BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 91


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Rangga benar-benar memutuskan menyusul Mawar ke kampungnya. Dia sudah tidak sanggup lagi menahan rindunya pada Mawar.


Rangga tidak mau menunggu lebih lama lagi, pagi ini dia berangkat ke kampung halaman Mawar. Untuk meminta maaf dan mengajak Mawar kembali lagi ke rumahnya.


Setelah menempuh sehari perjalanan, akhirnya sampailah Rangga dikampung halaman Mawar. Tidak sulit mencari rumah Mawar, selain bertanya dengan warga sekitar, bi Odah pun sudah memberi tau arah jalan menuju rumah Mawar, agar Rangga tidak kesulitan mencarinya.


Sore itu, selesai mandi Mawar tiduran di kamar sambil memeriksa buku-buku pelajaran Alfi, untuk melihat perkembangan sekolah Alfi. Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengucapkan salam. Jantung Mawar seketika berdebar, dia seperti mendengar suara Rangga.


"Jangan halu Mawar, gak mungkin itu suara mas Rangga. Wa'allaikumsallam," jawab Mawar sambil melangkah keluar.


Betapa terkejutnya Mawar, kalau yang dia dengar tadi memang benar suara Rangga. Dilihatnya Rangga sudah berdiri di depan pintu rumahnya.


"Mas Rangga?"


"Sayang...maafkan aku sayang, aku kangen banget sama kamu," ucap Rangga yang langsung memeluk Mawar.


Mawar terdiam dengan air matanya yang mulai menetes. Antara benci dan senang, itulah yang sedang dirasakan Mawar saat ini. Dia masih benci kala mengingat ucapan Rangga waktu itu, tapi dia juga senang, orang yang sangat dia rindukan, sudah ada didepan matanya dan memeluknya.


"Kenapa mas Rangga kesini, Mawar benci sama mas Rangga, Mawar benar-benar benci. Mas Rangga tidak mencintai Mawar, mas Rangga tidak bisa mengerti perasaan Mawar, Mawar benci sama mas Rangga, Mawar benar-benar benci," ucap Mawar sambil menangis terisak-isak.


"Maafkan aku sayang, aku memang bodoh, aku laki-laki yang tidak berguna. Maafkan semua kesalahanku sayang, aku menyesal, harusnya q mempercayaimu, bukan foto-foto itu. Katakan sayang, apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku. Apapun itu, aku akan melakukannya, asalkan itu bisa membuatmu mau memaafkan ku,"

__ADS_1


"Aku tidak ingin kamu melakukan apapun mas, aku hanya ingin kamu percaya dengan ku, itu saja,"


"Maafkan aku sayang, iya aku percaya padamu, aku benar-benar percaya padamu. Maukah kamu memaafkan aku sayang?"


"Iya mas, aku memaafkan mu,"


Mawar pun mengajak Rangga masuk ke dalam, kemudian memberitahu ibunya tentang kedatangan Rangga.


Malamnya, mereka pun ngobrol sampai larut malam. Orang tua Mawar sudah tau semua tentang Rangga, tentang hubungannya dengan Mawar, karena Mawar sudah menceritakan semua kepada mereka. Orang tua Mawar pun menyetujui hubungan mereka.


Akhirnya Mawar pun kembali ke rumah Rangga, Fery menyambut kedatangan Mawar dengan sangat senang. Dia tidak perduli meski ada Rangga, dia tetap memeluk Mawar, karena dia sangat merindukan Mawar. Rangga pun bisa memakluminya.


Selanjutnya mereka menemui Rena, mereka terus mendesak Rena dan juga mengancam Rena, mereka akan membawanya ke kantor polisi kalau dia tidak mau mengakuinya. Akhirnya, didepan Mawar, Rangga dan yang lainnya, dia mengakui semua dan meminta maaf kepada Mawar. Rena pun menyesali perbuatannya, dia sadar, apapun yang dia dilakukan tetap tidak akan bisa membuat Rangga kembali padanya. Karena memang cinta tidak bisa dipaksakan.


