
Rena pun pergi meninggalkan rumah Rangga dengan membawa kekecewaan dan air matanya. Namun tidak sampai disitu, Rena masih tetap dengan keinginannya untuk kembali dengan Rangga, meski itu tidak mudah.
Sementara Rangga yang pikirannya sedang kacau, langsung masuk ke kamarnya dan membanting tubuhnya di atas ranjang. Dia benar-benar masih kesal dengan Rena yang tiba-tiba saja muncul dan ingin kembali padanya. Sementara luka yang Rena berikan masih membekas dihatinya dan begitu sulit untuk disembuhkan.
Banyak yang dirasakan Rangga saat ini, benci,marah,emosi dan kesal yang membuat pikirannya benar-benar kacau. Namun dalam suasana hatinya yang seperti itu, dia langsung teringat Mawar, pujaan hatinya yang selalu bisa menenangkan hatinya, selalu memberikan kebahagiaan padanya dan yang bisa meluluhkan kerasnya hatinya.
Rangga pun beranjak dari tempat tidurnya dan berniat menemui kekasihnya Mawar, karena hanya Mawar yang bisa menenangkannya saat ini. Dia pun melangkah keluar dari kamarnya.
Sementara di dapur, bi Odah yang baru tau kalau ternyata yang datang itu Rena, mantan pacar Rangga, bi Odah pun seketika terlihat sangat panik, karena dia tadi sempat mendengar kalau Rena berniat mengajak balikan sama Rangga. Sudah jelas itu akan menjadi suatu ancaman untuk hubungan Rangga dan Mawar kedepannya.
Mawar yang melihat bi Odah tegang pun menjadi penasaran, apa yang baru saja bi Odah ketahui tentang Rangga dan Rena.
"Bibi kenapa sih, kayak ada yang lagi dipikirin?"
"Mawar, kamu tau gak siapa tadi yang datang?"
"Tau, itu Rena kan. Mantannya mas Rangga," jawab Mawar cetus.
__ADS_1
"Lho, kok kamu sudah tau kalau itu mantannya den Rangga. Kamu tau dari mana?"
"Udahlah bi, gak penting dari mana aku tau. Sekarang bibi bilang aja, kenapa bibi kok tegang gitu?"
"Bahaya Mawar, tadi bibi sempat dengar kalau Rena ngajakin den Rangga balikan,"
"Beneran bi? bibi gak salah dengar kan bi?"
"Mawar, bibi gak tuli. Bibi yakin bibi gak salah dengar tadi. Mending sekarang kamu hati-hati ya, jaga hubungan kalian agar jangan sampai terpisah gara-gara si Rena itu," tegas bi Odah pada Mawar.
"Sudahlah, jangan terlalu banyak dipikirkan. Bibi tidak bermaksud membebani mu dengan kata-kata bibi tadi, bibi cuma pengen kamu berhati-hati dan menjaga hubungan kalian, jangan sampai ada celah untuk Rena bisa hadir diantara kalian, itu saja,"
Mawar tersenyum dan mengangguk, dia berusaha terlihat tenang didepan bi Odah, walau sebenarnya hatinya merasa gelisah dan was-was.
Mawar beranjak dari tempat duduknya, dia berniat pergi ke kamar untuk menenangkan pikirannya. Namun diruang tengah dia bertemu Rangga yang memang ingin menemuinya. Keduanya terlihat agak canggung, karena pikiran mereka yang sama-sama sedang kacau. Namun Rangga berusaha terlihat biasa-biasa saja, dia tidak mau kalau sampai Mawar salah paham. Rangga pun mengajak Mawar duduk di ruang tengah.
"Sayang, duduk sini yuk. Aku pengen ngobrol sama kamu,"
__ADS_1
Mawar pun menurut, meski dengan wajahnya yang terlihat sedikit cemberut.
"Siapa tadi yang datang?" tanya Mawar, yang pura-pura tidak tau kalau itu Rena, mantan pacar Rangga.
"Tadi itu Rena,"
"Mau ngapain?"
"Maaf sayang, gak pa-pa nih kita bahas soal Rena? sayang gak cemburu kan?"
"Enggak tuh, biasa aja. Dia kan cuma mantan kamu kan mas?"
"Iya sayang, dia cuma mantan dan aku tidak punya perasaan lagi sedikitpun sama dia, sama sekali tidak ada. Kamu percaya sama aku kan sayang?"
"Iya, aku percaya," jawab Mawar yang jelas tidak sama dengan apa yang ada dipikirannya, kalau sebenarnya dia masih ragu dengan Rangga.
Rangga pun mulai menceritakan apa tujuan Rena datang menemuinya, setelah sekian lama mereka berpisah. Mawar pun mendengarkan penjelasan Rangga dan berusaha tetap terlihat tenang, meski di dalam hatinya penuh kebimbangan.
__ADS_1