BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 81


__ADS_3

Rena, sindy dan Mira sedang duduk-duduk sambil ngobrol, sepertinya mereka sangat senang, setelah berhasil mengerjai Mawar di pesta semalam. Terutama Rena, dia terlihat sangat puas. Bahkan dia sudah punya rencana lagi untuk membuat Mawar semakin jauh dengan Rangga.


"Kalian tau gak, semalam aku benar-benar sangat senang dan puas, bisa bikin Mawar basah kuyup seperti itu. Makasih ya, kalian udah bantuin aku. Kali ini kalian benar-benar bisa diandalkan. Semalam baru awal, aku akan buat bagaimana pun caranya agar Mawar dan Rangga bisa saling membenci satu sama lain. Kalian juga bisa kasih masukan dengan cara apa aku bisa bikin mereka saling membenci,"


"Tenang aja, kita berdua selalu dukung kamu kok, kamu gak usah khawatir. Ya gak Mir?


"Pasti dong, kita pasti dukung kamu, tenang aja," timbal Mira.


"Jadi kamu udah ada rencana lagi nih, buat ngerjain si Mawar itu?"


"Sudah dong, tapi nanti. Aku mau tunggu waktu yang tepat untuk melakukannya. Kalian lihat saja nanti, rencana ku pasti berhasil,"


Rena benar-benar sudah diselimuti rasa iri, dia akan melakukan apapun untuk bisa membuat Rangga dan Mawar berpisah, meski sekalipun menggunakan cara yang kotor. Dia sudah tidak perduli, yang dia tau, dia harus bisa mewujudkan keinginannya dan hanya itu yang ada dipikirannya saat ini.


Jam kuliah selesai, sebelum sampai ke tempat parkir, Rahel, Santi dan Lina menemui Mawar. Rupanya mereka ingin meminta maaf atas sikap dingin mereka beberapa hari ini, yang sempat membenci Mawar karena mengira kalau Mawar punya hubungan spesial dengan Fery. Sementara kenyataannya itu semua tidak benar. Mereka jadi merasa bersalah dengan Mawar, karena sudah menuduhnya dan bersikap tidak baik padanya.


"Kak Mawar, tunggu," panggil Rahel.


"Iya, ada apa?"


"Begini kak, kita semua mau minta maaf sama kak Mawar atas sikap buruk kami beberapa hari ini yang sudah menuduh yang bukan-bukan dan bersikap acuh tak acuh dengan kak Mawar. Jujur, kita semua merasa malu dan menyesal. Kami semua minta maaf ya kak, kak Mawar mau kan maafin kita?" tanya Rahel.


Mawar tersenyum, dia sangat senang melihat teman-temannya sudah sadar dan kembali lagi seperti sediakala. Mawar tau mereka semua teman yang baik, mereka bersikap acuh seperti kemarin karena ada sebabnya. Alasannya tidak lain karena mengira kalau Mawar menjalin hubungan dengan Fery, yang jelas itu akan melukai hati Rahel. Sehingga sebagai sahabat, Santi dan Lina tidak akan pernah terima kalau sahabatnya diperlakukan seperti itu. Yang membuat mereka ikut-ikutan membenci Mawar.


"Iya, aku udah maafin kalian sebelum kalian meminta maaf. Sudahlah, gak usah dibahas lagi masalah itu, q kangen loh sama kalian," ucap Mawar sambil memeluk tiga sahabatnya itu.


Rena, Santi dan Lina pun saling berpelukan dengan Mawar.

__ADS_1


"Makasih ya kak, kita janji gak akan pernah melakukan kesalahan seperti itu lagi," ucap Santi.


"Iya-iya, ya udah kakak duluan ya, nanti tukang ojek kakak marah tu, kelamaan nunggu,"


"Kak Mawar bisa aja," timbal Lina.


"Tapi kayaknya dia gak bakal marah kok, kan hatinya sekarang lagi berbunga-bunga. Ya gak Rahel?" ejek Santi.


"Iya, bunga-bunga cinta," timbal Mawar. yang semakin membuat Rahel tersipu malu.


Mawar pun bergegas menuju ke arah Fery yang sudah memakai helmnya dan siap melaju.


"Kak Mawar dari mana sih, kok tumben lama?"


"Itu tadi, ngobrol sebentar sama Rahel dan teman-teman.


