BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 69


__ADS_3

Mawar masih tetap terdiam, dia benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan. Dua pilihan yang sangat berat, dia benar-benar belum siap kalau harus menikah secepat ini. Tapi dia juga kasihan dengan Rangga yang sepertinya memang benar-benar sudah ingin menikah. Mawar menyandarkan kepalanya di kursi, dia benar-benar tidak berdaya saat ini.


Rangga yang melihat raut wajah Mawar yang seketika berubah muram, pastilah dia tau kalau saat ini Mawar sedang berada di posisi yang sangat menyusahkan nya. Rangga pun menjadi merasa bersalah. Dia berfikir, harusnya dia tidak boleh egois. Dia tidak bisa hanya mementingkan perasaannya sendiri. Rangga pun langsung duduk, dia memeluk Mawar dan membelainya dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, maafkan aku ya. aku tidak bermaksud membuatmu ada diposisi yang menyusahkan mu seperti ini. Maafkan aku sayang, aku tidak akan pernah memaksamu andai kamu memang benar-benar belum siap. Sudahlah sayang, jangan dipikirkan lagi ya, kamu fokus saja dengan kuliahmu, kejar cita-citamu, aku akan sabar menunggumu, aku janji,"


"Beneran ya mas, kamu akan menungguku sampai aku selesai kuliah dan akan tetap setia denganku, jangan pernah ada wanita lain selain aku. Mas Rangga janji ya?"


"Iya sayang, aku janji. Tapi syaratnya, kamu pun harus menjaga hatimu untuk ku, jangan pernah ada orang lain di hatimu selain aku. Kamu pun harus janji ya?"

__ADS_1


"Iya, aku janji. gak akan pernah ada orang lain di hatiku selain kamu,"


Akhirnya Mawar kembali tenang, dia pun bisa tersenyum bahagia kembali. Rangga pun ikut senang, memang seharusnya seperti itu, kalau kita mencintai seseorang, berusahalah untuk membuat orang yang kita cintai selalu bahagia. Karena kalau kita memang benar-benar mencintainya, kita pun akan bahagia saat melihat orang yang kita cintai bahagia.


"Sayang, Fery bilang kamu sudah S2 ya? sayang gak pengen kerja gitu, maksud Mawar cari kesibukan, biar mas Rangga gak bosan dirumah terus,"


"Iya sayang, sebenarnya papa udah tawarin aku ikut kerja di kantor papa, tapi aku belum siap sih,"


"Mau dong sayang, siapa yang gak mau seperti itu,"

__ADS_1


"Jadi tunggu apalagi, gunakan waktu yang ada sebaik mungkin sayang. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan, karena diluaran sana, banyak lho sayang orang-orang susah cari kerja, bersyukur kalau kita masih dikasih rezeki dengan pekerjaan yang belum tentu orang bisa mendapatkannya,"


"Iya sayang, aku akan segera ikut bekerja di kantor, makasih ya sayang, kamu selalu ada saat aku benar-benar membutuhkanmu. Kamu pun selalu memberikan semangat untukku, tidak pernah lelah sedikitpun menyemangati ku. Aku sangat bersyukur, Tuhan telah mempertemukan ku denganmu, orang yang sangat berarti untukku, yang selalu ada saat aku susah maupun senang. Terimakasih ya sayang, kamu segalanya bagiku. Tetaplah di sampingku dan jangan pernah tinggalin aku ya,"


"Lebay," jawab Mawar, yang membuat Rangga menjadi gemas.


"Sayang...aku sungguh-sungguh dengan ucapan ku,"


"Iya sayang, aku percaya. Aku cuma bercanda kok. Iya mas, aku akan selalu di sampingmu, selamanya,"

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Rangga pun menyuruh Mawar istirahat di kamar. Karena dia tidak mau kalau sampai kekasih tercintanya sakit karena kecape'an dan kurang istirahat, ditambah besok mereka juga akan pergi jalan-jalan untuk yang pertama kalinya. Mawar pun bergegas pergi ke kamarnya dengan lebih dulu memberikan satu ciuman hangat di pipi Rangga.


__ADS_2