BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 60


__ADS_3

Sesampainya di kampus, Mawar dan Fery turun dari motor, mereka langsung menuju ke gedung kampus. Mawar terlihat malu-malu karena hampir semua mata tertuju padanya. Wajar kalau hampir semua mahasiswa memperhatikannya, karena Mawar memang sangat cantik, dan cantiknya benar-benar cantik alami. Yang membuat hampir semua orang terpesona melihatnya.


"Pantes aja kak Rangga suruh Fery jagain kak Mawar, kayaknya disini memang sepertinya rawan,"


"Rawan apa Fer?"


"Rawan yang jatuh cinta sama kak Mawar,"


"Bisa aja kamu Fer,"


Terlihat dari kejauhan ada Rahel yang melambaikan tangan pada Fery, sepertinya dia sedang mengobrol dengan teman-temannya. Fery dan Mawar pun langsung menuju ke arah mereka.


"Rahel, itu siapa yang sama Fery? kok kayaknya cantik banget ya," ucap Santi, salah satu temannya Rahel.


"Iya Hel, kayaknya juga dekat banget," timbal Lina.


"Itu kakaknya Fery, namanya kak Mawar, tapi bukan kakak kandung, tepatnya kakak angkat. Fery sudah cerita banyak sama aku tentang kak Mawar. Tapi aku juga baru lihat dia sekarang, ternyata orangnya cantik ya," ucap Rahel yang juga kagum dengan kecantikan Mawar.

__ADS_1


O... gitu," sahut Santi dan Lina berbarengan.


Setelah sampai di tempat Rahel, Fery langsung memperkenalkan Mawar pada Rahel dan kedua temannya.


"Ternyata kak Mawar orangnya cantik ya," ucap Rahel.


"Bisa aja kamu, Kamu juga cantik banget. Pantes aja Fery tiap hari mikirin kamu," sahut Mawar.


"O ya? tapi dia kok gak pernah bilang ya sama aku kalau dia mikirin aku,"


Mereka pun hanyut dalam obrolan yang seru. Tidak lama kemudian, Rena dan teman-teman nya lewat. Melihat ada Fery disitu, Rena pun langsung berhenti, lalu menyapa Fery.


"Hai Fer, gimana nih kabarnya? kuliah di sini juga ya?"


"Kabarnya baik kak. Iya, Fery kuliah disini. Cari yang dekat-dekat rumah saja,"


Fery pun memperkenalkan Rena pada semua yang ada di situ. Mata Rena lalu tertuju pada Mawar. Dia mencoba mengingat-ingat Mawar, karena sepertinya dia pernah melihat Mawar. Tidak lama kemudian dia baru ingat, kalau dia pernah melihat Mawar di rumah Rangga.

__ADS_1


"Lho, dia kan Art kamu Fer. Ngapain dia disini?" tanya Rena dengan nada sinis.


"Kak Mawar bukan Art, dia kakakku. Dia juga kuliah disini," jawab Fery tegas.


"Kakak dari mana Fer, tapi hebat juga dia bisa kuliah di sini. Salam kenal ya, aku Rena, calon kakak sungguhan nya Fery," ucap Rena sambil mengulurkan tangannya pada Mawar. Mawar pun menyambut uluran tangan Rena sambil tersenyum.


Setelah berkenalan dengan mereka semua, Rena pun pergi dengan teman-temannya. Fery hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap Rena.


"PD banget sih itu orang, siapa juga yang mau jadi adiknya. Dasar gak tau malu,"


"Udah Fer, jangan ngomel-ngomel. Jangan malu-maluin kakak didepan pacar kamu," gurau Mawar.


"Alah kak, biarin aja. Rahel sudah biasa liat dia ngomel-ngomel gitu. Udah gak heran aku kak, biarin aja," sahut Rahel, yang membuat mereka tertawa.


"Wah, tega kalian membully aku. Baru juga sehari masuk kampus, udah di bully. Tapi gak pa-pa lah, kalau yang bully yayang ku, aku betah-betah aja dan pasrah aja," ucap Fery sambil menyenggol lengan Rahel.


Setelah ngobrol beberapa menit, mereka pun bergegas masuk ke ruangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2