
Setelah kurang lebih satu jam Alex dan Rio menemani Rangga, akhirnya mereka pun pamit pulang.
"Ehm, dah siang nih, kita pulang dulu ya. Sorry kalau kita dah ganggu waktu istirahat mu,"
"Iya Lex, kasihan tu Rangga udah gelisah kita gak pulang-pulang. Dia pasti dah kangen tuh sama Mawar. Tenang aja bro, kita berdua dukung kamu kok. Perjuangkan Mawar, kalau memang dia bisa membuatmu bahagia. Ya gak Lex?"
"Iya, bener banget tuh ngga kata Rio,"
"Thanks banget ya supportnya," jawab Rangga.
Mereka pun beranjak pergi dan tidak lupa menyapa Mawar yang sedang duduk di luar ruangan Rangga.
__ADS_1
"Hai Mawar, kita berdua pamit pulang dulu ya. Pesan kita, kalau Rangga susah diatur dan ngrepotin, udah tinggalin pulang aja, tapi pulangnya bentar aja, jangan lama-lama, bisa tambah sakit dia kalau kamu tinggalin lama,"
"Iya mas, terimakasih ya sudah nengokin mas Rangga, kalian juga hati-hati di jalan ya,"
Setelah mereka pergi, Mawar pun kembali masuk ke dalam. Mawar kembali duduk di dekat Rangga, sambil dia menidurkan kepalanya di tepi ranjang.
"Kenapa? kamu ngantuk ya? tidurlah di kursi sana" ucap Rangga.
Rangga tersenyum, dia tau kalau Mawar pastilah sangat mengantuk, karena selama menemaninya di rumah sakit, Mawar memang kurang tidur. Rangga sengaja tidak mengajak Mawar bicara lagi, dia justru membelai-belai rambut Mawar.
Sampai akhirnya, Mawar pun tertidur juga. Rangga pandangi wajah cantik Mawar, dengan senyum bahagia sambil terus membelai rambut Mawar. Rangga merasakan, kalau semakin hari dia semakin menyayangi Mawar. Dia merasa sudah cukup bahagia dengan kehadiran Mawar disampingnya, yang selalu menemani hari-harinya dengan kasih sayang dan cinta.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, datang dua perawat yang akan memeriksa Rangga. Namun Rangga tidak membangunkan Mawar, dia membiarkan Mawar tetap tertidur dan jangan sampai terbangun. Dia pun memberi isyarat kepada kedua perawat itu agar jangan sampai membangunkan Mawar, kedua perawat itu pun menuruti permintaan Rangga.
Setelah selesai memeriksa Rangga, kedua perawat itu pun berkata pada Rangga.
"Sepertinya mas Rangga bisa pulang lebih cepat nih, karena semakin hari, keadaan mas Rangga semakin membaik. Pasti ini juga berkat dukungan dari mbak ini. Sepertinya dia sangat menyayangi mas Rangga, bisa dilihat dari kesabarannya menjaga mas Rangga. Sampai dia harus tertidur dalam posisi seperti ini. Mas Rangga memang beruntung, mempunyai pacar seperti mbak ini,"
"Ah, suster bisa aja. Tapi memang benar, saya memang sangat beruntung kalau saya bisa memilikinya selama nya," jawab Rangga.
Mereka berbicara dengan suara pelan, sehingga Mawar yang memang sangat mengantuk tidak sampai terbangun. Setelah kedua suster itu keluar, Rangga kembali membelai-belai rambut Mawar.
"Terimakasih ya sayang, kamu selalu ada saat aku sedang berada di titik terendah, saat aku sedang terpuruk, saat aku sedang butuh perhatian dan kasih sayang, kau selalu ada untuk ku. Kau tau, aku sangat mencintaimu, aku juga sangat menyayangimu, tetaplah di sampingku dan jangan lelah menghadapi segala kekuranganku. Karena aku sangat membutuhkanmu, untuk aku bisa bangkit dari keterpurukan ku. Kamu adalah anugrah yang tak ternilai bagi ku, yang akan selalu ku jaga dan ku sayang selama hidupku, aku tidak akan pernah melepaskan mu dan aku akan berusaha membahagiakanmu semampuku, itulah janjiku sayang," ucap Rangga yang lalu ikut tertidur.
__ADS_1
Namun ternyata, Mawar sudah bangun dari tidurnya dan dia mendengar semua yang diucapkan Rangga. Mawar memperhatikan Rangga yang sudah memejamkan matanya, dia pun tersenyum bahagia. Dia merasa dialah orang yang paling bahagia di dunia ini saat ini, karena orang yang paling dia sayangi juga menyayanginya dengan sepenuh hatinya.