
Setelah satu Minggu lamanya, Rangga dirawat dirumah sakit. Akhirnya dia sudah diperbolehkan pulang. Dia pun sudah mulai bisa berjalan meski masih menggunakan tongkat. Mawar yang setiap hari menjaganya di rumah sakit, selalu membantu Rangga belajar berjalan, meski itu susah namun Mawar selalu memberi semangat pada Rangga agar Rangga tidak sampai menyerah.
Sekitar pukul sepuluh pagi, Rangga tiba dirumah. Semua menyambut kedatangan Rangga dengan penuh suka cita, dan mereka semua sangat senang melihat keadaan Rangga sekarang, yang sudah mulai bisa kembali berjalan. Rangga sendiri juga terlihat sangat senang, karena bisa kembali pulang ke rumah dan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya.
Setelah mengantar Rangga ke kamarnya, pak Wiryo dan Bu Wiryo menemui Mawar di ruang tengah, mereka mengucapkan terimakasih kepada Mawar, karena telah membantu menjaga Rangga selama Rangga di rumah sakit.
"Nak Mawar, terimakasih ya karena nak Mawar sudah bersedia membantu kami menjaga Rangga selama di rumah sakit. Kalau tidak ada nak Mawar, pastilah kami kesusahan menjaga Rangga. Terimakasih juga, karena selama ini nak Mawar telah memberikan semangat pada Rangga dan berkat nak Mawar juga, keluarga ini bisa kembali lagi seperti dulu lagi. Kami tidak tau lagi bagaimana kami mengucapkan terimakasih, karena bagi kami semua yang nak Mawar lakukan di dalam keluarga kami itu sungguh sangat berarti bagi kami. Sekali lagi, terimakasih ya nak Mawar," Ucap Bu Wiryo.
"Iya bu, Mawar juga senang kalau Mawar bisa membantu keluarga ini. Mawar juga bersyukur bisa bekerja dirumah orang sebaik Bapak dan ibu Wiryo,"
"Ya sudah kalau begitu, ibu dan bapak mau ke kamar dulu ya, kami mau istirahat dulu, nak Mawar tau sendiri, tidur di rumah sakit itu tidak bisa nyenyak kayak di rumah," gurau Bu Wiryo, yang kemudian langsung pergi ke kamar mereka.
__ADS_1
Mawar masih duduk diruang tengah, tiba-tiba dia kepikiran tentang perasaannya pada Rangga. Dia merasa dia terlalu berani mencintai Rangga, dia melihat kedua orang tua Rangga yang begitu baik padanya, namun dia justru mengharapkan Rangga menjadi kekasihnya, kalau pak Wiryo dan Bu Wiryo tau, mereka pasti akan sangat kecewa padanya, karena belum tentu orang tua Rangga akan menyetujui hubungan mereka, karena dia hanya seorang Art. Mawar menyandarkan kepalanya di sofa, dia benar-benar gelisah.
Tiba-tiba terdengar suara Rangga memanggilnya. Dia pun beranjak dari tempat duduknya lalu bergegas ke kamar Rangga.
"Ada apa mas?" tanya Mawar yang terlihat tidak bersemangat.
" Gak pa-pa, aku cuma pengen kamu kesini aja,"
"Mas Rangga gak istirahat? gak capek emang baru pulang dari rumah sakit?"
"Gak pa-pa mas, mungkin aku hanya kurang tidur aja kali. Mas Rangga butuh apa? mau aku ambilkan makan, minum atau apa? mas Rangga bilang aja, nanti aku ambilkan,"
__ADS_1
Rangga mendekati Mawar yang masih berdiri, dia meletakkan tongkatnya lalu memeluk Mawar dengan erat.
"Aku gak butuh apa-apa Mawar, aku hanya butuh kamu untuk selalu di sampingku. Terimakasih untuk semuanya, semua yang sudah kamu lakukan untukku. Aku mohon, jangan pernah tinggalin aku ya. Tetap disini bersamaku, karena aku sangat mencintaimu Mawar, aku benar-benar mencintaimu," ucap Rangga, menyatakan cintanya, karena dia sudah tidak bisa menahan lagi perasaannya.
"Tapi aku cuma Art mas, aku tidak pantas untukmu. Aku juga mencintaimu, tapi aku takut, aku takut kalau aku terlalu berharap padamu, aku akan kecewa,"
"Memang kenapa kalau kamu Art? kalau kamu ragu soal itu, berarti kamu belum mengenal keluargaku. Mereka tidak pernah mempermasalahkan soal itu, sama sekali tidak,"
"Untuk saat ini aku tidak mau memikirkan soal hubungan kita mas, mending sekarang kita fokus pada kesembuhan mas Rangga dulu. Gak usah mikirin yang aneh-aneh dulu,"
"Gak bisa gitu dong, mana bisa aku gak mikirin kamu. Setiap hari aku mikirin kamu, bahkan di otakku cuma ada kamu dan kamu. Kamu gak percaya?"
__ADS_1
"Enggak tuh mas," ejek Mawar, yang membuat Rangga semakin gemas dengan Mawar, yang lalu memencet hidung Mawar.
Mereka pun akhirnya ngobrol dan bercanda sampai siang, sambil sesekali Rangga belajar berjalan dengan dibantu oleh Mawar.