
Sekitar pukul empat sore, Rangga baru saja bangun dari tidurnya. Hal yang langsung dia ingat saat bangun tidur adalah menemui adiknya Fery. Dia tidak ingin menunda-nunda lagi niatnya itu, karena dia sudah sangat rindu pada Fery, adik satu-satunya yang dia punya yang sangat dia sayangi sepenuh hati.
Rangga pun langsung memanggil Mawar, untuk membantunya ke kamar mandi terlebih dulu.
Mawar yang mendengar suara Rangga memanggilnya pun langsung menuju ke kamar Rangga. Dia lalu membawa Rangga ke kamar mandi. Sungguh pekerjaan yang sangat merepotkan, karena dia harus bolak balik ke kamar Rangga dan dia pun tidak bisa kemana-mana. Untuk sebentar saja, sekedar ikut bi Odah ke pasar pun dia tidak bisa. Dia benar-benar harus selalu standby di dekat Rangga.
Setelah selesai dari kamar mandi, Rangga meminta mawar membawanya menemui Fery. Mawar yang mendengarnya pun sangat senang, dia tidak bisa membayangkan bahagianya Fery kalau sampai Rangga mau menemuinya, karena itu yang sangat diharapkan Fery saat ini.
"Mas Rangga serius mau ke menemui Fery?" tanya Mawar penasaran.
__ADS_1
"Iya, karena setelah aku pikir-pikir yang kamu katakan memang benar, aku lah yang memang seharusnya menemuinya. Dia ada di rumah kan?"
"Ada, dia lagi di kamarnya. Tapi setahu ku dia memang jarang keluar rumah. Apa memang seperti itu Fery orangnya mas?"
"Iya, memang begitulah dia, dia memang anak yang baik, dia lebih memilih diam dirumah ketimbang ngumpul-ngumpul sama teman-temannya. Dia hanya menelpon saja, seandainya dia butuh apa-apa dengan temannya. Aku juga tidak tau, dengan sikapnya yang pemalu dan kurang bergaul itu apakah dia bisa mendapatkan seorang pacar atau tidak," ucap Rangga sambil tersenyum.
"Mas Rangga gak usah khawatir soal itu, selera cewek itu berbeda-beda lho mas, gak sama. Jadi aku rasa itu bukan masalah untuk Fery untuk bisa mendapatkan pacar. Aku sendiri sebagai seorang cewek, aku suka dengan sikap Fery yang tenang, santai tapi tetap ada canda di setiap obrolannya. Yang membuat cewek-cewek pasti nyaman didekatnya,"
"Ya kalau sama mas Rangga, sudah pasti gak ada nyaman-nyaman lah, jauh banget kalau dibandingkan sama Fery,"
__ADS_1
"O...gitu, ya udahlah aku gak jadi menemui Fery, kamu aja sana yang menemui Fery, itu kan yang kamu mau," ucap Rangga dengan wajahnya yang cemberut.
"Ehm, mas Rangga cemburu ya. Kenapa? mas Rangga suka ya sama Mawar, maaf aja ya mas, tapi Mawar gak suka tuh sama mas Rangga," ejek Mawar.
"Siapa juga yang suka sama kamu, dasar kebanyakan halu. Dah ah, aku gak jadi menemui Fery," ancam Rangga.
"Iya... iya mas, aku juga nyaman kok sama mas Rangga, mas Rangga juga baik kok orangnya, mau membantu kesusahan orang lain. Terimakasih ya mas Rangga. Sekarang yuk kita ke kamar Fery, aku anterin ya," bujuk Mawar pada Rangga, yang membuat Rangga hanya tersenyum menuruti Mawar. Karena memang dia juga sudah tidak sabar untuk menemui Fery.
Sesampainya di depan kamar Fery, Rangga menatap Mawar, seolah dia ingin Mawar menguatkannya dan mensupport nya. Mawar pun mengangguk, berusaha meyakinkan Rangga.
__ADS_1
"Pergilah mas, temui Rangga sekarang juga, tunggu apa lagi. Peluk dia, tenangkan hatinya dan tunjukkan kalau mas Rangga pun sangat menyayanginya,"
Rangga menganggukkan kepalanya dan tersenyum, seolah Mawar sudah berhasil menguatkannya dan memberi semangat untuknya. Kemudian Mawar pun meninggalkan Rangga, dia memberikan kesempatan Rangga dan Fery bicara empat mata dari hati ke hati. Agar mereka benar-benar bisa menerima dan memaafkan kesalahan satu sama lain. Agar mereka bisa kembali seperti dulu lagi, selalu bersama dan saling menyayangi.