BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 73


__ADS_3

Keesokan harinya di kampus, Fery pun langsung menemui Rahel, dia sudah tidak sabar ingin segera mengetahui apa yang membuat Rahel bersikap seperti itu. Saat itu Rahel sedang bersama kedua sahabatnya,Santi dan Lina. Mereka pun langsung pergi saat Fery menghampiri Rahel. Mereka memberi kesempatan kepada Fery dan Rahel menyelesaikan masalah mereka.


"Sekarang kamu jelaskan, kenapa kamu gak angkat telepon aku, gak balas chat aku, kenapa? kamu marah sama aku, kenapa, salah aku apa? coba kamu jelaskan,"


Rahel hanya terdiam, sebenarnya dia ingin mengungkapkan rasa cemburunya, tapi dia malu dan juga ragu. Dia hanya membayangkan, seandainya dia katakan pada Fery, kalau sebenarnya dia cemburu dengan Mawar, pastilah Fery tidak akan perduli, karena sepertinya Fery lebih menyayangi Mawar ketimbang dirinya. Itu yang membuat Rahel lebih memilih diam untuk sementara, sambil mencari lagi bukti lain yang benar-benar bisa untuk membuktikan kalau Fery dan Mawar itu sesungguhnya saling mencintai. Sementara dia menyimpan rasa cemburunya.


"Gak pa-pa, gak ada masalah juga kok. Udahlah, gak usah dibahas q yang gak angkat telepon kamu. Udah ah, aku mau ke kantin," jawab Rahel yang langsung pergi meninggalkan Fery. Fery memanggil Rahel, tapi Rahel tidak memperdulikannya, dia terus berjalan meninggalkan Fery.


"Jadi cuma ini jawaban yang aku dapat, setelah semalaman aku gak bisa tidur. Tega kamu sama aku Rahel," gerutu Fery sendirian.


Sementara Mawar sedang duduk menyendiri di sebuah kursi. Marsel yang tiba-tiba datang langsung duduk di sebelah Mawar. Dia mengajak Mawar ke kantin, tapi Mawar menolak. Akhirnya dia pun tidak jadi ke kantin dan justru ngobrol dengan Mawar.

__ADS_1


"Hai Mawar, ke kantin yuk,"


"Gak ah, Mawar pengen disini aja,"


Marsel pun mulai mengajak ngobrol Mawar.


"Kok masih disini, katanya tadi mau ke kantin?"


"Gak bisa gitu dong, pergilah ke kantin. Jangan bergantung sama aku,"


"Gak mau, aku mau disini aja kayak kamu,"

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka. Terlihat dari kejauhan tampak Rena sedang memperhatikan mereka. Rena pun semakin iri dengan Mawar, karena cewek-cewek yang lain termasuk dia, belum pernah ada yang diajak ngobrol berdua sama Marsel.


"Huh! emang apa sih yang disukai cowok-cowok dari cewek kampung itu, sampai-sampai Marsel, cowok sedingin dia bisa tertarik dengan Art itu, benar-benar tidak masuk akal," gerutu Rena sendirian.


Makin hari, Marsel dan Mawar semakin akrab. Membuat Marsel semakin suka dengan Mawar. Tapi sebaliknya, Mawar tetap tidak punya perasaan apa-apa dengan Marsel, dia benar-benar hanya menganggap Marsel seorang teman, tidak lebih.


Sementara Fery yang ditinggalkan Rahel ke kantin, masih tetap duduk menyendiri. Dia masih bingung, ada apa dengan Rahel. Dia juga merasa kesal, karena Rahel tidak mau memberikan penjelasan dan justru malah menghindarinya. Bagaimana masalahnya bisa diselesaikan kalau masalahnya saja belum diketahui apa penyebabnya.


Sampai waktunya pulang pun, Fery masih terlihat gelisah. Di parkiran dia bertemu lagi dengan Rahel, namun keduanya sama-sama terdiam, karena mereka merasa sama-sama kesal, yang membuat keduanya sama-sama enggan untuk menyapa.


Mawar pun menjadi heran, karena dia baru menyadari itu. Dia sendiri sebenarnya juga penasaran, apa yang sebenarnya terjadi, karena ternyata dia juga dicueki sama Rahel, Santi dan Lina sehari ini, yang membuatnya pun merasa bingung.

__ADS_1


__ADS_2