
Usaha Rena untuk bisa kembali lagi pada Rangga ternyata tidaklah main-main. Meski Rangga tidak lagi memperdulikannya, dia tetap saja menemui Rangga dengan berbagai macam alasan. Sedikitpun dia tidak menyerah, dia berusaha terus memberikan perhatiannya untuk Rangga yang jelas membuat Mawar benar-benar merasa kesal melihatnya.
Hari ini kesekian kalinya Rena mendatangi rumah Rangga. Kali ini dia datang membawa makanan kesukaan Rangga, berharap Rangga akan sedikit luluh hatinya dan mau menerimanya kembali menjadi kekasihnya.
Kebetulan kali ini Rangga sendiri yang membukakan pintu karena Mawar dan bi Odah sedang sibuk di belakang. Rasanya Rangga ingin sekali menutup pintu rumahnya lagi dan tidak mengizinkan Rena masuk, tapi dia tidak sanggup melakukannya, melihat wajah Rena, sekilas dia teringat kembali masa-masa indah dengan Rena, saat dia bercanda bersama dan bermesraan berdua, semua kenangan itu jelas seketika muncul kembali dalam ingatannya kala melihat wajah Rena didepan matanya.
Mungkin ini salah satu tujuan Rena menemui Rangga hampir setiap waktu, dia ingin supaya Rangga mengingat kembali masa-masa indah dengannya yang mungkin bisa meluluhkan hati Rangga kembali.
"Mau apa lagi sih Ren kamu kesini, aku sudah muak melihat wajah kamu!"
"Udah dong Rangga, kamu jangan marah-marah gitu. Aku kesini cuma bawain ini buat kamu, ini makanan kesukaan kamu lho," ucap Rena yang langsung masuk kedalam.
"Rena, kamu benar-benar gak punya sopan santun ya, siapa yang menyuruhmu masuk ke dalam?"
__ADS_1
Rena tidak memperdulikan Rangga, dia terus saja masuk ke dalam rumah Rangga. Rena menuju ke ruang makan, dia meletakkan makanan yang dibawanya di meja makan dan dia berniat pergi ke dapur mengambil sesuatu yang akan dipakai untuk menyiapkan makanan yang dibawanya.
Rangga yang sudah tidak tahan dengan sikap Rena yang berusaha memberikan perhatian padanya, yang sama sekali tidak dia butuhkan itu pun langsung menarik tangan Rena dan memaksa Rena menghentikan semuanya.
"Cukup Rena! aku bilang cukup!. Hentikan semua ini, aku minta kamu pergi sekarang juga,"
"Tidak Rangga, Aku tidak mau pergi. Aku akan berusaha menebus kesalahanku dulu. Aku ingin memberikan perhatianku untukmu yang dulu tidak pernah aku berikan, aku menyesal Rangga, aku benar-benar ingin memperbaiki hubungan kita. Ku mohon, beri aku kesempatan, sekali saja Rangga, aku mohon,"
Namun saat dia ingin melangkah, lagi-lagi Rangga menarik tangannya, Rena berusaha melepaskan tangan Rangga yang memegangnya dengan menariknya kuat-kuat, sehingga membuat Rangga yang masih menggunakan tongkat pun hampir terjatuh. Rena buru-buru menahan tubuh Rangga dengan memeluknya, agar rangga tidak sampai terjatuh.
Kebetulan Mawar yang mendengar ribut-ribut pun langsung keluar dari dapur, seketika Mawar merasa hancur hatinya, melihat Rangga berpelukan dengan Rena. Mawar yang tidak tau awal ceritanya sampai mereka bisa ada di posisi seperti itu, jelas mengira kalau Rangga mau menerima Rena kembali menjadi kekasihnya.
Mawar yang langsung meneteskan air mata, berlari ke kamarnya. Dia benar-benar tidak tahan melihat itu semua. Dia pun langsung menangis sejadi-jadinya didalam kamar.
__ADS_1
Sementara Rangga tidak menyadari kalau Mawar telah melihatnya berpelukan dengan Rena. Rangga berusaha melepaskan pelukan Rena, namun Rena justru memeluknya dengan erat.
"Rena, apa yang kamu lakukan. Lepaskan aku Ren,"
"Tidak Rangga, biarkan aku memelukmu seperti ini, aku kangen sama kamu Rangga. Aku kangen saat kamu dulu memelukku seperti ini. Aku kangen kamu Rangga,"
Rangga benar-benar marah dan sudah tidak tahan lagi dengan ucapan dan sikap Rena, dia mendorong tubuh Rena kuat-kuat yang membuat pelukan Rena pun terlepas.
"Pergi kamu Rena! aku bilang pergi!" bentak Rangga pada Rena.
"Oke, aku pergi Rangga. Tapi aku tidak akan menyerah sampai kamu mau menerimaku lagi. Aku mencintaimu Rangga, aku ingin kita seperti dulu lagi," ucap Rena yang langsung pergi meninggalkan Rangga sambil menangis.
Rangga mencoba menenangkan diri, dia melangkah ke ruang tengah dan duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya sambil sesekali menarik nafas panjang.
__ADS_1