BENCI TAPI SAYANG

BENCI TAPI SAYANG
PART 70


__ADS_3

Keesokan harinya, Rangga, Fery dan Mawar sudah berada di dalam satu mobil, sepertinya mereka benar-benar sudah siap untuk pergi ke tempat-tempat yang mereka sukai. Meski Fery ikut serta, namun tetap saja Rangga dan Mawar terlihat mesra. Mereka berdua tidak memperdulikan Fery, karena mereka tidak pernah menganggap Fery sebagai pengganggu. Fery sendiri juga terlihat cuek dengan sikap kakaknya yang terkadang terlihat manja dengan Mawar. Intinya mereka sudah saling memahami.


Pertama, mereka pergi ke kebun binatang, setelah puas melihat-lihat berbagai macam jenis binatang ditempat itu, mereka pun langsung pergi ke taman kota. Setelah itu mereka pergi untuk shopping ke mall. Semua rencana, Fery yang menyusunnya, sementara Rangga dan Mawar hanya mengikuti kemana Fery ingin pergi.


"Sayang, belilah apapun yang kamu mau, terserah kamu mau apa dan gak usah dilihat harganya, kalau kamu suka ambil saja. Aku mau ke toilet dulu sebentar ya. Gak pa-pa kan kamu sama Fery dulu,"


"Iya mas, gak pa-pa,"


"Fer, jagain kak Mawar dulu ya, kakak mau ke toilet dulu sebentar,"


"Oke kak," jawab Fery.

__ADS_1


Mawar dan Fery pun mulai memilih-milih barang yang mereka sukai. Tapi Fery ternyata bukannya mencari barang miliknya, dia justru sibuk mencarikan pakaian untuk Mawar.


"Kak Mawar, sini. Kayaknya ini bagus-bagus deh. Fery bantuin milih ya,"


" Gak usah Fer, kamu cari aja yang kamu suka. Kak Mawar sendiri bingung mau cari apa,"


"Udah gak usah bingung, Makanya Fery bantuin biar gak bingung,"


Mawar pun hanya bisa menuruti Fery yang setengah memaksa itu. Mereka pun mencoba mengambil satu persatu pakaian yang terpajang di tempat itu. Mawar sepertinya suka dengan salah satu pakaian yang ditunjukkan oleh Fery.


"Yang mana kak, yang ini maksudnya?"

__ADS_1


"Iya, yang kamu pegang itu,"


Fery pun melangkah mendekati Mawar, Fery menempelkan pakaian itu ke tubuh Mawar bagian depan, untuk melihat apakah baju itu beneran cocok untuk Mawar atau tidak. Tapi tidak disangka, ternyata Rahel juga berada ditempat itu. Rahel pun bisa melihat dengan jelas saat Fery memilihkan pakaian untuk Mawar karena Rahel berada tidak jauh dari tempat Fery dan Mawar.


Rahel seketika menjadi kesal, dia coba meyakinkan lagi kalau Fery dan Mawar sedang tidak berdua, namun saat kepalanya celingukan ke sana kemari, tidak juga melihat orang lain selain mereka berdua.


Saat itu Rahel sedang bersama kedua sahabatnya Santi dan Lina.


"Rahel, menurutmu mereka beneran tidak ada hubungan apa-apa selain antara kakak dan adik?" ucap Santi.


"Bener yang dikatakan Santi Hel. Mereka terlihat mesra lho. Fery juga kayaknya perhatian banget sama kak Mawar. Ya emang sih, kita semua tau kalau kak Mawar itu orangnya baik. Tapi mereka setiap hari ketemu, setiap hari tertawa bersama, bisa jadi kan lama-lama mereka terkena cinta lokasi," timbal Lina.

__ADS_1


"Entahlah, aku juga bingung menghadapi Fery yang memang terlihat sangat dekat dengan kak Mawar. Aku tidak tau, apakah aku harus cemburu atau mengabaikan saja itu semua. Tapi aku melihatnya secara langsung, jadi aku pun sulit untuk mengabaikannya," jawab Rahel yang matanya mulai berkaca-kaca.


Melihat Rahel yang sedih dan hampir meneteskan air mata, Santi dan Lina berusaha menghiburnya dan mengajaknya langsung menemui Fery, agar Fery bisa langsung menjelaskan, ada hubungan apa antara dia dan Mawar, namun Rahel menolaknya. Dia lebih memilih menghindari Fery dan Mawar. Rahel pun mengajak Santi dan Lina pergi dari tempat itu secepatnya. Apa boleh buat, Santi dan Lina pun hanya bisa menurut, karena dia juga tidak mau memaksakan keinginan mereka, takutnya hanya akan memperkeruh keadaan.


__ADS_2