
Akhirnya Mawar dan Fery pun melewati hari pertama mereka masuk kuliah. Tidak terasa proses belajar mereka pun selesai untuk hari ini. Mereka menuju parkiran untuk mengambil motor Fery. Tiba-tiba Rena yang juga mau pulang, mendatangi Mawar yang sedang menunggu Fery mengeluarkan motornya dari tempat parkir.
"Hai Mawar," sapa Rena.
"Hai Ren,"
"Aku mau titip salam nih, buat majikan kamu Rangga. Bilangin salam sayang dari Rena, pujaan hatinya dulu yang selalu mencintainya sampai sekarang. Beneran bilangin lho, awas kalau lupa,"
"Oke, nanti aku bilangin sama mas Rangga. Tapi jangan kecewa ya kalau salam kamu ditolak," jawab Mawar tegas.
"What? hello...kamu cuma seorang Art lho, berani kamu bilang seperti itu sama saya,"
"Udah, gak usah dipikirin mbak Rena, aku cuma bercanda kok. Ya udah, duluan ya," ucap Mawar yang langsung meninggalkan Rena, menuju ke motor Fery yang sudah siap.
Rena masih belum percaya dengan ucapan Mawar barusan yang membuat darah tingginya seketika naik. Dia pun langsung teringat ucapan kedua temannya.
"Kayaknya benar yang dibilang Sindy ma Mira, sepertinya Mawar memang lumayan berbahaya nih, meski dia cuma seorang Art kayaknya aku memang harus berhati-hati sama dia," ucap Rena lirih.
Sementara di jalan, Mawar dan Fery berboncengan naik motor yang tentunya sambil ngobrol.
__ADS_1
"Kak Mawar, barusan Rena ngomong apa sama kak Mawar?"
"Gak pa-pa, cuma titip salam aja buat mas Rangga,"
"Kayaknya dia belum tau ya, kalau kak Rangga pacarnya kak Mawar. Apa perlu kak, Fery kasih tau Rena soal ini,"
"Gak perlu Fer, udah biarin aja,"
" Oke,"
Fery pun mengencangkan laju motornya agar bisa cepat sampai ke rumah. Sesampainya di rumah, Rangga yang tidak tenang menunggu kedatangan Mawar pun langsung menyambut kedatangan mereka. Rangga yang sudah sangat rindu dengan Mawar, langsung menyambut kedatangan Mawar dengan sebuah pelukan hangat. Yang sudah jelas itu membuat Fery menggerutu tidak jelas.
"Mulai deh lebay nya. Baru juga ditinggal sehari, udah kayak setahun,"
"Iya-iya deh, aku masuk,"
Fery pun memaklumi kakaknya, dia langsung bergegas menuju ke kamarnya.
Sementara Rangga masih tetap memeluk Mawar, dia benar-benar sangat rindu dengan Mawar, meskipun mereka berpisah hanya sebentar. Bukan hanya Rangga, Mawar pun juga sangat merindukan Rangga.
__ADS_1
"Udah ya sayang peluknya, dah lama lho,"
"Belum sayang, aku masih kangen banget sama kamu,"
"Sayang...udah ya,"
"Pengen cium kamu dulu sayang," ucap Rangga sambil menyentuh kedua pipi Mawar, lalu mulai menciumi bibir Mawar. Mawar pun membalas ciuman Rangga dengan mesra.
"Udah sayang ya, aku mau ganti pakaian dulu," ucap Mawar menghentikan ciumannya.
" Iya, jangan lama-lama ya sayang, aku tunggu di ruang makan,"
Mawar pun bergegas ke kamar, sementara Rangga menuju ke ruang makan. Rangga belum makan, dia sengaja menunggu Mawar pulang. Fery pun sudah selesai ganti pakaian, dia pun langsung menuju ke ruang makan.
"Bahaya kak, ternyata kita satu kampus sama Rena,"
"Iya ya, kak Rangga juga lupa kalau Rena kuliah disana. Kalau kak Rangga ingat, kakak gak izinin kalian kuliah disana. Tapi kalau gak salah, dia udah semester akhir, jadi tahun ini dia lulus,"
"Syukurlah kalau gitu, tapi tetap saja itu waktu yang lama buat aku dan kak Mawar. Apalagi dengan sikapnya yang seperti itu, bikin orang emosi. Kak Rangga dulu kok bisa ya cinta sama cewek model begituan," gerutu Fery.
__ADS_1
"Sudahlah jangan bahas itu lagi, kakak juga emosi kalau bahas soal itu,"
Tidak lama kemudian, Mawar keluar dari kamarnya. Tiba di ruang makan, dia langsung menyiapkan makan untuk mereka bertiga. Dia pun mengambilkan nasi di piring Rangga dan Fery, Mawar senang melakukan itu semua, karena dia sangat menyayangi kedua kakak beradik itu. Kasih sayang Mawar juga yang membuat mereka benar-benar bisa menyayangi Mawar dengan sepenuh hati mereka.