
Marsel dan Mawar menikmati makanan mereka sambil ngobrol, banyak hal yang mereka bahas. Sambil sesekali diselingi dengan candaan yang membuat mereka tertawa lepas.
"Mawar, kamu ternyata orangnya seru juga ya. Walaupun sekilas kamu terlihat cuek,"
"O ya? biasa aja. Aku gini-gini aja orangnya,"
"Kamu baru kan disini?"
"Iya, kak Marsel sendiri,?"
"Aku dah semester akhir, tahun ini aku lulus,"
Selesai makan mereka kembali ke gedung kampus, sambil berjalan pun mereka terus saja ngobrol. Sampai di depan ruangan Mawar, mereka berhenti. Sepertinya Marsel mempunyai perasaan pada Mawar, dia menatap wajah Mawar sambil tersenyum, seolah dia sedang merasakan kenyamanan, ketenangan dan kebahagiaan meski hanya dengan memandang wajah Mawar. Marsel hampir tidak berkedip menatap wajah Mawar, sepertinya dia benar-benar telah jatuh cinta dengan Mawar. Sampai-sampai dia tidak mendengar Mawar mengajaknya bicara.
"Kak Marsel hobi nya apa nih? kak Marsel! kok bengong sih,"
__ADS_1
"Iya-iya sorry, kamu tanya apa tadi?"
"Kak Marsel hobinya apa?"
"main musik, maksudku aku suka main gitar,"
Wajar kalau Marsel suka musik, karena dia juga seorang anak band, tapi Mawar belum mengetahui itu dan dia sendiri juga tidak memberi tau Mawar. Mawar juga tidak tau kalau sebenarnya Marsel sosok idaman cewek-cewek di kampus itu, banyak cewek yang ngantri jadi pacarnya, tapi Marsel tipe cowok cool yang tidak mudah jatuh cinta pada seorang cewek, meski banyak cewek yang mendekatinya dan ingin menjadi pacarnya.
"O.. gitu, kayaknya udah dulu deh ngobrolnya, aku mau masuk dulu nih. Makasih traktirannya,"
"Iya, sama-sama. Aku juga makasih, kamu udah maafin aku. Lain kali kita ngobrol lagi ya, bye Mawar
Mawar langsung duduk ditempatnya, sementara Fery dan Rahel yang dari tadi asyik ngobrol pun langsung menghampirinya.
"Kak Mawar sendirian dari tadi?" tanya Fery.
__ADS_1
"Enggak, tadi sama kak Marsel. Dia senior kita, baik juga kok orangnya. Nanti kalian aku kenalin,"
"Tapi dia gak apa-apain kakak kan? dia gak macam-macam kan. Apa dia mau deketin kakak ya?"
"Enggak Fer, kamu tenang aja dia gak apa-apain kakak kok. Kita cuma berteman aja,"
"Oke lah kalau gak ada apa-apa. Tapi kakak harus tetap berhati-hati ya, aku gak mau terjadi apa-apa sama kak Mawar,"
"Iya-iya,"
Rahel hanya terdiam, dia bingung melihat sikap Fery yang begitu mengkhawatirkan Mawar. Seolah-olah Fery seperti kekasih Mawar. Tapi seketika Rahel buang jauh-jauh pikiran anehnya itu. Karena dia tau kalau Fery hanya menganggap Mawar sebagai kakak, gak lebih dari itu.
Waktunya pulang, seperti biasa sebelum naik motor Mawar dan Fery memakai helm mereka terlebih dulu. Fery yang sangat menyayangi Mawar selalu membantu memakaikan helm di kepala Mawar, sehingga membuat orang yang baru melihat mereka berdua pastilah mereka mengganggap kalau Mawar dan Fery adalah pasangan kekasih.
Tanpa disadari Fery, Rahel memperhatikan mereka dari jauh. Ada sedikit rasa cemburu dihati Rahel. Ditambah Rena yang tiba-tiba datang menghampiri nya dengan mengucapkan kata-kata yang justru membuat Rahel semakin merasa cemburu pada mereka.
__ADS_1
"Kamu lihat sendiri tuh, apa itu masih bisa dibilang cuma hubungan kakak beradik. Tidak masuk akal, bodoh kamu kalau percaya sama Mawar. Buka dong mata kamu lebar-lebar, Mawar itu cewek penggoda, kamu harus hati-hati sama dia, kalau gak mau pacar kamu tu direbut sama dia," ucap Rena yang langsung pergi meninggalkan Rahel.
Rahel hanya terdiam, dia tidak menjawab sepatah katapun. Pikirannya benar-benar kacau, dia tidak tau bagaimana menyikapi keadaan ini. Keadaan yang membuatnya benar-benar merasa bingung dan bimbang.