BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 47


__ADS_3

Waktu makan siang pun tiba, Mawar masih berada di kamar Rangga, karena Rangga yang memintanya untuk tetap disampingnya dan tidak meninggalkannya, yang membuat Mawar merasa gak enak dengan orang tua Rangga, yang ada dirumah karena hari ini mereka tidak pergi ke kantor karena mengurus kepulangan Rangga dari rumah sakit.


Mawar dan Rangga duduk dilantai, mereka sedang bermesraan, Rangga yang sangat mencintai Mawar selalu ingin disamping Mawar dan bermanja-manja dengan nya, yang membuat Mawar benar-benar tidak bisa kemana-mana.


"Mas, kamu gak bosan kayak gini terus dari tadi?" tanya Mawar pada Rangga yang sedang berbaring di lantai dengan kepalanya yang berada di pangkuan Mawar, yang membuat Mawar tidak berhenti membelainya.


"Enggak, malah aku pengennya kita kayak gini terus. Kamu juga gak bosan kan?"


"Enggak mas, cuma aku gak enak sama ibu, bapak. Mereka lagi dirumah lho mas,"


"Tapi mereka kan lagi tidur, udahlah gak usah dipikirin soal mereka,"


"Ya gak bisa gitu dong mas, aku tetap gak enak mas, karena aku hanya seorang Art. Entahlah mas, aku belum yakin dengan perasaanku, aku masih bingung mas, tolong mengertilah aku mas,"


Mendengar Mawar bicara seperti itu dengan matanya yang mulai berkaca-kaca, Rangga pun langsung duduk. Dia langsung memeluk Mawar.

__ADS_1


"Sudah pernah aku bilang kan sama kamu, kamu jangan pernah punya pikiran seperti itu lagi. Karena itu tidak akan pernah menjadi penghalang cinta kita sayang, percaya sama aku,"


"Kamu panggil aku sayang mas?"


"Emang kenapa, gak boleh?"


"Boleh, aku suka tapi kamu kelihatan lebay,"


"Ehm, kalau yang ini lebay gak?" tanya Rangga yang langsung menciumi bibir Mawar dengan penuh cinta, yang membuat Mawar pun tidak bisa menolaknya. Mereka pun berciuman mesra dan saling membalas.


"Mas, kamu beneran gak bosan kayak gini terus?"


"Enggak sayang, kamu juga jangan bosan ya,"


"Bosan ah, aku pengen jalan-jalan sama kamu mas, kalau kamu beneran sayang sama aku, berarti kamu harus tambah semangat lagi biar cepat sembuh, biar kamu bisa ajak aku jalan-jalan" ucap Mawar yang bertujuan memberikan semangat pada Rangga.

__ADS_1


"Iya, aku janji aku akan lebih semangat lagi untuk bisa sembuh, karena aku berjanji, akan membawa tuan putri ku kemanapun dia mau. Aku akan selalu berusaha untuk membahagiakannya, karena aku sangat mencintai tuan putri ku yang sangat cantik dan baik hati ini,"


Mereka melepaskan pelukan mereka, lalu keduanya saling memandang.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu sayang?" tanya Rangga.


"Aku cuma mau bilang sesuatu mas,"


"Apa sayang? bilang aja,"


"Aku lapar sayang, karena ini udah siang banget," jawab Mawar sambil menahan tawanya.


"Iih...sayangku nakal ya, bisa ya kerjain aku. Ya udah, kita makan yuk. Kita makan bareng ya sayang,"


Mereka lalu keluar kamar, kebetulan di ruang makan sudah ada pak Wiryo dan Bu Wiryo yang juga mau makan. Mereka pun dengan ramah langsung mengajak Mawar ikut makan bareng sama mereka. Awalnya Mawar menolak, karena dia malu kalau harus makan bareng sama mereka juga. Tapi Bu Wiryo memaksanya, sehingga Mawar pun tidak bisa menolaknya.

__ADS_1


Mereka pun makan bersama layaknya satu keluarga bahagia. Tidak lama kemudian Fery pulang sekolah, dia pun buru-buru ganti pakaian dan langsung ikut makan bersama mereka. Bagi Fery, sudah biasa dan menyenangkan makan bareng Mawar, karena dia sendiri sering meminta Mawar menemaninya makan yang tentunya sambil ngobrol dan bercanda dengan kakak kesayangannya itu.


__ADS_2