BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 56


__ADS_3

Sementara itu, Mawar belum berhenti menangis di kamarnya. Hatinya benar-benar hancur, dia masih belum percaya dengan apa yang dia lihat. Orang yang sangat dia sayangi sepenuh hati, tega bermesraan di depan matanya.


"Pantas saja kamu masih menyimpan foto Rena mas, ternyata benar, kamu masih mencintainya. Kamu jahat mas, kamu tega menyakitiku. aku benci sama kamu mas, aku benci," gerutu Mawar dengan air matanya yang terus berlinang.


Rangga masih duduk di ruang tengah, hatinya belum juga bisa tenang. Dia benar-benar masih kesal dengan sikap Rena yang sudah kelewatan.


"Assalamualaikum," terdengar suara Fery mengucapkan salam, dia baru saja pulang dari sekolah.


"Wa'allaikumsallam," sahut Rangga.


Setelah mencium tangan Rangga, seperti biasa, Fery celingukan mencari Mawar. Bagi Fery belum tenang pulang sekolah, kalau belum melihat kakak kesayangannya, Mawar.


"kak Mawar kemana kak, kok sepi,"

__ADS_1


"Iya juga ya, kakak juga belum melihatnya dari tadi," jawab Rangga yang juga baru sadar kalau dari tadi dia tidak melihat Mawar.


Rangga menyuruh Fery melihatnya ke dapur. Sampai di dapur, Fery tidak melihat Mawar. Dia pun menanyakan Mawar pada bi Odah.


"Bi Odah, kak Mawar nya mana ya? kok aku cari-cari gak ada,"


"Gak tau ya den, dari tadi dia keluar dari dapur. Coba lihat ke kamarnya den, mungkin dia ada di kamar,"


Fery pun bergegas pergi ke kamar Mawar. Sesampainya di depan pintu kamar Mawar, Fery mengetuk pintu.


"Makanlah dulu Fer, kak Mawar nanti aja ya," jawab Mawar yang suaranya terdengar sangat lirih.


Fery pun penasaran, ada apa dengan Mawar, suaranya seperti terdengar sedang menangis. Fery pun memberanikan diri membuka pintu kamar Mawar, dia takut terjadi apa-apa dengan Mawar.

__ADS_1


Fery pun langsung masuk ke dalam kamar Mawar dan benar saja, dia melihat Mawar sedang menangis tersedu-sedu, yang jelas membuat Fery merasa panik. Fery mendekati Mawar, dia duduk di dekat Mawar.


"Kak Mawar, kak Mawar kenapa? ada apa kak, siapa yang sudah membuat kak Mawar menangis, jawab kak, bilang sama Fery, siapa orangnya," tanya Fery yang terlihat panik dan cemas.


"Fery... rasanya sakit Fer, kak Mawar gak sanggup, rasanya sakit sekali Fery..." ucap Mawar sambil menyandarkan kepalanya di bahu Fery. Fery pun memeluk Mawar, dia berusaha menenangkan Mawar dengan membelai-belai rambut Mawar.


"Tenanglah kak, coba cerita sama Fery, ada apa kak? apa perlu Fery panggil kak Rangga?"


"Gak usah Fery, kakak gak mau ketemu mas Rangga, kakak benci sama mas Rangga,"


"O...jadi kak Rangga yang sudah bikin kak Mawar menangis. Keterlaluan kak Rangga. Fery gak terima kak Rangga menyakiti kak Mawar," ucap Fery yang langsung bergegas keluar kamar.


Wajar kalau Fery sangat marah, dia sangat menyayangi Mawar, dia sudah menganggap Mawar seperti kakak kandungnya sendiri, dia tidak tega melihat Mawar menangis.

__ADS_1


Mawar berusaha mencegah Fery, namun Fery yang sedang kesal dengan Rangga, mempercepat langkahnya dan buru-buru menemui Rangga. Mawar pun hanya bisa pasrah, dia kembali duduk di tepi ranjang dengan air matanya yang terus mengalir membasahi kedua pipinya. Dia tidak tau harus berbuat apa, saat ini hatinya benar-benar sedang terluka.


__ADS_2