Mawar pun memaafkan semua kesalahannya dan meminta Rena untuk tidak lagi mengganggu kebahagiaannya bersama Rangga. Rena pun berjanji tidak akan pernah mengganggu hubungan mereka, dia benar-benar sudah mengikhlaskan Rangga untuk Mawar dan tidak akan pernah mengharapkannya lagi. Mereka semua memaafkan Rena dan tidak membawa masalah ini ke jalur hukum, karena mereka juga tidak akan tega melakukannya.


Selang beberapa hari, seperti biasa, Marsel pulang menuju ke rumahnya melewati perlintasan kereta api. Saat itu dia sedang berhenti menyebrang, karena akan ada kereta api yang akan melintas. Benar saja dari ujung sana kereta api mulai terlihat. Sementara disebelah sini, Rangga tidak sengaja melihat seorang gadis sedang berdiri tepat di perlintasan kereta api. Tanpa pikir panjang, Marsel langsung berlari menuju ke arah gadis itu, lalu dengan cepat mendorong tubuh gadis itu ke pinggir. Tubuh mereka pun sama-sama terpental ke tanah.


Betapa terkejutnya Marsel saat melihat, ternyata gadis itu Rena. Rangga langsung mendekati Rena dan memeluk Rena yang menangis terisak-isak.


"Kenapa kamu menyelamatkan aku Marsel, biarkan saja aku mati. Aku orang yang tidak berguna, aku malu dengan diriku sendiri. Aku lelah dengan semua ini Marsel, aku benar-benar lelah,"

__ADS_1


"Tenanglah Rena, bunuh diri itu bukan cara untuk menyelesaikan masalah, justru malah itu sebuah dosa besar. Semua orang punya masalah, harusnya kamu mendekatkan diri kepada Tuhan, agar kamu bisa kuat melewati semua masalah yang menimpamu, bukan malah melakukan hal bodoh seperti ini,"


"Aku lelah Marsel, aku merasa aku tersisih. Tidak ada yang perduli dengan ku, tidak ada yang mencintaiku dengan tulus, aku sendirian Marsel, aku benar-benar sendiri," ucap Rena sambil terus menangis.


"Tenanglah Rena, ada aku disini, aku yang akan menemanimu agar kamu tidak sendiri lagi. Beri aku kesempatan untuk bisa mengenalmu lebih jauh, kita bisa memulai dari awal. Aku tidak akan tergesa-gesa, biarkan semua mengalir dengan sendirinya, maukah kamu memberikan kesempatan itu padaku?"


Mendengar ucapan Marsel, Rena yang dulu memang pernah mencintai Marsel, mencoba memberi kesempatan kepada


Marsel untuk bisa saling mengenal dengan nya.


"Iya, aku akan beri kesempatan untuk kita bisa saling mengenal satu sama lain. Aku juga tidak mau tergesa-gesa, aku pun tidak mau salah melangkah lagi, karena aku tidak mau masa lalu ku terulang lagi, memilih orang yang salah,"


Setelah mereka melewati hari-hari bersama, akhirnya benih-benih cinta pun mulai tumbuh diantara mereka. Rena yang kini sudah berubah menjadi seorang gadis yang baik mampu membuat Marsel jatuh cinta, begitupun sebaliknya, Rena yang dulu sudah pernah ada rasa dengan Marsel, sekarang dia semakin mencintai Marsel dengan sikap Marsel yang lembut dan selalu memberi perhatian untuknya. Akhirnya mereka pun menjalin hubungan asmara.


Sementara Mawar dan Rangga, semakin serius menjalin hubungan mereka, mereka pun berencana menikah akhir tahun ini, Mawar pun akhirnya menyerah, dia tidak menunggu lulus kuliah lagi untuk menikah. Orang tua mereka juga menyarankan agar mereka cepat-cepat menikah, dengan posisi mereka yang satu rumah. Itu jelas keputusan yang sangat tepat.


Hubungan Fery dan Rahel pun semakin erat, sekarang Rahel benar-benar sudah yakin dengan Fery, kalau Fery memang hanya mencintainya. Akhirnya hubungan mereka pun sekarang lebih tenang dan lebih dekat. Tidak ada lagi rasa curiga dan cemburu. Mereka melewati hari-hari bersama dengan rasa saling percaya.


Akhirnya, semua pun memiliki kebahagiaan masing-masing. Tanpa harus mengganggu kebahagiaan orang lain.


**## TAMAT ##**

__ADS_1


__ADS_2