
Sementara di sekolah Fery, bel istirahat berbunyi. Terlihat jelas keceriaan yang terpancar dari wajah siswa dan siswi yang memang sudah menunggu-nunggu suara bel istirahat berbunyi, dengan berbagai macam alasan. Ada yang sudah bosan dengan mata pelajaran, ada yang sudah merasa lapar, ada pula yang ingin cepat-cepat menemui pujaan hati, contohnya Fery.
Meskipun dia satu kelas dengan Rahel, gadis cantik yang sangat dia idam-idamkan. Namun tetap saja, dia selalu merindukan sosok Rahel, karena selama ini dia hanya bisa memandangnya dari jauh tanpa ada keberanian untuk mendekatinya.
Namun setelah dia mendapat nasehat dan dukungan dari Mawar, dia mencoba memberanikan diri mendekati Rahel, meski dengan perasaan gugup bercampur malu.
Siswa siswi yang lain sudah berhamburan keluar kelas, tinggal Rahel dan kedua temannya, Santi dan Fitri. Mereka pun sudah bersiap untuk pergi keluar, dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, Fery mencegah Rahel keluar kelas.
"Rahel, tunggu! Aku mau bicara sama kamu," ucap Fery.
Rahel pun menyuruh kedua temannya keluar duluan. Sementara dia masih tetap berada di dalam kelas.
__ADS_1
"Mau bicara apa?" tanya Rahel.
"E...aku, e...aku," Fery sangat gugup, sehingga membuat bicaranya terbata-bata.
"Dahlah gak jelas, aku mau keluar, buang-buang waktu saja," gerutu Rahel sambil berjalan meninggalkan Fery. Namun buru-buru Fery mengejarnya.
"Aku mencintaimu," ucap Fery tegas sambil memegang lengan Rahel. Yang membuat Rahel seketika menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ke arah Fery.
"Iya, aku mencintaimu Rahel. Sangat-sangat mencintaimu, aku tidak perduli, apakah kamu juga mencintaiku atau tidak. Aku hanya ingin engkau tau perasaanku, itu saja. Kalau kamu tidak mencintaiku, tidak apa-apa kok it's ok,"
Rahel melangkah mendekati Fery, yang membuat Fery benar-benar merasa gugup, jantungnya pun berdetak begitu kencang, karena ini baru pertama kalinya dia berdekatan dengan Rahel, Bahkan tepat dihadapannya.
__ADS_1
"Selama ini kamu benar-benar sudah jahat sama aku Fer, kamu membiarkan aku menunggumu sampai bertahun-tahun untuk mendengar kamu menyatakan cinta padaku. Kamu pikir itu waktu yang sebentar, dari kelas satu sampai sekarang kelas tiga. Kamu baru menyatakan cinta sama aku, kamu tega Fery sama aku, kamu tega," ucap Rahel sambil menangis.
"Jadi kamu juga mencintaiku Rahel?" Rahel hanya mengangguk, dengan air matanya yang menetes.
"Maafkan aku Rahel, aku benar-benar tidak tau kalau kamu juga mencintaiku, maafkan aku yang sudah membuatmu menunggu lama. Aku memang laki-laki bodoh, yang tidak peka dengan perasaanmu. Maafkan aku Rahel," ucap Fery sambil memeluk Rahel.
Fery melepaskan pelukannya, dia mengusap air mata Rahel dengan kedua tangannya, lalu mencium kening Rahel. Mereka pun sama-sama tersenyum bahagia. Akhirnya cinta yang selama ini mereka pendam bertahun-tahun bisa terungkapkan. Namun meskipun lama, keduanya sama-sama bisa saling menjaga cinta mereka, dengan tidak mencintai orang lain. Ketulusan dan kesetiaan cinta mereka pun kini sudah terbalas dengan kebahagiaan yang tidak ternilai harganya.
"Kamu sudah terlalu lama menyakitiku dengan memendam cintamu padaku, jadi kedepannya aku berharap kamu tidak lagi menyakitiku, janji kalau kau akan tetap setia padaku sampai kapanpun dan tidak akan pernah meninggalkan aku," pinta Rahel.
"Iya, aku janji. Aku tidak akan menyakitimu lagi, aku akan selalu menyayangimu dan aku janji, tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan selalu di sampingmu sampai kapan pun. itulah janjiku,"
__ADS_1
Keduanya pun kembali berpelukan, inilah kisah cinta Fery yang indah dan romantis. Dan itu semua tidak akan terwujud tanpa adanya kesabaran dan kesetiaan.