BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 32


__ADS_3

Malamnya, Mawar berbaring dikamar, dengan posisi miring sambil memeluk guling, dia memandang tembok sambil tersenyum, bukan tembok itu yang membuatnya tersenyum, melainkan ciuman Rangga yang masih terlihat jelas di ingatannya. Seumur hidupnya ini yang pertama kali, dia merasakan ciuman mesra dari seorang lelaki, yang membuat hatinya berbunga-bunga, jantung berdebar tak menentu dan pikirannya yang selalu terbayang-bayang. Karena saking asyiknya Mawar melamun, sampai dia tidak mendengar saat bi Odah mengajaknya bicara.


"Ini sudah waktunya den Rangga makan malam Mawar, siapkan makanannya, nanti keburu dia marah," ucap bi Odah yang sama sekali tidak direspon oleh Mawar, yang membuat bi Odah penasaran, apa yang sebenarnya sedang dipikirkan Mawar sampai Mawar tidak mendengar ucapannya.


Bi Odah mengintip wajah Mawar, dilihatnya Mawar sedang senyum-senyum sendiri, Barulah bi Odah paham alasannya kenapa Mawar tidak merespon ucapannya. Bi Odah tau, kalau ponakannya pasti sedang jatuh cinta. Bi Odah pun langsung menggoda Mawar dengan menggelitik Mawar agar dia tersadar dari lamunannya.


"Ih...bibi apaan sih, bikin Mawar kaget aja. Ada apa sih bi?"


"Kamu itu yang ada apa, senyum-senyum sendiri, diajak ngomong gak dijawab, awas lho tar kesambet. Bibi tau nih, apa jangan-jangan ponakan bibi yang cantik ini sedang jatuh cinta ya?" goda bi Odah.


"Siapa yang jatuh cinta bi, ada-ada aja bibi ini. Emang bibi tadi ngomong apa? Mawar beneran gak denger bi,"


"Iya deh...itu rahasia. Bibi tadi cuma ngingetin kamu, kalau ini waktunya den Rangga makan malam. Buruan kamu anterin makan malamnya, sebelum dia marah-marah lagi,"

__ADS_1


"Iya bi, tapi mas Rangga sekarang dah gak galak kok, cuma nyebelin,"


"Ehm, kayaknya bibi terlalu sibuk di dapur nih, sampai gak tau kalau den Rangga udah berubah nama jadi mas Rangga. Wah, kayaknya bibi ketinggalan cerita nih. Kira-kira ada yang mau cerita gak ya sama bibi,"


"Gak ada bi, itu rahasia," jawab Mawar yang langsung keluar meninggalkan bi Odah. Bi Odah pun tersenyum bahagia, melihat keponakannya bahagia.


Mawar pun berjalan menuju kamar Rangga dengan tubuhnya yang sedikit gemetar dan jantungnya yang berdetak kencang, dia benar-benar jadi grogi bertemu Rangga. Mawar menarik nafas panjang dan mulai memasuki kamar Rangga. Di lihatnya Rangga sedang memaksa mencoba berdiri sendiri, namun dia gagal dan gagal lagi. Mawar meletakkan makanan di atas meja, Rangga langsung memanggilnya.


"Mawar,"


"Bisa bantu aku berbaring di ranjang?"


"Iya, bisa mas," jawab Mawar sambil mulai membantu Rangga berbaring, dengan memapahnya.

__ADS_1


Setelah posisi Rangga sudah di atas ranjang, dia bukanya melepaskan pegangan mawar. Dia justru memeluk Mawar dengan erat, sepertinya dia tidak ingin Mawar pergi meninggalkannya.


"Ada apa mas? kamu kenapa memelukku seperti ini?"


"Aku takut Mawar, aku takut aku akan tetap seperti ini, lumpuh dan tidak berdaya. Aku takut kamu bosan merawat ku lalu pergi meninggalkanku. Aku mohon Mawar, jangan pernah tinggalin aku ya," ucap Rangga yang semakin erat memeluk Mawar.


"Iya-iya mas, aku gak akan kemana-mana, aku gak akan pernah tinggalin kamu. Kalau saran dari aku, mending mas Rangga bicara baik-baik sama orang tua mas Rangga. Kalau mas Rangga beneran pengen sembuh, lalu coba ikuti saran mereka, karena mas Rangga bukan cuma butuh semangat, tapi mas Rangga juga butuh penanganan dari pihak kesehatan agar mas Rangga bisa cepat sembuh,"


Rangga melepaskan pelukannya, dia merasa ucapan Mawar benar-benar telah membuka mata dah hatinya. Karena yang dikatakan Mawar itu semua memang benar. Semangat saja tidak cukup membuatnya sembuh tanpa berobat dan sebaliknya, berobat juga perlu diiringi do'a dan semangat, agar dia bisa cepat sembuh.


Rangga menatap wajah Mawar dengan penuh haru.


"Terimakasih Mawar, kamu penyemangat dalam hidupku. Janji, tidak akan pernah meninggalkan aku. Tetap disini bersama ku, bisa kan?"

__ADS_1


"Bisa, mas Rangga tenang saja, selama Bu Wiryo membayar gaji ku, aku akan tetap disini kok," jawab Mawar dengan candaannya. Yang membuat keduanya sama-sama tersenyum.


__ADS_2