BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 25


__ADS_3

Tiga sahabat itu pun larut dalam obrolan yang seru dan dengan bahan candaan yang tidak akan ada habisnya, sambil sesekali Alex dan Rio melihat ke arah pintu kamar. Pastinya mereka sedang menunggu kedatangan Mawar yang akan mengantarkan minuman.


"Kok Mawar lama sih," ucap Alex yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Mawar.


"Iya nih, dah haus. Aku susul dulu ya," timbal Rio sambil berdiri.


"Eh..eh..mau kemana?" ucap Rangga dan Alex sambil keduanya menarik Rio, yang membuat Rio terpaksa duduk kembali.


"Jangan harap kita biarin kamu samperin Mawar, dasar tukang modus," gerutu Alex.


Rangga dan Alex sudah paham betul maksud Rio, kalau dia bukannya haus, tapi hanya ingin berduaan dengan Mawar di dapur. Tidak beberapa lama kemudian, akhirnya Mawar datang dengan membawa tiga gelas orange juice. Alex dan Rio pun tidak membuang-buang kesempatan untuk sekedar cari perhatian Mawar. Yang membuat Rangga hanya tersenyum dan geleng kepala.


"Ini minuman dingin ya Mawar?" tanya Alex.

__ADS_1


" Iya mas," jawab Mawar.


"Sejuk dong, sesejuk hatiku melihatmu," ucap Alex mulai dengan gombalannya.


"Mas ini bisa aja ya," sahut Mawar sambil tersenyum.


"Sama kayak aku, aku juga bisa aja. Bisa mencintaimu, bisa menyayangimu dan bisa membahagiakanmu," timbal Rio, yang membuat Rangga dan Alex langsung mengacak-acak rambutnya. Membuat Mawar hanya tersenyum melihat tingkah ketiganya.


Mawar kemudian meletakkan minuman yang dibawanya di atas meja. Sementara Alex baru ingat, kalau Rangga belum mengenalkannya pada Mawar, yang membuatnya kesal pada Rangga.


"Iya Rangga, tega banget Loe," timbal Rio.


"Iya, aku kenalin kalian. Mawar, ini yang jelek, playboy ini namanya Alex. Kalau yang dekil mata keranjang ini Rio," ucap Rangga yang memperkenalkan satu persatu temannya pada Mawar. Mawar pun menjabat tangan Alex dan Rio satu persatu.

__ADS_1


"Mereka berdua ini bukan siapa-siapa saya, mereka juga tidak terlalu penting buat saya. Semoga saja kamu tidak senang bertemu mereka," ucap Rangga memakai gaya bahasa mereka sehari-hari, yang selalu saling mengejek kalau sedang berkumpul.


"Wah, parah Loe Rangga. Gak ada baik-baiknya ya sama temen. Mending tadi kita kenalan sendiri ya Lex," ucap Rio.


"Tau nih Rangga, gak dukung banget sih ma temen, boro-boro mau ngejomblangin, nikung iya," timbal Alex, yang membuat mereka semua tertawa.


Selesai mengantar minuman, Mawar pun kembali ke dapur untuk membantu bi Odah di dapur, Alex dan Rio hanya bisa terdiam melihat kepergian Mawar, meski keduanya sangat berat melepas kepergian Mawar, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Karena terkesan sangat tidak sopan kalau Mawar ikut ngobrol dengan mereka didalam kamar. Rangga pun paham apa yang ada di kepala kedua sahabatnya itu.


"Udahlah, biasa aja mukanya. gak usah gitu-gitu amat," ucap Rangga, saat Mawar sudah keluar dari kamar itu.


"Tapi beneran lho Rangga, Mawar cantik banget, Rena gak ada apa-apanya kalau dibandingkan Mawar," ucap Alex yang membandingkan Mawar dengan Rena, mantan pacar Rangga yang sudah meninggalkan Rangga saat Rangga masih sayang-sayangnya, hanya demi laki-laki lain, ditambah pada saat itu, Rangga yang dinyatakan lumpuh oleh dokter akibat kecelakaan motor yang dialaminya.


"Iya Rangga, Mawar itu sempurna. Sudah cantik, baik, sopan lagi. Kalau kamu kamu tidak tertarik padanya, syukurlah, bisa ngurangin saingan kita, ya gak Lex?"

__ADS_1


'bener banget Loe Yo," timbal Alex.


Rangga hanya terdiam, karena dia sendiri juga belum yakin dengan perasaannya pada mawar. Biarlah waktu yang akan menjawabnya, dan biarkan semua mengalir dengan sendirinya, tanpa harus dipaksakan.


__ADS_2