
Mawar menarik nafas panjang, sesungguhnya dia masih merasa ragu dengan Rangga, namun dia berusaha untuk menepis semua keraguan dihatinya. Dia berusaha untuk percaya dengan Rangga, meski itu tidak mudah.
"Sayang, kamu kok diam aja. Kamu percaya sama aku kan sayang. Aku beneran gak ada perasaan apa-apa lagi sama Rena. Aku benar-benar sudah tidak lagi mencintainya, kamu percaya sama aku kan sayang?" ucap Rangga sambil menggenggam jari jemari tangan Mawar.
"Iya mas, aku percaya sama kamu. Tapi beneran ya, mas Rangga jangan pernah tinggalin Mawar. Mas Rangga janji akan selalu mencintai Mawar dan tidak akan pernah membagi cinta mas Rangga dengan wanita manapun,"
"Iya sayang aku janji. Karena kamu segalanya bagiku, aku sudah cukup bahagia denganmu. Aku tidak akan pernah membagi cintaku yang hanya untuk mu, aku janji,"
Rangga pun memeluk Mawar, mereka berusaha untuk saling menguatkan hati mereka dari segala keraguan, kebimbangan dan juga kegelisahan.
__ADS_1
Sementara itu di rumah Rena, sepulangnya dari rumah Rangga, Rena langsung masuk ke dalam kamar. Dia masih belum menerima keputusan Rangga yang tidak mau kembali padanya. Awalnya dia mengira kalau Rangga akan mudah menerimanya kembali, mengingat cinta Rangga yang dulu teramat besar padanya dan benar-benar sangat mencintainya.
Namun ternyata Rangga sekarang sudah berubah, sepertinya cinta yang dulu dimiliki Rangga untuknya benar-benar sudah berpindah ke lain hati, yang membuat Rena penasaran, siapa wanita yang sudah menggantikan posisinya dihati Rangga.
"Siapa sih pacar Rangga, sampai Rangga bisa mengabaikan ku sekarang. Tapi aku gak boleh menyerah, aku akan berusaha agar Rangga mau kembali padaku seperti dulu lagi, karena ternyata cuma dia yang benar-benar tulus mencintaiku. Sementara Marsel yang aku kira sungguh-sungguh mencintaiku justru bermain cinta di belakangku. Aku benar-benar menyesal Rangga, telah meninggalkanmu demi laki-laki brengsek seperti Marsel," ucap Rena sambil menangis di kamarnya.
Sementara itu, Mawar melepaskan pelukan Rangga, dia duduk dengan wajahnya yang masih terlihat sedikit cemberut. Mawar tetap tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya itu, yang membuat Rangga hanya tersenyum.
"Ternyata Rena beneran cantik ya mas, pantas mas Rangga dulu cinta banget sama dia,"
__ADS_1
"Tapi tetap saja, masih cantik kamu kok. Entahlah, aku juga tidak tau kenapa aku dulu bisa sebodoh itu mencintainya,"
Mawar tidak bisa membohongi dirinya sendiri, kalau dia senang mendengar Rangga memujinya dan menilainya lebih baik dari Rena, hatinya terasa berbunga-bunga.
"Sudahlah sayang, jangan membahas lagi soal Rena. Aku tidak mau mendengar lagi apapun tentangnya. Aku sudah bahagia denganmu, aku tidak mau ada orang lain diantara kita, sayang juga menginginkan hal yang sama kan?"
"Iya mas, aku gak akan membahas lagi soal Rena, karena aku juga tidak mau dia ada di antara kita. O iya, mas Rangga mau berlatih lagi gak? yuk Mawar bantu, biar mas Rangga bisa cepat bisa berjalan dengan normal lagi"
"Boleh, yuk,"
__ADS_1
Rangga pun mulai berlatih berjalan tanpa menggunakan tongkat dengan ditemani Mawar, karena dokter pun menganjurkan agar Rangga harus sering-sering berlatih, supaya dia bisa sembuh lebih cepat. Mereka pun semangat melakukan latihan, yang tentunya sambil bercanda, mereka mencoba melupakan sejenak tentang Rena, yang tiba-tiba hadir dan mengusik ketenangan mereka, yang sama sekali tidak pernah mereka duga.