BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 58


__ADS_3

Mawar masih dengan sisa air matanya yang masih ada di kelopak matanya. Dia berusaha menerima penjelasan Rangga, yang sebenarnya sangat susah untuk dipercayainya. Mawar hanya terdiam, dia benar-benar belum bisa percaya sepenuhnya dengan Rangga dihatinya masih tersimpan begitu banyak keraguan dan kebimbangan.


"Sayang, aku mohon percayalah sama aku. Aku bicara apa adanya sayang, aku gak bohong, memang seperti itulah kenyataannya. Aku mohon sayang, percayalah,"


"Tapi kamu memeluknya, aku benci sama kamu mas, aku benci," ucap Mawar sambil memukul-mukul tubuh Rangga.


Rangga berusaha menenangkan Mawar, dia peluk tubuh Mawar erat-erat, sambil sesekali mencium keningnya.


"Tenanglah sayang, iya aku salah, aku minta maaf ya. Bukan maksudku memeluknya, dia yang memelukku, kamu bisa pahami itu kan sayang. Aku sayang banget sama kamu, udah ya jangan menangis lagi ya,"


Setelah beberapa menit, akhirnya Mawar pun merasa tenang, meski dia belum percaya sepenuhnya dengan Rangga. Dia melepaskan pelukan Rangga, lalu dia menatap wajah Rangga dengan penuh perasaan. Rangga tersenyum, dia usap sisa air mata Mawar di pipinya dengan kedua tangannya.


"Mas Rangga?"


"Iya sayang, apa?"


"Jangan pernah tinggalin Mawar ya,"

__ADS_1


'Iya sayang...aku gak akan pernah tinggalin kamu, aku janji,"


Mawar pun kembali memeluk Rangga, dia benar-benar takut kehilangan Rangga, karena dia sangat mencintai Rangga, setulus hatinya. Ini mungkin baru awal ujian untuk hubungan mereka, karena Rena tidak akan berhenti sampai di situ, dia akan terus berusaha mendapatkan kembali cinta Rangga seperti yang dia inginkan.


"Sudah jangan menangis lagi sayang, nanti ilang lho cantiknya," bujuk Rangga.


"Enggak, aku udah gak nangis kok. Fery mana mas?"


"Ada, mungkin lagi makan,"


"Mana mungkin dia makan sendiri, apalagi baru aja liat aku nangis. Dia pasti kepikiran tuh,"


Mendengar pertanyaan Rangga, Mawar seketika tertawa-tawa. Bagi Mawar itu suatu pertanyaan konyol yang terdengar lucu di telinganya. Karena dia sama sekali tidak punya perasaan apa-apa sama Fery, dia benar-benar hanya menganggap Fery seperti adik kandungnya sendiri, tidak lebih dari itu.


"Kok sayang ketawa sih?"


"Abisnya mas Rangga lucu, pertanyaan pun sama sekali gak mutu mas,"

__ADS_1


"Tapi aku wajar saja bertanya seperti itu, kamu dekat banget sama Fery. Bahkan kamu benar-benar sudah memahami bagaimana Fery, aku takut lama-lama kamu jatuh cinta sama Fery. Wajar kan sayang kalau aku cemburu,"


"Beneran mas, aku gak ada perasaan apa-apa sama Fery, aku menyayanginya hanya sebatas sayang seorang kakak pada adiknya, gak lebih. Jadi buang jauh-jauh rasa cemburu mu itu, mas Rangga tau gak, mas Rangga terlihat aneh kalau seperti ini. Masa sama adiknya sendiri cemburu, lucu kamu mas,"


Rangga hanya tersenyum, dia merasa sedikit malu dengan sikapnya yang memang terlihat aneh.


"Maaf sayang, kamu gak nyaman ya dengan pertanyaan ku tadi. Aku terlalu mencintaimu, aku benar-benar takut kehilanganmu, sehingga pikiran seperti itu tiba-tiba muncul begitu saja di kepalaku,"


"Iya, gak pa-pa mas. Kita sama kok mas, aku juga terlalu mencintaimu, aku pun takut kehilanganmu, itu juga yang membuat aku kadang-kadang tidak bisa berpikir jernih. Ya udah, yuk kita keluar. Kita ajak Fery makan, dia pasti udah lapar pulang dari sekolah,"


Benar saja yang dikatakan Mawar, Fery masih duduk di ruang tengah, menunggu Rangga dan Mawar keluar dari kamar.


"Kak Mawar gak pa-pa kan? beneran kak Rangga udah nyakitin kak Mawar?"


"Enggak Fer, ternyata kita cuma salah faham. Udah, kamu gak usah khawatir, nanti ada yang cemburu," bisik Mawar pada Fery.


"Alah...biarin aja dia cemburu, salahnya gak bisa ngurusin pacar sendiri. Tapi Fery belum tau lho apa masalahnya, nanti kalian bisa kan cerita sama Fery, ya itung-itung untuk pelajaran, biar Fery dan pacar Fery gak sampai mengalami hal yang sama,"

__ADS_1


"Iya, nanti aku cerita. Tahun depan," jawab Rangga yang langsung menggandeng tangan Mawar, membawanya ke ruang makan, yang jelas membuat Fery terlihat sangat kesal.


__ADS_2