.
"Tunggu sebentar ya den, saya lihat dulu siapa yang datang, siapa tau yang datang orang penting,"
"Iya, jangan lama-lama,"
Mawar pun bergegas menuju ke ruang tamu, kemudian membukakan pintu. Dan ternyata yang datang dua orang cowok seusia Rangga, mereka adalah Alex dan Rio, dua sahabat baik Rangga. Mereka berdua memang sering datang ke rumah Rangga untuk menjenguk Rangga dan memberi support sahabatnya itu.
"Cari siapa mas?" tanya Mawar.
Alex dan Rio hanya terdiam, mereka tidak ada yang menjawab pertanyaan Mawar. Justru keduanya sama-sama bengong melihat Mawar. Mereka terpana dengan wajah cantik Mawar yang benar-benar alami, tanpa sentuhan make up itu. Melihat mereka hanya terdiam, Mawar pun mengulangi pertanyaannya satu kali lagi.
__ADS_1
"Maaf mas, mas ini cari siapa ya?"
"Cari kamu," jawab mereka berbarengan. Yang membuat Mawar tersenyum tipis.
"Memang mas-mas ini siapa? mau ada urusan apa sama saya?"
"Kita ini petualang cinta," jawab Alex.
"Kita ingin tau banyak tentang mbak yang cantik ini," timbal Rio. Yang membuat Mawar mengerutkan dahinya.
Rangga yang sudah tidak sabar menunggu Mawar pun langsung menyusul Mawar. Dia juga penasaran, siapa yang datang yang membuat Mawar berlama-lama di depan.
"Kalian berdua kesini mau ketemu aku atau mau godain Mawar, ha?"
"O... namanya Mawar..." sahut keduanya berbarengan.
"Kalian berdua mau masuk gak? kalau enggak, aku tutup lagi pintunya," gerutu Rangga.
__ADS_1
"Cie...cie...ada aroma-aroma cemburu nih," timbal Alex.
"Sudahlah Mawar, tutup saja pintunya,"
"Eh, jangan mbak. Iya kita masuk," jawab mereka yang langsung buru-buru masuk.
Rangga mengajak kedua sahabatnya ke kamar, karena memang Rangga tidak suka berada di luar. Kedua sahabatnya pun sudah memahaminya. Mereka bertiga menuju ke kamar Rangga, sementara Mawar pergi ke dapur untuk membuatkan minuman mereka bertiga.
Sesampainya di dalam kamar, Alex dan Rio langsung menghempaskan tubuh mereka di atas ranjang, keduanya pun langsung menghujani Rangga dengan pertanyaan-pertanyaan konyol mereka.
"Kamu kok gak bilang sih bro, ada bidadari nyasar kesini?" tanya Alex.
"Pantes aja dia gak pernah tanyain kabar kita, karena dia gak mau kabar baik dia diketahui kita, ya gak bro," timbal Rio.
"Bener banget tuh, gimana dia gak baik-baik aja, tiap hari dijagain cewek secantik itu. Kalau aku diposisi Rangga, mending aku lumpuh permanen sekalian. Biar bisa selalu dekat dengan Mawar. Ya gak Yo?'
"Yo'i Lex..."
__ADS_1
Rangga hanya terdiam sambil senyum-senyum, dia sengaja memberi kesempatan kedua sahabatnya itu bicara sepuasnya. Kalau mereka sudah puas, barulah Rangga angkat bicara. Persahabatan mereka sangat erat, meski sikap Rangga selama ini berubah, tapi tidak kepada kedua sahabatnya ini, hanya kepada mereka lah Rangga selama ini mau berkomunikasi.
Setelah mendapatkan celah untuk berbicara, Rangga pun menjelaskan siapa Mawar dan dari mana asal usulnya, agar kedua sahabatnya itu tidak lagi sibuk ingin tau tentang Mawar terus-menerus, yang membuatnya merasa kesal.