BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 28


__ADS_3

Mawar dan Fery menikmati makan siang mereka, tidak ada lagi rasa canggung diantara mereka. Fery sudah menganggap Mawar seperti kakaknya sendiri dan begitu pun sebaliknya, Mawar juga sudah menganggap Fery seperti adiknya sendiri. Canda tawa lepas pun selalu mengiringi hari-hari mereka.


"Makan yang banyak Fery, lihat tu badanmu kurus banget,"


"Badanku kurus bukan karena kurang makan kakak... tapi karena aku menderita batin,"


"Bisa aja kamu Fer, dah kayak istri yang lagi diselingkuhi suami aja, menderita batin. Memangnya kamu kenapa? apa yang membuatmu menderita batin? masalah kakakmu yang galak itu? kalau masalah itu gak usah terlalu dipikirin, aku lihat sekarang mas Rangga dah mulai berubah kok,"


"Sejak kapan kak Mawar panggil kak Rangga mas?"


"Sejak dia sembuh dari gila nya,"


"Beneran, kak Rangga dah gak marah-marah lagi?


"Makanya, kamu temui dia. Ajak dia bicara, dia juga sangat merindukanmu kok,"


"Enggak ah, males. Kalau beneran dia Merindukanku, aku tunggu dia menemui ku. Kalau aku yang ke sana, ogah banget. Buang-buang waktu saja,"

__ADS_1


Mawar hanya terdiam mendengar jawaban Fery, dia tidak akan memaksa Fery untuk menemui kakaknya, karena dia tau bagaimana perasaan Fery saat ini, Fery pasti masih kesal dengan sikap kakaknya beberapa hari lalu, yang memarahinya dan mengusirnya dari kamarnya.


Selesai makan, Mawar langsung mencuci piring. Sementara Fery langsung masuk ke kamarnya. Selesai mencuci piring Mawar pergi ke kamar Rangga untuk memastikan apakah Rangga sudah makan atau belum.


Sesampainya di kamar Rangga, Rangga yang sudah kelaparan pun sudah menghabiskan makanannya. Dia duduk menghadap jendela, tadinya Mawar hanya ingin mengambil piring kotor dan langsung keluar, tapi Rangga memanggilnya.


"Mawar, tunggu dulu,"


"Iya mas, ada apa?" Mawar berbalik lagi mendekati Rangga.


Mawar tidak menjawab, dia justru tertawa kecil, yang membuat Rangga merasa kesal dan heran.


"Kok kamu malah ketawa sih, emang ada yang lucu?"


"Iya, mas Rangga yang lucu. Mana mungkin mas, Fery mau menemui mas Rangga, dia bukan anak kecil lagi mas. Dia Sekarang sudah dewasa, cara dia menyikapi suatu masalah pun sudah beda, sudah gak seperti anak-anak lagi. Harusnya mas Rangga tau itu, jadi sebaiknya mas Rangga lah yang menemui dia, buktikan kalau mas Rangga peduli padanya," ucap Mawar yang langsung pergi meninggalkan Rangga.


Rangga mencerna lagi ucapan Mawar, setelah di pikir-pikir, memang benar yang diucapkan Mawar. Memang sepertinya dia yang harus menemui Fery, untuk membuktikan kalau dia juga sangat merindukan adiknya dan sekaligus dia juga harus meminta maaf pada adiknya itu, atas sikap dinginnya selama ini. Yang pastinya itu sangat melukai perasaan Fery.

__ADS_1


Tadinya Rangga akan langsung menemui Fery, tapi dia ingat, kalau sekarang Fery pasti sedang tidur siang, dia sendiri pun juga mau tidur siang. Rangga pun berteriak memanggil Mawar lagi, untuk membantunya berbaring di tempat tidurnya.


Mawar yang mendengar suara Rangga memanggilnya, langsung buru-buru bergegas ke kamar Rangga.


"Ada apa lagi mas?"


"Aku mau tidur," jawab Rangga.


Mawar pun sudah paham maksud Rangga, dia langsung membantu Rangga berbaring di tempat tidur. Setelah Rangga sudah berbaring ditempat tidur, Mawar pun langsung keluar dari kamar Rangga. Tapi sebelum Mawar keluar, Rangga sempat menggodanya.


"Kamu mau kemana? kamu gak temani aku tidur?"


"Enak aja, memangnya aku istri mas Rangga, suruh Nemani tidur,"


"Emang kamu gak pengen, jadi istri ku?"


"Ish, males banget. Kalau aku jadi istri mas Rangga, sudah pasti aku akan jadi istri yang paling menderita, karena mempunyai suami yang galak dan temperamen ," jawab Mawar cetus. Yang membuat Rangga hanya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2