"Ya udah, kita pulang yuk. Ceritanya dirumah aja,"


Sesampainya di rumah, suasana rumah sangat sepi. Fery dan Mawar sama-sama masuk ke kamar mereka untuk ganti pakaian. Setelah selesai keduanya pun keluar kamar untuk makan siang. Namun mereka tidak melihat Rangga, Fery melihat ke kamar Rangga, tapi di kamar, Rangga juga tidak ada. Mawar pergi ke dapur mencari bi Odah, untuk menanyakan dimana Rangga.


"Bi, Mawar kok gak lihat mas Rangga ya. Bibi tau gak kemana mas Rangga?"


"Den Rangga tadi katanya mau pergi ke kantor, katanya pulangnya nanti sore bareng bapak dan ibu,"


"O...gitu, baguslah. Bibi udah makan belum, makan yuk,"


"Makanlah, bibi udah tadi,"

__ADS_1


Mawar pun kembali ke meja makan, dia memberitahu Fery, kalau Rangga pergi ke kantor. Fery yang mendengarnya pun sangat senang, dia sangat mendukung dengan apa yang dilakukan kakaknya. Memang itulah yang seharusnya dilakukan oleh Rangga, sebagai anak sulung, sudah sepatutnya dia membantu orang tuanya mengelola perusahaan, agar bisa menjadi penerus yang bisa diandalkan keluarga.


"O iya kak, ternyata Rahel itu cemburu sama kita lho kak. Ada-ada aja si Rahel, kok bisa-bisanya dia punya pikiran seperti itu ya kak, sulit untuk dipercaya,"


"Ya namanya juga cemburu, kalau sudah cemburu dah gak bisa ditawar lagi Fer, entah itu sama siapa aja, kalau udah cemburu ya cemburu. Sulit untuk kita bisa menghindarinya,"


"Ya aneh aja sih kak, masa sama kak Mawar kok cemburu. Gak masuk akal aja,"


"Udah, gak usah dipikirin. Makanya mulai sekarang jangan terlalu manja, dah besar juga tetap manja. Kalau mau manja sama Rahel, jangan sama kakak,"


"Ya gak bisa gitu dong kak, mana bisa aku gak manja sama kakak. Aku sayang sama kak Mawar, cuma kak Mawar yang selalu memberikan perhatian dan kasih sayang sama Fery. Saat kak Rangga gak perduli sama Fery, saat mama papa, selalu sibuk dan gak pernah ada waktu untuk Fery, cuma kak Mawar yang selalu ada untuk Fery dan Fery sudah terbiasa dengan itu semua. Fery gak bisa merubah kebiasaan Fery kak, kak Mawar ngerti kan maksud Fery,"


Fery tiba-tiba menghentikan makannya, dia terlihat cemberut. Sepertinya dia marah dengan Mawar yang sudah melarangnya bersikap manja padanya. Benar yang dikatakan Mawar, Fery memang benar-benar manja orangnya, meski dia sudah dewasa. Melihat Fery yang marah, sebenarnya Mawar ingin tertawa. Tapi dia takut Fery semakin marah padanya. Dia pun hanya bisa menahan ketawanya, sambil mencoba merayu Fery agar tidak marah lagi dan mau melanjutkan makannya.


Mawar pun menghentikan makannya, dia berjalan mendekati Fery, dia peluk Fery dari belakang dan mulai berbicara.


"Fery sayang, dengerin kak Mawar ya. Kak Mawar bukan melarang kamu untuk tidak boleh lagi manja sama kak Mawar. Boleh, tapi kamu juga harus jaga perasaan pacar kamu. Mungkin kita bisa mengerti kalau hubungan kita memang hanya sebatas sayang seorang kakak dan adik, tapi tidak dengan orang lain, tidak semua dari mereka bisa memahami kita. Kamu ngerti kan maksud kakak?"


Fery hanya mengangguk.


"Ya udah, jangan marah lagi ya. Terusin makannya,"


"Tapi kak Mawar tetap sayang kan sama Fery?"


"Iya dong, kak Mawar akan tetap menyayangi Fery sampai kapanpun,"


Mereka pun melanjutkan lagi makan siangnya. Setelah selesai, mereka istirahat di ruang tengah sambil menonton acara televisi. Sore nya seperti biasa, Mawar membantu bi Odah di dapur, menyiapkan hidangan untuk makan malam keluarga pak Wiryo.

__ADS_1


__ADS_2