
Sambil makan, mereka pun menyusun rencana selanjutnya. Fery mengajak mereka lanjut pergi memancing di lokasi pemancingan yang tidak jauh dari tempat mereka makan, karena itu adalah salah satu hobi Fery, Rangga dan Mawar pun tidak bisa menolaknya, akhirnya mereka pun sepakat usai makan langsung pergi ke pemancingan.
Setelah selesai makan, mereka pun kembali menempuh perjalanan. Namun ternyata Mawar yang sudah kelelahan, justru tertidur dengan hanya menyandarkan kepalanya di pundak Rangga. Sepertinya Mawar benar-benar kelelahan.
"Wah, Fer. Kayaknya kita gak jadi memancing deh," tegas Rangga pada Fery yang duduk di belakang,"
" Emang kenapa kak?"
"Kak Mawar tidur nih, masa mau dibangunin, Kan kasian,"
"Iya deh pak pa-pa, lain kali aja mancingnya. Kasian kak Mawar, pasti dia capek banget tuh,"
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah. Selama diperjalanan, mereka lebih memilih diam dan tidak banyak bicara, karena mereka takut kalau sampai suara mereka akan membangunkan Mawar yang tengah tertidur pulas.
Setelah kurang lebih tiga puluh menit mereka menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di rumah. Fery turun lebih dulu dengan membawa barang-barang belanjaan. Sementara Rangga berusaha membangunkan Mawar dengan lembut.
"Sayang, kita udah sampai nih. Bangun sayang," ucap Rangga sambil mencium pipi Mawar.
"Oh, dah sampai ya mas, aku ketiduran ya. Ya udah, yuk kita mancing,"
__ADS_1
"Mancing apa sayang, kita dah sampai rumah. Yang ada kamu tuh mancing aku, jadi pengen cium-cium kamu kalau lihat kamu tidur pulas,"
"Ih...mas Rangga apa-apaan sih, kok malah pulang sih, kenapa gak jadi mancing?"
"Gak usah sok-sok kuat, aku tau sayang udah capek banget kan, keliling ke sana kemari, makanya kita memutuskan pulang aja. Mancingnya kapan-kapan aja,"
"Iya mas, emang aku capek banget nih. Pengen istirahat,"
"Ya udah, masuk yuk. Barang-barang mu sudah dibawa Fery masuk,"
"Gendong...Mawar kan capek," rengek Mawar minta gendong.
Rangga pun menggendong Mawar, membawanya masuk ke dalam.
"Mas, Mawar berat ya?"
"Berat, tapi lebih berat menahan rinduku sama kamu,"
"Lebay, tapi Mawar suka. Udah ah mas, turunin Mawar, makasih sayang ya,"
__ADS_1
"Ya udah, istirahatlah sana,"
"Oke,"
Sementara di kamarnya, Fery sedang berbaring di ranjang, yang sudah pasti dengan handphone di tangannya. Dia sedang berusaha menghubungi Rahel. Namun sudah beberapa kali menelpon, Rahel tetap tidak mengangkatnya. Fery pun menjadi gelisah, karena selama ini Rahel tidak pernah melakukan hal seperti ini padanya. Dia juga mencoba chat Rahel, namun tidak ada balasan juga. Fery pun menjadi semakin gelisah, dia benar-benar tidak tenang. Dia justru berfikir kalau Rahel mempunyai kekasih lain, yang lebih baik darinya, sehingga Rahel sengaja menghindarinya.
Inilah kebanyakan penyebab kesalahpahaman dalam sebuah hubungan, kurangnya komunikasi dan kurangnya rasa saling percaya.
Fery pun tidak sabar menunggu sampai besok, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, yang membuat Rahel menghindarinya seperti ini. Karena dia merasa tidak pernah melakukan kesalahan apapun juga yang bisa membuat Rahel membencinya. Itulah yang membuat dia semakin bingung dan penasaran.
Di dalam kamar justru membuat Fery semakin stres. Dia pun ikut kakaknya diruang tengah, berbaring di sofa sambil nonton acara televisi.
"Gak tidur Fer?" tanya Rangga.
"Gak, gak ngantuk,"
"Kenapa mukanya? kok kayak suntuk gitu,"
"Gak pa-pa,"
__ADS_1
Rangga tidak bertanya lagi, dia tau kalau Fery sedang ada masalah, tapi dia tidak mau cerita. Rangga pun sangat menghargai itu dan tidak akan memaksanya untuk bercerita.